Pilot: Merpati Mengalami “Wind Shear”

Thursday, September 25, 2008
By nias

MEDAN, RABU- Wind share atau turbulensi (dalam hal ini ke arah horisontal, bukan vertikal) disebut-sebut sebagai penyebab terperosoknya pesawat CN 235 Merpati Nusantara Airlines di Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias, Sumut, Rabu (24/9) pagi tadi.

“Laporan pilot yang kita terima, pesawat itu terperosok ke luar landasan pacu akibat pengaruh ’wind shear’,” kata Kepala Bidang Keamanan, Keselamatan, dan Kelancaran Penerbangan Administrator Bandara Polonia, Chairun Nizar di Medan, Rabu (24/9) malam.

Wind shear atau yang juga disebut turbulence merupakan suatu fenomena berubahnya arah angin dengan kecepatan yang tinggi, baik ke arah horizontal maupun vertikal yang terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu yang singkat, sehingga membahayakan dunia penerbangan.

Menurut Nizar, sesaat setelah mendarat pesawat itu kembali ke Medan pada Rabu malam. Pilot Kapten Sugianto dan Co-Pilot Kapten Theresia mengaku insiden itu terjadi ketika memutar balik pesawat 180 derajat di landasan pacu menuju apron Bandara Binaka.

“Jadi ketika pesawat telah berputar 90 derajat secara tiba-tiba wind shear menghantam badan pesawat sehingga pilot dan co-pilot tidak mampu mengendalikan kemudi yang mengakibatkan roda depan pesawat keluar landasan dan tertanam di tanah,” jelas dia.

Pada kondisi demikian, pilot pesawat memutuskan untuk menurunkan penumpang dan dibantu oleh petugas bandara setempat yang kemudian pesawat didorong ke belakang dan kemudian ditarik menuju apron bandara.

Setelah dilakukan pengecekan pesawat oleh teknisi Merpati di lokasi itu, pesawat jenis CN 235 itu tidak mengalami kondisi kerusakan dan dinyatakan laik terbang oleh kepala bandara setempat serta diizinkan terbang menuju Medan dengan membawa penumpang.

Sebelumnya, dilaporkan, pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ 5428 rute Medan-Gunung Sitoli yang mengangkut 17 orang penumpang dari Medan terperosok di Bandara Binaka ketika memutar arah menuju apron sesaat setelah mendarat.

Kepala Administrator Bandara Polonia, Yuli Sudoso, mengatakan, insiden yang menimpa Merpati itu merupakan insiden kecil, namun maskapai itu akan mendapat teguran.

“Peristiwa ini akan menjadi catatan sendiri bagi Merpati dan untuk itu mereka akan mendapat teguran dari pihak kita. Kejadian ini juga merupakan insiden pertama yang bertepatan dengan H-7 angkutan mudik lebaran tahun ini,” ujarnya. (Kompas, 24 September 2008)

2 Responses to “Pilot: Merpati Mengalami “Wind Shear””

  1. 1
    Ononiha Says:

    Kita patut syukuri bahwa merosotnya CN 235 di Binaka tidak membawa korban bagi penumpang, dan sekarang di himbau kepada airline dalam hal ini Pihak Merpati untuk memaintanance pesawatnya lebih baik lagi. Pengalaman saya juga sewaktu pulang natalan tahun 2007 pada saat take off dari medan pesawat CN 235 bergetar dan bunyi-2 gesekan dan pada saat landing terjadi yang dinamakan hard landing di Binaka maklum pesawat CN-235 kan sudah berusia 20 Tahunan kalau tak salah.

  2. 2
    JoJo Says:

    jojo paling bangga ma pesawat produk buatan indonesia..yah sekali2 hard landing gpp lah, toh baik2 aj kan..klo g mau ngrasain yg aneh plgnnya naik mobil aj..

    yah pastilah merpati memaintanance pesawatny dgn baik..klo g mana berani pilotny nerbangin, apalgi klo bw pnumpang..y g tong.. b)^_^(d

    all the best to u all..

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2008
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930