“Bukan Aspirasi Murni Masyarakat Nias Selatan”, Rencana Kabupaten Nias Selatan bergabung dengan Calon Provinsi Tapanuli

Thursday, October 9, 2008
By nias

*BPH Nias Corruption Watch (NCW) Perwakilan Nias mengeluarkan pernyataan sikap

Badan Pengurus Harian (BPH) NCW Perwakilan Nias Selatan mengeluarkan pernyataan sikap sehubungan dengan rencana bergabungnya Nias Selatan ke dalam bakal Provinsi Tapanuli. Dalam pernyataan sikapnya yang diterima Redaksi Situs Yaahowu lewat email yang disusul penjelasan lanjutan melalui perbicangan per telefon, Ichtiar Sarumaha, Direktur BPH NCW Perwakilan Nias Selatan menjelaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Pemkab Nias Selatan tentang kabupaten Nias Selatan bergabung sengan Propinsi Tapanuli “sangat prematur dan cacat hukum”.

Dijelaskan Sarumaha, baik Pemda maupun DPRD Nias Selatan belum pernah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat di delapan Kecamatan di Nias Selatan tentang rencana bergabungnya Kabupaten Nias Selatan ke dalam calon Provinsi Tapanuli. Keputusan bergabung yang dibuat oleh DPRD dan Bupati Nias Selatan ‘bukan aspirasi murni masyarakat Nias Selatan’, tegas Sarumaha.

Dalam pernyataan sikap tersebut, BPH NCW Perwakilan Nias menegaskan bahwa usulan pemekaran suatu daerah merupakan hak warga negara Indonesia; adalah juga hak masyarakat suatu daerah untuk menyampaikan keinginan bergabung dengan suatu propinsi.

Namun BPH NCW Perwakilan Nias Selatan berpendapat, rencana penggabungan Kabupaten Nias Selatan dengan bakal Provinsi Tapanuli adalah kurang tepat. Secara geografis Kabupaten Nias Selatan terletak di daratan Pulau Nias yang dibatasi oleh lautan dengan daratan Tapanuli di Pulau Sumatera. Secara kultural, masyarakat Nias Selatan berbeda dengan masyarakat Tapanuli. Misalnya saja, ‘bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Nias Selatan adalah bahasa daerah Nias sedangkan bahasa yang digunakan sehari-hari masyarakat Tapanuli adalah bahasa Tapanuli yang mempunyai perbedaan sangat jauh’.

Menurut BPH NCW Perwakilan Nias Selatan, rencana penggabungan tersebut akan mengganggu program pembangunan kabupaten yang dibentuk pada tahun 2004 itu.

“ … artinya program kerja kabupaten Nias Selatan yang sudah berjalan kurang lebih 4 tahun kembali mulai dari nol lagi” kata pernyataan sikap tersebut.

“… apalagi di bebankan Rp 20 miliar disetor kepada propinsi Tapanuli setiap tahun selama dua tahun pertama dan Rp 2 miliar untuk biaya pemekaran Propinsi Tapanuli,” lanjut pernyataan sikap tersebut.

Ditambahkan Sarumaha, alangkah sakitnya atau sedihnya apabila Kabupaten Nias Selatan ‘berjalan sendiri’ dengan rencananya bergabung dengan Provinsi Tapanuli sementara masyarakat Nias mencita-citakan pembentukan Provinsi Nias.

Sarumaha juga menyampaikan kekecewaan masyarakat Nias Selatan karena Tim Teknis Depdagri yang berkunjung ke Telukdalam pada tanggal 23 September yang lalu tidak diberi kesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat Nias Selatan.

“Padahal berbagai elemen masyarakat termasuk LSM, tokoh-tohoh partai, agama dan pemuda sudah menunggu di aula kantor bupati Nias Selatan untuk menyampaikan sikap bersama tetapi tidak dipertemukan dengan Tim Teknis Depdagri,” ungkap Sarumaha. Diungkapkannya lebih lanjut, yang bertemu dengan Tim Teknis Depdagri hanyalah Ketua DPRD, Bupati, Wakil Bupati dan sejumlah kecil anggota DPRD Nias Selatan”.

Diungkapkan juga bahwa masyarakat Nias Selatan telah menyampaikan sikap bersama kepada Bupati Nias Selatan yang intinya menolak Kabupaten Nias Selatan bergabung dengan Provinsi Tapanuli. Masyarakat Nias Selatan juga mempertanyakan alasan pengalokasian dana dari APBD Nias Selatan sebesar Rp. 10 milyar per tahun selama dua tahun pertama dan Rp 2 miliar untuk biaya perjuangan Provinsi Tapanuli. (yh/brk/*)

6 Responses to ““Bukan Aspirasi Murni Masyarakat Nias Selatan”, Rencana Kabupaten Nias Selatan bergabung dengan Calon Provinsi Tapanuli”

  1. 1
    Aktivitas Sarumaha Says:

    Saya curiga ide/ rencana bergabungnya Kab. Nias Selatan dengan provinsi Tapanuli ditengarai oleh kepentingan segelintir orang. Saya khawatir jangan-jangan masyarakat akar rumput di kabupaten nias selatan malah tidak tahu menahu dengan rencana itu?

  2. 2
    Amandaya Says:

    Saya tidak perlu komentar banyak.
    Putusan seperti itu hanya untuk melindungi kepentingan peribadi dan jauh dari kepentingan masyarakat Nias Selatan.

    Yang perlu diingat oleh semua pihak : Rakyat Nias Selatan tidak mau kalau harga dirinya diinjak-injak.

    Sadarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrlah, hai oknum-oknum yang mengaku berjuang untuk kepentingan Rakyat Nias Selatan.

