Pada peringatan 45 tahun pidato Martin Luther King yang terkenal I have a Dream, Senator Barack Obama hari Kamis kemarin menyampaikan pidato bagi rakyat Amerika sebagai calon presiden pertama berlatarbelakang Afrika-Amerika dari sebuah partai besar. Obama menjanjikan pemulihan Amerika sebagai “harapan terakhir dan terbaik bagi semua yang terpanggil untuk kebebasan … dan yang mendambakan masa depan yang lebih baik.”

“Amerika, kita lebih baik daripada delapan tahun terakhir. Negeri kita lebih baik dari ini,” kata Obama, yang berbicara di depan sekitar 84,000 massa pendukungnya pada malam penutupan Konvensi Nasional Partai Demokrat di Invesco Field – Mile High, di mana dia secara resmi menerima pencalonanan dirinya sebagai calon presidean dari Partai Demokrat.

Pidato Obama kepada partainya dan Amerika bertujuan membangkitkan kembali impian Martin Luther King akan keadilan dan persamaan hak. Obama menyampaikan pidatonya dengan setting dan skala yang menyerupai pidato King di hadapan 250,000 di Lincoln Memorial.

Pidato Obama yang diberi judul “Janji Amerika” merupakan salah satu dari pidato yang dinanti-nantikan dalam satu generasi dan mengingatkan kembali kenangan akan kisahnya sebagai putra dari “seorang pemuda dari Kenya dan seorang gadis muda dari Kansas … yang percaya bahwa di Amerika, putranya akan mencapai apa saja yang dia cita-citakan.”

Disampaikan empat tahun setelah pidato kuncinya pada Konvensi Nasional Demokrat di Boston yang merupakan debutnya sebagai seorang senator muda, pidatonya kemarin memberi tekanan pada imbauannya akan sebuah perubahan. Ia juga mengajak Amerika kembali kepada kepemimpinan yang mampu mengembalikannya “sebagai sebuah keluarga Amerika.”

“Adalah janji yang selalu membuat negeri ini khas, bahwa melalui kerja keras dan pengorbanan, setiap kita bisa mengejar mimpi-mimpi individual kita, tetapi masih tetap bersatu sebagai sebuah keluarga Amerika – untuk memastikan bahwa generasi berikutnya pun bisa mengejar mimpi-mimpinya,” kata Obama kepada massa yang larut dalam keceriaan sambil mengibar-ngibarkan bendera Amerika ketika ia meuju podium.

Obama juga menyerang calon presiden dari Partai Republik John McCain dalam banyak kebijakan termasuk kebijakan bidang ekonomi dan perpajakan.

Obama mula-mula memuji McCain sebagai seorang pahlawan perang, lalu kemudian menyerangnya, dengan menyebutnya sebagai calon yang “senang berbicara tentang pertimbangan matang” tetapi yang menganggap “George Bush benar 90% dari seluruh periode kepemimpinannya”.

Menyangkut keamanan nasional, bidang di mana orang-orang Republik menuduh Demokrat lemah, Obama mengatakan: “Partai kita adalah Partai Roosevelt. Partai kita adalah Partai Kennedy. Jadi, jangan katakan pada saya bahwa Partai Demokrat tidak akan membela negeri ini” yang mendapat sambutan gemuruh dari massa pendukungnya.

Dalam sebuah serangan terhadap motto kampanye Partai Republik, Obama menambahkan: “Jadi saya membawa kabar baik bagi Anda, John McCain … kami semua menempatkan negeri ini di posisi terdepan”.

Mantan walikota San Fransisco Willie Brown mengatakan bahwa tingkat ekspektasi terhadap pidato Obama begitu tinggi karena ia harus berkompetisi bukan hanya dengan istrinya Michelle Obama, Senator Hillary Clinton dan mantan Presiden Bill Clinton – yang semuanya telah memnyampaikan pidato besar pada hari-hari konvensi sebelumnya – tetapi juga dengan dirinya sendiri.

Pidato Obama juga telah membawa gaung luar biasa bagi audiens – terutama keturunan Afrika-Amerika – yang mengatakan momen ini merepresentasikan sebuah momen dalam perpolitikan Amerika yang telah lama ditunggu-tunggu tetapi selama ini sepertinya tak kunjung datang.

Anggota DPR Barbara Lee dari Oakland – yang menyaksikan pidato Obama empat tahun lalu di Boston dan meramalkan saat itu bahwa suatu saat Obama akan menjadi calon presiden dari partainya – mengatakan sebagai seorang keturunan Afrika-Amerika, menyaksikan seorang Afrika-Amerika melangkah ke dalam sejarah kepresidenan Amerika telah “menjadi impian saya selalu.”

Orang-orang Afrika-Amerika, dan anggota Partai Demokrat secara keseluruhan, mulai menyadari bahwa sejak Kamis kemarin ke depan “kampanye akan menjadi semakin berat,” dengan serangan yang makin gencar terhadap Obama dari Partai Republik, kata Barbara Lee. Tetapi, “di sini saya merasakan optimisme. Ketika Anda mengingat kembali bahwa Obama menang di Iowa dan di negara-negara bagian yang menurut mereka mustahil – maka Anda harus mengakui Amerika sedang berubah. Dan kami harus memahami apa-apa yang telah kami raih.”

Pada hari pertama Konvensi, Senator Edward Kennedy dari Massachusetts mengejutkan peserta konvensi dengan kehadirannya di tengah-tengah pergumulannya dengan tumor otak.

“Waktunya kembali untuk generasi baru kepemimpinan”. “Waktunya bagi Obama”, kata Ted Kennedy.

Senator Hillary Clinton, akhirnya menyampaikan dukungan penuh pada pidatonya yang mendapat sambutan hangat dan sekaligus mencairkan suasana beku antara kubu Clinton dan kubu Obama selama ini pada hari kedua konvensi.

“Apakah Anda memilih saya atau Barack Obama, sekaranglah waktunya untuk bersatu sebagai sebuah partai tunggal dengan tujuan tunggal,” kata Hillary Clinton.

Hillary juga menyerang McCain: “Kita tidak membutuhkan empat tahun lagi dari delapan tahun terkhir,” katanya merujuk kepada masa kepresidenan Bush.

Mantan Presiden Bill Clinton, pada hari ketiga, menyampaikan pidato yang berhasil menghapus keraguan akan dukungan pasangan Clinton terhadap Obama, dan yang dinanti-nantikan oleh kalangan Partai Demokrat.

“Barack Obama akan mengeluarkan kita dari perpecahan dan ketakutan selama delapan tahun terakhir dan mengantarkan kita kembali kepada persatuan dan pengharapan,” kata Bill Clinton.

Ditambahkannya: “Jika, seperti saya, Anda masih percaya bahwa Amerika harus selalu menjadi suatu tempat yang dinamakan pengharapan, maka ikutilah Hillary, Chelsea dan saya menjadikan Senator Barack Obama presiden Amerika Serikat berikutnya.”

Tidak lama setelah Obama menyampaikan pidato penerimaan pencalonannya, John McCain langsung menyerang.

“Malam ini, rakyat Amerika menyaksikan sebuah pidato yang menyesatkan yang bertentangan sangat mendasar dengan catatan semangat kesahajaan Obama”, kata kampanye McCain.

“…. ketika pesta kembang api berakhir, dan rantaian kata-kata berhenti … fakta ini tetap: Barack Obama masih belum siap menjadi seorang Presiden.” (SFC/brk*)

Facebook Comments