Foto: Peserta pelatihan dari Pemda dan LSM mempraktekan pengadaan air bersih.

Gunungsitoli – Selama tiga hari penuh 25-27 Agustus 2008, UNICEF melaksanakan pelatihan Air, Sanitasi dan Higien (ASH) di situasi darurat, bagi Pemda Nias dan LSM. 18 peserta mengikuti pelatihan ini masing-masing 9 dari instansi kepemerintahan (Dinas Kesehatan, Kimpraswil, BPM, Satlak, PDAM) dan 9 peserta dari LSM (PMI, UNORC, ACTED, SurfAid, IFRC, SRC, HELP, YPPS, Team & Team, dan CWS). Pelatihan dilaksanakan secara teori dan praktek di lingkungan kantor UNICEF Nias.

Dalam pembukaannya Tim Grieve – Koordinator air, sanitasi dan higien UNICEF Nias menyatakan bahwa ‘Pelatihan ini diharapkan untuk menambah kesiagaan, pemahaman teori dan praktek dalam air bersih, sanitasi dan higien di saat darurat, untuk preiode waktu yang lama sehingga dapat meningkatkan efektifitas tanggap darurat khususnya di bidang air bersih, sanitasi dan higien (ASH)’

Cara pendekatan dan kajian cepat untuk ASH dalam skala waktu yang singkat menjadi bagian dasar dari pelatihan ini termasuk kegiatan promosi higien. Kegiatan praktek dan teknis terkait titik air dan disinfeksi sumur juga tak kalah penting. Peserta belajar bagaimana tanggap dan praktis dalam menyiapkan, menyediakan air yang bersih dalam keadaan darurat yang bersanitasi baik dan higienis.

Secara lengkap pelatihan ini, juga menyampaikan bagaimana para peserta dapat mendirikan toilet dan area mencucu dalam kondisi darurat seperti lokasi penampungan yang sesuai untuk anak dan wanita berdasarkan standar SPHERE. Pembuatan slab jamban yang mudah dibuat tanpa perlu dibeton dan besi tulangan menjadi materi utama tanggap darurat efektif yang tanggap sanitasi dan higienis. (fr/brk-unicef)

Facebook Comments