Gunungsitoli – Setelah diumumkannya Daftar Caleg Sementara (DCS) beberapa waktu lalu. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nias banyak menerima laporan masyarakat tentang bakal Calon Legislatif (Caleg) yang dinilai terindikasi “berdosa”.

Sementara masukan masyarakat terhadap para Caleg yang dianggap bersih sangat sedikit, ungkap Anggota KPUD Kabupaten Nias Imanuel Zebua yang dijumpai wartawan di kantornya, Selasa (14/10).

Sejak dibukanya peluang kepada masyarakat terhdap para caleg yang telah mendaftar di KPUD ternyata sangat banyak caleg yang menurut penilaan masyarakat “berdosa”, sementara untuk para caleg yang dianggap bersih sangat sedikit, tutur Imanuel Zebua.

Namun saat wartawan meminta nama-nama caleg yang diangap “berdosa” Imanuel Zebua menolak dan mengatakan hal itu bagi kami tidak layak untuk dipublikasikan.

Umumnya laporan dari masyarakat, adalah para caleg yang terindikasi masalah kriminal, kekerasan dalam rumah tangga dan juga korupsi. Misalnya, Caleg berijazah palsu, penipu dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam arti melalaikan tanggung jawabnya untuk menafkahi keluarga, kata Imanuel.

Selanjutnya, sambung Imanuel setelah ada laporan itu pihaknya mulai memanggil partai politik yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi terhadap kredibilitas caleg yang diusung partai untuk meraih kursi legislatif nantinya.

Ia mengakui, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mencoret caleg yang dilaporkan bermasalah. Sebab yang berhak mengusulkan itu partai yang bersangkutan. Namun dengan ada laporan yang diberikan masyarakat ada juga Caleg yang dengan sadar mengundurkan diri.

Tetapi KPUD belum bisa menghitung berapa jumlah Caleg yang mengundurkan diri. Untuk saat ini pada pengumuman DCS belum berubah sebanyak 920 orang caleg.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perjuangan Hukum dan Politik (LSM PHP) Kabupaten Nias Hamdan Telaumbanua, SH yang diminta tanggapannya seputar masukan masyarakat ke KPUD terkait caleg yang “berdosa” sangat menyangkan sikap KPUD yang tidak transparan kepada publik tentang para caleg yang “berdosa”. (Analisa Online, 15 Oktober 2007)

Facebook Comments