Manati I Zega, S.Th, MA

Istilah Gerakan Zaman Baru yang dalam bahasa Inggris disebut New Age Movement perlahan-lahan mulai dikenal masyarakat luas. Informasi tentang gerakan ini semakin menyebar dengan adanya seminar-seminar, buku-buku yang diterbitkan, majalah-majalah serta website-website yang mengekspos pokok ini. Majalah Perkantas DIA, edisi November—Desember 1999, pernah memuat wawancara dengan Ir. Herlianto, M.Th yang dikenal getol mengkritisi New Age Movement tersebut. Bahkan tahun berikutnya, 20-21 Juli 2001, Gereja Kristen Indonesia [GKI] Coyudan Solo mengundang Herlianto sebagai pembicara seminar bertajuk “Gerakan Zaman Baru dan Film Anak-anak Masa Kini”. Saya sempat hadir sebagai peserta dalam seminar tersebut.

Dengan cara-cara seperti di atas, ternyata info Gerakan Zaman Baru menyebar demikian cepatnya. Tidak ketinggalan gereja-gereja, lembaga-lembaga Kristiani dan Persekutuan-persekutuan doa menggelar acara serupa. Intinya mengingatkan bahaya Gerakan Zaman Baru. Namun di tempat lain, ketua salah satu Sekolah Tinggi Teologi [STT] membuka lebar pintu kampusnya untuk pengajaran pengembangan diri yang ditengarai produk Gerakan Zaman Baru. Tidak tanggung-tanggung ketua STT tersebut memasukannya dalam kurikulum perguruan tinggi yang dipimpinnya. Wah gawat juga!

Sementara itu, sebuah gereja meminjamkan salah satu ruang kebaktiannya untuk pelatihan olah nafas yang juga salah satu bagian Gerakan Zaman Baru. Nah, mengapa demikian? Di satu sisi ditentang tapi di sisi lain justru dinantikan kehadirannya. Apakah hal itu disebabkan belum ada keseragaman pemahaman di kalangan orang Kristen, atau ada ajaran Gerakan Zaman Baru yang ‘mirip’ dengan ajaran Alkitab? Atau, adakah hal menarik yang dirasa ‘baru’ dalam Gerakan Zaman Baru itu? Hal-hal itu akan diurai lebih lanjut dalam pokok berikut.

Sekelumit Sejarah Gerakan Zaman Baru
Agar dapat memberi penilaian terhadap Gerakan Zaman Baru, setidaknya kita harus mengerti sejarahnya terlebih dahulu. Siapakah tokoh-tokoh yang berperan dominan dan bagaimana alur pemikiran mereka? Hal ini penting untuk memberikan penilaian yang tepat.

Gerakan Zaman Baru—New Age Movement pada awalnya muncul di Amerika Serikat. Gerakan tersebut muncul di California sejak tahun 1960-an. Sehingga ada orang yang menyebutnya sebagai ‘American Movement’. Nah, dengan kemajuan Amerika dalam hal teknologi, akhirnya gerakan ini dengan cepat meluas ke seluruh dunia. Sejak tahun 1970-an dan 1980-an, gerakan ini marak luar biasa. Dalam perkembangannya, Gerakan Zaman Baru mengadopsi banyak gagasan dari filsafat dan agama Timur. Gerakan ini memandang dunia tidak semata-mata jelek, tapi akan menuju kepada keadaan yang lebih baik.

Pada masa-masa itu, menurut sejumlah pengamat, merupakan masa yang penuh gejolak. Gejolak itu
menimbulkan banyak perubahan di Amerika. Kaum muda tidak memedulikan budaya orang tua mereka. Mereka dengan segenap tenaga mencari nilai-nilai baru. Sarana psikedelik—obat bius dan sejenisnya menjadi media untuk menikmati ketenangan jiwa. Alasan menemukan ketenangan jiwa inilah yang akhirnya membuat mereka berpaling ke Timur. Mereka mulai mempelajari tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hinduisme, astrologi atau berguru di tempat sepi dan terpencil [esoterisme]. Pada saat itu juga, kaum muda ini mulai memperkenalkan gaya hidup baru seperti yang dilakukan kaum Hippies dari San Fransisco. Dalam perkembangan selanjutnya, kita mengenal para tokoh Gerakan Zaman Baru yang begitu dominan dalam memperjuangkannya. Mereka itu adalah Ram Daas, Marylin Ferguson, David Spangler, Judith Skutch dan Shirley MacLaine.

