Jembatan Sauwa (Sa’ua) Penghubung Nias dan Nias Selatan Nyaris Ambruk

Telukdalam, (Analisa) — Akibat penggalian pasir terus menerus dilakukan warga di sekitar Muara Sungai Sa’ua kecamatan Teluk dalam, Jembatan Sauwa penghubung Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan (Nisel) nyaris ambruk.

Pantau Analisa di lapangan, Senin (8/9) kondisi jembatan itu tampak sudah mulai miring, beberapa pengguna kendaraan khususnya roda empat baik yang dari arah Telukdalam Kabupaten Nisel maupun dari Gunungsitoli Kabupaten Nias sangat berhati-hati melewati jembatan itu, hingga para pengguna jembatan harus menurunkan laju kendaraannya serta ekstra hati-hati, jika tidak bisa masuk sungai.

Meskipun kondisi jembatan jembatan sudah miring, aktifitas warga yang melakukan pengambilan pasir sekitar muara sungai Sa’ua tidak berhenti, terutama di bawah kolong jembatan. Seakan tidak peduli jika jembatan itu jatuh atau roboh.

Di lokasi jembatan, tanah berpasir di salah satu ujung jembatan itu longsor karena tidak kuat menahan beban fondasi jembatan, diikuti lepasnya beton penahan ujung jembatan, hingga salah satu ujung jembatan yang hanya menggunakan batang kelapa itu kelihatan miring dan turun serta nyaris menyentuh bibir pasir.

Selain aktifitas penggalian pasir di bawah kolom jembatan, sejak rusaknya jembatan itu terlihat juga warga melakukan pungutan-pungutan liar yang tidak memaksa kepada setiap yang melintas jembatan itu, khususnya pengendara roda empat.

Selanjutnya, dampak dari kerusakan jembatan itu menyebabkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat Nisel terganggu, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti jenis premium dan minyak tanah sangat sulit ditemukan.

“Akibat rusaknya jembatan itu, kami sangat merasakan dampaknya seperti premium dan minyak tanah hingga saat ini sangat sulit untuk didapatkan. Hal itu disebabkan sulitnya kendaraan pengakut BBM melewati jembatan untuk masuk wilayah Telukdalam,” kata Sitasi Zagoto yang juga mantan anggota KPUD Nias saat bertemu dengan Analisa, seusai mengikuti acara pembukaan pelatihan pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan Training Centre RAI Nias, Senin (8/9).

Ia berharap pemerintah daerah dapat secepatnya melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengantispasi terjadi hal-hal yang tidak diingini, karena jembatan itu merupakan salah satu kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal transportasi kebutuhan masyrakat Nisel hari-harinya dari kota Gunungsitoli. (kap)

Sumber: www.analisadaily.com, 10 September 2008

Facebook Comments