PEMBATASAN SEPEDA MOTOR KONTRAPRODUKTIF, AISI : Buat Jalur Khusus Sepeda Motor

Friday, September 26, 2008
By susuwongi

JAKARTA , Investor Daily: Pebisnis motor meminta pemerintah untuk membuat jalur khusus untuk pengendara motor guna menekan angka kecelakaan di jalan raya. Cara ini dinilai lebih baik ketimbang memangkas pertumbuhan penjualan motor. “Untuk sementara jalur khusus motor merupakan suatu solusi yang bijaksana ketimbang membatasi pertumbuhan motor,” ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di Jakarta, Kamis (25/9).

Gunadi menilai, jalur khusus motor diperlukan agar motor dapat berjalan dengan benar dan tidak ugal-ugalan. Pemerintah dapat menyediakan jalur khusus motor di sebelah kiri jalan.

Menurut dia, pembatasan sepeda motor merupakan kebijakan kontraproduktif. Selain mematikan industri karena tidak dapat mencapai skala ekonomi, kebijakan ini juga akan merugikan orang banyak. Sebab, saat ini motor merupakan sarana transportasi murah yang dapat dijangkau masyarakat bawah.

Saat ini, kata dia, motor sudah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Kalau sepeda motor dibatasi, masyarakat akan kesulitan dalam mencari sarana transportasi.

“Kalau mau adil, pemerintah juga harus membereskan karut marutnya sarana transportasi kereta api (KA). Kecelakaan dapat terjadi jika penumpang naik di gerbong. Tapi kenapa hal ini dibiarkan,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menegaskan, pertumbuhan sepeda motor dalam jangka menengah panjang harus dikendalikan.

”Harus dikendalikan (pertumbuhan). Namun, caranya bukan dengan mengurangi produksinya tetapi aturannya diperketat,” katanya seperti dikutip Antara.

Dirut PT Jasa Rahardja Didin S Anwar menyatakan persetujuan dan dukungannya jika sepeda motor pertumbuhannya dikendalikan. ”Memang benar, dalam lima tahu terakhir, rata-rata Realisasi santunan Rp 500 miliar hampir 70% melibatkan korban kecelakaan sepeda motor,” katanya

Gunadi menyatakan, maraknya kecelakaan sepeda motor bukan murni disebabkan kelalaian pengendara. Contohnya, tak jarang pengendara motor menabrak pemisah busway. Selain itu, tak jarang motor ditabrak kereta api lantaran tidak ada palang pintu KA di perlintasan.

“Kita harus lihat sumber masalahnya. Jangan hanya liat dari jumlah motor. Seharusnya moda transportasi itu tidak dapat dicampur untuk menghindari kecelakaan,” tegasnya.

Naik 18%
Sementara itu, Dephub mencatat, pemudik sepeda motor tahun ini diperkirakan mencapai 2,5 juta sepeda motor atau naik 18% dari tahun lalu sebesar 2,1 juta sepeda motor.

Total pasar sepeda motor nasional hingga Agustus mencapai 4.291.822 unit, naik 47% dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 2.923.114 unit. Tahun ini pebisnis motor menargetkan penjualan motor nasional menembus 6 juta unit dibanding 2007 sebanyak 4.713.895 unit. (coy)

Sumber: www.investorindonesia.com, 26/09/2008

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930