Gunungsitoli (Nias) – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Nias bersama Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC – International Federation of Red Cross and Red Crescent) hari Sabtu 134 September 2008 turun ke pasar tradisional Lölözasai, Kecamatan Gidö, Gunung Sitoli, Nias, mendemonstrasikan Pertolongan Pertama (First Aid) kepada masyarakat setempat.

PMI Cabang Nias ikut berpartisipasi dalam Hari Pertolongan Pertama Sedunia, untuk kedua kalinya tahun ini. Tema peringatan kali ini adalah Fanolo Si’oföna Ba Wa’aurida – Pertolongan Pertama (PP) dalam Kehidupan Kita. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketrampilan pertolongan pertama bagi semua orang, karena setiap orang memiliki potensi untuk dapat menyelamatkan kehidupan dalam rutinitas sehari-hari maupun dalam situasi kritis. PP yang diberikan berupa jenis PP yang paling sederhana seperti bagaimana mengatasi luka, pendarahan, dan mimisan.

Ya’aman Telaumbanua, Manajer Kesehatan PMI Cabang Nias, mengatakan sangat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan ketrampilan PP karena kondisi jarak-jarak rumah sakit yang jauh dan minimnya fasilitas kesehatan di Nias. ”Dengan memiliki ketrampilan dasar PP, setiap orang mampu memberikan pertolongan awal untuk mengurangi risiko lebih parah sebelum mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit atau Puskesmas,” tambah Ya’aman.

Kepala desa Lölözasai, Ama Juang, berharap bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan karena pengetahuan seperti ini sangat berarti bagi warganya. Sehingga jika ada kecelakaan-kecelakaan kecil, wargapun bisa menangani sebelum dibawa ke rumah sakit. Sementara Ama Martinus (50 tahun) adalah salah seorang warga yang berpartisipasi dengan antusias selalu mengajukan pertanyaan kepada relawan PMI yang menyampaikan materi PP.

Menurut Mariani Gulö, Staf Kesehatan IFRC Nias, diseminasi kesehatan yang dilakukan oleh relawan PMI di Nias sudah mulai terlihat hasilnya. Program Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (Community Based First Aid – CBFA) yang dijalankan selama satu tahun (Maret 2007-Maret 2008) oleh PMI atas dukungan IFRC sudah menunjukkan bagaimana masyarakat Nias di daerah-daerah pedalaman sudah mulai merubah pola hidup mereka. Hal ini terlihat dari hasil monitoring PMI dengan para relawan desa dan salah satu indikatornya adalah menurunnya tingkat masyarakat yang terserang penyakit, karena selama ini kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat sangat kurang sehingga rentan dengan penyakit.

IFRC memperkenalkan Hari Pertolongan Pertama Sedunia pada 2000. Berawal dari pengalaman Henry Dunant – pendiri Palang Merah Internasional – yang menyaksikan ribuan tentara yang terluka setelah perang Solferino, beliau memobilisasi relawan untuk memberikan Pertolongan Pertama kepada para tentara tanpa diskriminasi. Dan setiap tahunnya lebih dari 100 Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia melakukan kegiatan dan peringatan setiap Sabtu di minggu kedua bulan September.

Setelah hampir 150 tahun, PP dianggap kegiatan yang penting bagi semua anggota Palang Merah/Bulan Sabit Merah, maupun sebagai penyedia pelayanan PP dalam situasi kritis atau untuk melatih masyarakat umum. Dulu PP lebih dikenal sebagai keahlian individu yang memiliki latar belakang medis. Tetapi sekarang masyarakat umum juga merupakan bagian penting untuk dilatih karena efektif dalam menyelamatkan hidup, meningkatkan kesempatan selamat dan meminimalisasikan akibat kecelakaan atau serangan jantung. (cr/brk*)

*Foto-foto kegiatan dapat dilihat di Nias Dalam Gambar.

Facebook Comments