Pasir, Kerang Dibuat Jadi Perhiasan dan Batang Kelapa Jadi Perabot

Friday, September 12, 2008
By nias

Yayasan RAI Nias adakan pelatihan terhadap 56 wanita Nisel (Nias Selatan), untuk meningkatkan PKS (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) yang lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Pelatihan yang dilaksanakan mulai tanggal 8 s/d 18 September 2008 diikuti 21 mahasiswi dan 34 kaum ibu untuk membuat perhiasan dari kerang dan pasir yang banyak ditemukan di pantai Nias.

Pelatihan dilakukan di gedung Training Centre RAI Nias di Teluk Dalam Nias Selatan yang baru selesai dibangun Agustus lalu dengan nilai Rp 3 M dari Reconstruction Aceh-Nias Trans Fund (RANTF-BRR) NAD-Nias .

Pengurus yayasan Anton Nomberi SE MA didampingi Team Leader Sitasi Zagõtõ MA, Kabid Pemberdayaan Perempuan Nisel dan nyonya Sekda Nisel Dra Alina Zebua di gedung Training Centre RAI Nias Teluk Dalam (8/9) saat pembukaan pelatihan pemberdayaan perempuan mengatakan RAI Nias terpanggil melatih warga Nias Selatan karena Nias banyak memendam potensi tetapi masih kurang dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan.

Pohon kelapa yang digunakan sebagai bahan perabot adalah yang sudah berumur di atas 60 tahun, ujar Anton sembari mengatakan kulit kerang dan pasir laut banyak yang bagus untuk digunakan sebagai perhiasan.

Untuk membantu warga Nias dalam membuat perabot dan perhiasan didatangkan pelatih dari taman seni Ancol Jakarta.

Juli lalu sudah dilatih peserta pria sebanyak 8 (delapan) kelompok dengan jumlah 10 orang/kelompok di bidang pembuatan perabot.

Biaya pelatihan diperoleh antara lain dari RANTF-BRR (Aceh-Nias). Khusus untuk peserta pelatihan membuat perabot mendapat 1 (satu) unit peralatan.

Salah seorang peserta pelatihan bernama Duma menjawab wartawan SIB mengatakan ia sudah mendapat pesanan 20 tempat tidur dari batang kelapa. (SIB, 12/09/2008)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2008
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930