  3. 3
    Pengamat Nias Says:

    “Bersatulah Niasku ….bersatulah demi tegaknya harkat dan martabatmu…! ” Zaman kini telah berubah….bangunlah dan wujudkan cita2 daerah nias sendiri oleh pikiran kita sendiri
    Tuhan pasti menyertaimu….! Jadilah contoh yang baik di wilayah Republik ini yang bobrok akan moral…jangan pernah menyerah kepada hal-hal yang tidak jelas….tetapi tuntutlah kejelasan dari pikiranmu demi kemajuan anak-anakmu kelak…jangan biarkan mereka menderita/sesat di dunia ini maupun di akhir dunia nanti ….selamat berjuang Niasku….
    Aku selalu berdoa demi kemajuan pikiranmu atas tanah yang akan kita perjuangkan bersama….Amin…

    Ya’ahowu

    Catatan Redaksi:
    Komentar di atas telah ‘disunting’ oleh Redaksi: tadinya semua ditulis dengan huruf besar (itu ‘berteriak’). ‘q’ telah diganti menjadi ‘ku’ -> Nias q -> Niasku, Aq -> aku. Pemberi komentar hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik ketika memberi komentar, dan sedapat mungkin menghindari komunikasi ala ‘chatting’.

  4. 4
    Pengamat Nias Says:

    Trimakasih buat Redaksi atas koreksi yang di berikan…..Ya’ahowu…!

  5. 5
    Sabar Says:

    Syalom, …

    Saya adalah pengagum berat Pulau Nias semoga Nias bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisata baik lokal dan mancanegara yang disegani seperti Pulau Bali dan saya setuju kedepan Nias menjadi propinsi yang berdiri sendiri. Untuk mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan masyaratkat nias harus bersatu dan jangan mudah untuk diadu domba dan dituntut kerja keras dan kemauan dari masyarakat nias sendiri mau membuka diri terhadap suatu perubahan dan senantiasalah mengutamakan positif thingking dari pada negatif thingking.

    Saran saya, terhadap pro kontra terhadap dukungan Kab. Nias terhadap Propta adalah hendaklah sebelum mengeluarkan suatu keputusan harus berpikir jernih dan kalkulasikan untung dan ruginya… (sebutkan dahulu sebanyak-banyaknya yang menjadi untungnya dan setelah dapat baru sebutkan kembali sebanyak-banyaknya ruginya). Setelah itu buat timbangannya mana yang lebih menguntungkan. Selanjutnya lihat apakah masyarakat Nias lebih banyak di Prop. Sumut (diluar P. Nias) dibandingkan dengan masyarakat Nias di Prop. Tap. (apabila telah disetujui). Ingat kita adalah Saudara dan akan lebih mudah kedepan untuk merealisasikan Prop. Nias bila sesama Saudara berkumpul untuk merealisasikan Prop. Nias.

    Syalomm…..

  6. 6
    Misran Lubis Says:

    Maaf saya ikut nimbrung ni dalam diskusi soal Nias, memang saya bukan asli berdarah Nias tapi setidaknya ada 3 alasan saya merasa tertarik dan ingin ikut serta dalam share ini. 1) Istri saya orang Nias meski etnis nya bukan Nias Asli tapi campuran Nias, Aceh dan Padang. 2) 4 tahun saya bekerja di Nias dan mulau tumbuh Nasionalisme saya terhadap Nias, 3) Nias itukan masih Indonesia jadi siapapun sah-sah saja berbagi ide. orang asing saja dibolehkan ikut memikirkan Idnonesia apalagi kita sesama warga Indonesia.

    Issu Pemekaran Protap memang sudah lama di gulirkan oleh sekelom masyarakat di daratan Tapanuli. awalnya saya juga heran kenapa terjadi perpecahan pendapat antara penguasa Nias dengan Nias Selatan soal bergabung tidaknya dengan rencana Protap. apakah tidak tercapai kesepakatan diplomasi atau memang tidak dilakukan sama sekali, atau ini soal ego kekuasaan saja…entahlah ini hanya duga-duga saja tapi memang aneh sekali kebijakan politinya..padahal Nias itu kan seyogianya satu rumpun memiliki karakteristik yang hampir sama dan mengalami masalah yang sama.

    Jika aspirasi masyarakat bawah tidak terwakili dalam kebijakan politik penguasaha Nias Selatan maka harus ada desakan dari akar rumput yang terorganisir untuk mendesak Pemkab dan DPRD menarik dukungannya terhadap Protap.

    Gagasan Nias untuk membentuk Propinsi sendiri dimasa depan merupakan rencana yang baik dengan tujuan untuk mensejahterakan kehdiupan masyarakat Nias, akan tetapi saran saya:

    1. Nias baru dimekarkan menjadi 3 tambahan daerah otonom baru, seharusnya semua pemikiran dan dukungan dari masyarakat Nias baik yang ada di Nias maupun dimana saja digunakan untuk memperkuat dan menjamin suksesnya pemekaran ini. karena jika pemekaran nantinya gagal maka sulitlah untuk membentuk propinsi sendiri.

    2. Bicara Nias, sebaiknya kita menghindari pengkotakan etnis tapi kita bicara Nias soal teroterial saja. karena ketika bicara etnis maka ada 15-20% perkiraan saya orang-orang penghuni Nias saat ini bukan asli etnis Nias tapi ada batak, minang, aceh, jawa dan tionghoa.

    itu saran saya, jika ada manfaatnya silahkan digunakan tapi jika nggak ya abaikan saja. anggap bacaan koran basi.

    Ya’ahowu fefu

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031