Untuk mengenal para tokoh ini, sekilas kita akan mempertimbangkan latar belakang kehidupan mereka.

RAM DAAS Tokoh ini adalah keturunan Yahudi, terlahir dengan nama RICHARD ALBERT. Dalam perjalanan hidupnya, sang tokoh pernah belajar ke India dan kembali dengan nama baru RAM DAAS. Tidak ada literatur yang menjelaskan alasan perubahan namanya itu. Ia mengklaim dirinya sebagai guru sehubungan dengan adanya zaman baru.

Tokoh yang lain adalah MARILYN FERGUSON yang namanya mencuat melalui karya tulisnya “The Aquarian Compiracy” pada tahun 1980. Karya tulisnya tersebut membuatnya dikenal khayalak.

Tokoh lain yang tidak boleh diabaikan adalah DAVID SPANGLER. Pada tahun 1976, David mulai menggagas masalah pembangunan sistem dan reorganisasi Gerakan Zaman Baru secara profesional. Dia mengusulkan reorganisasi dalam dunia politik dan bisnis berdasarkan prinsip-prinsip ketat Gerakan Zaman Baru. Menurutnya, organisasi dalam segala aktivitas Gerakan Zaman Baru perlu ditata ulang.

Yang lain lagi adalah JUDITH SKUTCH yang mulai dikenal pada tahun 1975 melalui karya tulisnya, “A Course in New Age”. Beberapa jilid bukunya telah diterbitkan. Tokoh ini berprofesi sebagai pengacara Gerakan Zaman Baru di New York City. Tokoh lain muncul dari kalangan bintang film dan TV Hollywood. Namanya adalah SIRLEY MACLAINE. Sirley sering menggambarkan perjalanan spritualnya dengan sangat menarik sehingga difilmkan pada tahun 1983. Film pertamanya berjudul “OUT ON LIMB”. Film ini adalah propaganda yang sangat kental dan sarat dengan Gerakan Zaman Baru.

Definisi Gerakan Zaman Baru
Apakah Gerakan Zaman Baru itu? Dalam makalah seminar Gerakan Zaman Baru dan Film Anak-anak Masa Kini di GKI Coyudan Solo, Herlianto mendefinisikannya. Menurutnya, Gerakan Zaman Baru adalah kebangunan kembali agama-agama alam [Pantheisme] Timur yang juga merambah ke dunia Barat dan mempengaruhi seluruh aspek hidup manusia. Dan memang kenyataan sekarang demikian. Kita dapat menyaksikan kebangunan mistik, okultisme dan psikologi baru yang mengajak manusia memusatkan pada diri sendiri untuk menemukan jati diri sejati.

Pada prinsipnya, Gerekan Zaman Baru mempengaruhi manusia mempraktikan kepercayaan agama Pantheisme seperti Hinduisme, Budhisme, Taoisme. Penampilannya pun termanifestasi dengan wajah baru. Misalnya, berupa latihan-latihan kesehatan, latihan pernafasan dan meditasi.

Dalam Gerakan Zaman Baru, prinsip dasar yang berlaku adalah, “pada dasarnya di balik alam semesta ini, ada kekuatan semesta [Power, Energy, Force] yang menjadi sumber terjadinya segala sesuatu, dan manusia adalah bagian dari kekuatan semesta itu, atau dengan kata lain kalau kita menyebut kekuatan semesta itu sebagai KEKUATAN BESAR [makro kosmos] maka manusia adalah KEKUATAN KECIL [mikro kosmos].

Dalam MATEMATIKA kita mengenal istilah HIMPUNAN BAGIAN. Jika alam semesta adalah makrokosmos dan manusia adalah mikrokosmos, maka dapat dikatakan bahwa manusia adalah HIMPUNAN BAGIAN dari alam semesta. Nah, dengan latihan pernapasan, meditasi dan olah batin, maka manusia dapat mencapai kesatuannya dengan kekuatan semesta itu. Sedangkan, Rederic dan Mery Ann Brussat mendefinisikan Gerakan Zaman Baru sebagai zaman pencerahan spritual. Hasrat spiritual, inilah yang menjadi semangat sekaligus ciri khas New Age Movement.

Ajaran Inti Gerakan Zaman Baru
Gerakan Zaman Baru mempercayai beberapa hal berikut. Dapat dikatakan inilah yang menjadi inti keyakinan Gerakan Zaman Baru tersebut.

