GUNUNGSITOLI – Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perwakilan Nias telah mengecewakan masyarakat Kecamatan Alasa dan sekitarnya. Kekecewaaan masyarakat disebabkan karena gagalnya pembangunan ruas Jalan Gunungsitoli- Alasa-Tumula yang didanai oleh World Bank berbiaya Rp 120 miliar dan telah ditenderkan pada bulan Juni 2008.

Kekecewaan itu diungkapkan Camat Alasa Talumuzoi, Edison Hulu pada saat beraudiensi dengan Pimpinan BRR Perwakilan Nias Kamis (21/8) di Aula Kantor BRR Perwakilan yang diterima pimpinan BRR Nias William P. Sabandar. Turut hadir para pimpinan partai Kecamatan Alasa, tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Akademisi serta Ketua Persatuan Masyarakat Alasa Bina Kasih, HS. HULU,SE dan tokoh LSM PHP Nias, B.Desman Hulu,BA.

Akibat gagalnya pembangunan jalan menuju Alasa telah menimbulkan amarah dan kekecewaan masyarakat dari 4 kecamatan yaitu Kecamatan Alasa, Hiliduho Alasa Talumuzoi, serta Masyarakat Kecamatan Tugala Oyo, ” dan apabila pada pertemuan audiensi ini tidak ada keputusan dari pihak BRR Nias untuk melanjutkan program pembangunan Jalan ke Alasa, maka masyarakat dari 4 kecamatan akan melakukan demo besar-besaran dan telah mempersiapkan 35 truk untuk mengangkut masyarakat menuju kantor BRR perwakilan Nias”, tegas Edison Hulu.

Ungkapan kekecewaan juga disampaikan Camat Alasa, Adieli Hulu,BA, bahwa kegagalan pembangunan jalan di kecamatan Alasa dan sekitarnya telah mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kecamatan karena rencana pembangunan tersebut telah disosialisasikan secara luas kepada masyarakat agar masyarakat dapat mendukung dan berswadaya, untuk itu diharapkan kepada BRR Perwakilan Nias dapat memenuhi janjinya kepada masyarakat Alasa untuk segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut pada tahun 2008 ini.

Salah seorang Tokoh Pemuda Alasa, Yostinus Hulu,SE yang turut hadir dalam pertemuan mengkritik BRR Nias yang bersikap diskriminatif dan berlaku tidak adil terhadap masyarakat Alasa, karena sudah 3 tahun lamanya masyarakat menunggu pembangunan, namun yang ada dari BRR Nias hanya janji-janji muluk tanpa kenyataan, sedangkan pembangunan di kecamatan lain sudah berjalan pembangunannya.

Sebelumnya juga Bupati Nias telah menyurati BRR perwakilan Nias melalui surat nomor 620/3499/PPW- PPJ/2008 19 Agustus 2008 tentang penanganan jalan terbengkalai ruas Gunungsitoli- Alasa-Tumula. Dalam surat itu Bupati Nias menyampikan, sejak adanya BRR di Kepulauan Nias ruas jalan dimaksud tidak ditangani Pemda Nias disebabkan adanya komitmen IREP/IRRF dan BRR NAD-NIAS untuk merehabilitasi dan merekonstruksi ruas jalan itu, dan mengingat kondisi jalan pada saat ini hampir terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Diharapkan kepada BRR segera merealisasikan pembangunan ruas jalan Gunungsitoli- Alasa-Tumula.

Pimpinan BRR Nias, William P. Sahbandar membantah kalau program pembangunan jalan ruas Gunungsitoli – Alasa – Tumula telah digagalkan oleh BRR NAD-Nias, pihak Donatur dalam hal ini World Bank telah menangguhkan program itu karena proses tender yang dilaksanakan pada bulan Juni 2008 di Banda Aceh telah gagal. Kegagalan disebabkan semua kontraktor yang menawar pekerjaan nilai penawarannya lebih 70 persen dari nilai HVS proyek. “Isu pembangunan jalan ruas Gunungsitoli- Alasa-Tumula tidak dibangun adalah tidak benar, yang ada hanya kendala teknis. Sampai hari ini di Bank Dunia tetap tercatat program pembangunan jalan, namun tidak bisa ditenderkan tahun ini” jelas William

BRR NAD-Nias menggaransi pembangunan jalan ke Alasa akan terlaksana pada tahun 2009, ” BRR telah mengalokasikan dana di APBN TA.2009 sebesar biya pembangunan ruas jalan Gunungsitoli- Alasa-Tumula. Hal ini sebagai antisipasi apabila dana dari World Bank gagal, dan pembangunan jalan ini menjadi prioritas utama pada tahun 2009, tidak ada pembangunan jalan di tempat lain tanpa dibangun ruas jalan dari Gunungsitoli menuju Alasa” tegas William. (Waspada, 23/08/2008)

Facebook Comments