MEDAN – Berakhirnya masa kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias pada April 2009, diharapkan tidak menghentikan kegiatan pembangunan infrastruktur dan berbagai prasarana publik di daerah.

“Pemerintah pusat diharapkan tetap konsern terhadap pembangunan di Nias,” kata Plt Kepala Bapedasu Riadil Lubis di sela-sela acara “Diseminasi Informasi Penuntasan Pelaksanaan Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah NAD dan Nias” di Hotel Soechi Medan, Senin (1/9).

Menurut Lubis, masa kerja BRR di NAD-Nias akan berakhir April 2009, padahal proyek pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas publik di daerah, pasca bencana tsunami tiga tahun lalu, belum seluruhnya rampung. Karena itu dibutuhkan kelanjutan pembangunan di Nias, apakah itu oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Menurut Lubis, saat ini masih banyak negara donor yang ingin menyalurkan dananya untuk pembangunan infrastruktur di Nias hingga tahun 2012. Dan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan mempersiapkan strategi dan rencana pembangunan daerah yang komprehensif.

Pemprovsu termasuk Kabupaten Nias dan Nias Selatan akan melanjutkan proses pembangunan itu kepada fase reguler yakni proyek untuk pemerintah pusat ditangani pemerintah pusat dan proyek untuk Pemda ditangani Pemda masing-masing.

Willian Sabandar dari BRR NAD-Nias menyebutkan, jumlah anggaran yang dikelola sejak 2005 hingga 2008 ditambah dengan anggaran APBN untuk penuntasan rehabilitasi dan rekonstruksi 2009 mencapai Rp6 triliun. Rp4,1 triliun di antaranya berasal dari on budget dan Rp1,9 triliun dari off budget.
[win]

sumber: http://www.waspada.co.id, 1 September 2008

Facebook Comments