*TENTANG TUHAN. Gerakan Zaman Baru mempercayai bahwa manusia adalah “Tuhan” bagi dirinya sendiri. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa kita adalah anak-anak Allah. Oleh sebab itu, kita semua adalah “Allah”. John Write, seorang “ahli ilmu agama” New Age mengatakan, “Yesus bukanlah seorang manusia seperti kita tetapi kita adalah ‘Allah’ seperti DIA”.

*TENTANG YESUS KRISTUS. Gerakan Zaman Baru menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Yesus dipahami hanya sebagai tokoh agama saja. Dengan demikian, penebusan dosa dan penumpahan darah melalui pengorbanan Kristus ditolak karena dianggap tidak ada artinya. Mengapa? Karena manusia dapat menyelamatkan diri dengan kekuatan yang ada dalam dirinya.

*TENTANG KASIH. Menurut Dr. Paul Sene, Gerakan Zaman Baru percaya akan kasih universal. Maksudnya, kita harus mengasihi dan menerima orang lain sebagaimana adanya. Karena itu, pengikut Gerakan Zaman Baru mengasihi segala sesuatu dalam dunia ini. Mengasihi semua orang, termasuk perbuatan mereka – bisexual, homo sexual, lesbian, semua agama –termasuk ilmu kebatinan, dukun, naga bahkan Lucifer. Jika mereka tidak dapat mengasihi Lucifer artinya mereka telah gagal dalam “kasih yang tiada batas—kasih yang tak berkesudahan”.

*TENTANG KEBAIKAN. Pertanyaan yang muncul, darimanakah asalnya kejahatan? Bukankah Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu? Siapakah yang menciptakan Lucifer? Pasti Tuhan bukan? Sehingga dapat dikatakan dibalik kejahatan Lucifer sesungguhnya adalah Tuhan… Segala sesuatu berasal dari Tuhan dan segala sesuatu adalah dari pada-Nya. Maka dapat dikatakan, di dalam Lucifer terdapat benih keilahian Tuhan,” merupakan pernyataan dari Ramtha (suatu roh) melalui J.Z. Knight. Knight adalah perantara Ramtha, mencoba menantang Ramtha dengan memberitahukan kepadanya doktrin-doktrin yang telah Knight pelajari semasa kanak-kanaknya di gereja Baptis dan Pentakosta (yang telah ditinggalkannya). Ramtha sangat menekannya sampai akhirnya ia menyerah dan mulai berpikir seperti Ramtha. Hal ini memperlihatkan kepada kita betapa iblis dapat menguasai keinginan manusia. Berdasarkan pernyataan ini, Gerakan Zaman Baru tidak percaya akan adanya roh jahat, iblis atau setan karena “segala sesuatu adalah baik”. Oleh sebab itu mereka tidak percaya akan adanya dosa di dunia ini. Mereka dapat melakukan apa saja tanpa mempertimbangkan adanya hukuman akibat dosa.

*TENTANG DOA—MEDITASI. Gerakan Zaman Baru meyakini pentingnya doa. Cara Gerakan Zaman Baru dalam merenungkan ialah dengan mengosongkan pikiran sendiri dan mengundang roh-roh yang bukan roh TUHAN. Ini didasari oleh prinsip meditasi yang menyatukan pikiran manusia dengan “pikiran universal – alam semesta”. Dengan cara seperti itu, mereka membuka pintu kepada roh-roh jahat. Di dalam “Quartus Report”, John Randolph Price mengatakan kepada pembaca bahwa meditasi adalah kunci untuk mereka menjadi satu dengan Tuhan. Melalui meditasi mereka dapat bersekutu dengan “Kristus” yang di dalam “Guru”. Setiap pagi pemimpin meditasi mereka akan mengundang roh tersebut dengan kata-kata seperti ini, “Yang terkasih Yesus yang di dalam-Allah yang hidup dari segenap batinku –dengan rendah hati saya mengundang Engkau untuk berpikir melalui saya sekarang…”

Konklusi dan Solusi
Artikel ini berjudul memahami Gerakan Zaman Baru Secara Proporsional. Maksudnya adalah menilai Gerakan Zaman Baru dengan benar sesuai firman Tuhan. Dasar penilaian dan pemahamannya adalah ALKITAB. Proporsional juga berarti tidak melakukan tindakan generalisasi. Misalnya, mendengar istilah berpikir positif lalu dengan cepat menghakimi bahwa orang tersebut telah terimbas ajaran Gerakan Zaman Baru. Padahal, Alkitab sendiri menganjurkan untuk berpikir postif. Rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Filipi. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”. [Filipi 4:8]. Bukankah ini juga berpikir positif? Dalam keterpurukannya, Ayub berpikir positif tentang Tuhan. “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal [Ayub 42:2]. Siapa dapat menyangkal bahwa ayat itu bukan pikiran postif Ayub terhadap Tuhan? Seandainya Ayub hanya memikirkan Tuhan dari sisi negatif, sudah lama dia meninggalkan Tuhan.

Ternyata, berpikir positif itu sah-sah saja. Tapi, akan menjadi salah ketika berpikir positif itu dikaitkan dengan KEKUATAN PIKIRAN [the power of mind]. Pada tahap ini sudah memasuki area berpusat pada diri sendiri tanpa melibatkan Allah. Dan, inilah yang dilakukan oleh Gerakan Zaman Baru. Berpusat pada kekuatan diri tanpa menghiraukan intervensi Allah. Jelas ini keliru.

Gerakan Zaman Baru mengajarkan bahwa manusia adalah “Tuhan” bagi dirinya sendiri. Manusia dapat menyelamatkan dirinya karena kekuatan yang terdapat di dalamnya. Sangat jelas ini bukan ajaran Alkitab. Alkitab mengatakan sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah [Roma 3:23]. Manusia perlu ditolong. Manusia membutuhkan Juru Selamat. Kepada nabi Yeremia, Tuhan mengingatkan terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! [Yeremia 17:5].

Apabila Yesus ditolak sebagai Juruselamat dan Penebus dosa, ini juga kesalahan fatal. Alkitab mengajarkan manusia telah berdosa. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita [Roma 6:23]. Dan, karena telah berdosa, manusia perlu ditebus dari dosa melalui pengorbanan Kristus [Yesaya 1:18]. Allah memang kasih tapi tidak berarti Allah mengasihi dosa. Allah mengasihi orang berdosa yang mau bertobat. Tapi yang tidak mau bertobat, tetap dihukum.

Ideologi inti dari Gerakan Zaman Baru adalah “pantheisme”: God is all and all is god. Paham ini sama sekali bertentangan dengan apa yang dikatakan Alkitab. Rasul Paulus menjawabnya dengan sangat tepat. “Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua” [Efesus 4:6]. Kembali ke agama alam jelas tidak ada faedahnya. Bukankah alam semesta ini ciptaan Tuhan? Mengapa tidak datang langsung kepada Sang Pencipta?

Gerakan zaman baru menganut pandangan: tidak ada kebenaran yang absolut karena semua agama tidak lebih dari sekadar jalan menuju Tuhan (pluralisme). Pemahaman ini sangat bertentangan dengan kesaksian Alkitab dalam Injil Yohanes 14:6 dan Kisah Para Rasul 4:12. Baik Yohanes maupun Kisah Para Rasul tegas menyatakan KESELAMATAN HANYA DI DALAM DAN MELALUI TUHAN YESUS KRISTUS. Jalan ke Roma memang banyak, namun jalan ke Surga hanya satu—Yesus Kristus.

Berdoa adalah tindakan sadar untuk bersekutu dengan Bapa Surgawi dan bukan mengundang roh-roh lain. Apalagi, tindakan menyatu dengan alam semesta. Tatkala kita berdoa, Roh Kudus hadir dan membantu agar kita berdoa sesuai kehendak Bapa. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. [Roma 8:26]. Jika Gerakan Zaman Baru mengajarkan berdoa adalah meminta roh-roh lain, jelas ditentang oleh firman
Tuhan.

Mencermati latar belakang dan ajaran inti Gerakan Zaman Baru, seharusnya menyadarkan kita untuk tidak terjerumus dalam tipu muslihatnya yang menyesatkan. Walau nampaknya “rohani” namun sesungguhnya jerat telah terpasang untuk mengelabui kita agar masuk dalam jebakannya. WASPADA itulah kata yang tepat untuk selalu diingat. Bukankah Tuhan berkata, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3).

————-
Penulis, seorang rohaniwan dan jurnalis. Redaktur Pelaksana Majalah Rohani Populer BAHANA dan Penulis buku-buku Rohani ANDI Offset di Yogyakarta. Dapat dihubungi melalui email: izega@yahoo.com

Facebook Comments