Gunungsitoli – Diduga akibat lemahnya perencanaan , proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan Mo’au sepanjang 30 meter di ruas jalan Propinsi Gunungsitoli-Lahusa Km 39+000 berbiaya Rp 5.984.281.000 yang dikerjakan PT RK hingga tahun ini dipastikan tidak terselesaikan dan dikhawatirkan akan terbengkalai, sebab sampai berakhirnya proses pekerjaan jembatan pada tahun ini, proyek jembatan yang mulai dikerjakan pada bulan Nopember 2007 itu, belum memiliki lantai, sehingga tidak memungkinkan difungsikan pada tahun ini.

Informasi diperoleh menyebutkan, hingga selesainya proyek jembatan Mo’au pada tahun ini, , jembatan rangka baja bantuan BRR tersebut bakal tidak memiliki lantai beton, karena sesuai kontrak, lantai beton belum termasuk dalam item pekerjaan yang akan dikerjakan pada tahun ini. Semestinya, lantai jembatan sudah harus terprogram dari semula dalam perencanaan, sebab bila lantai jembatan belum selesai, jembatan rangka baja Mo’au tidak akan mungkin dapat difungsikan pada tahun ini. Di sisi lain, jembatan sementara (darurat) yang berada persis di samping proyek jembatan rangka baja, kondisinya kini sudah sangat memprihatinkan dan diprediksikan tidak akan mampu bertahan.

Menurut sumber di lapangan, terjadinya revisi perencanaan jembatan akibat perubahan kedalaman tiang pancang baja dari 18 meter menjadi 27 meter atau mengalami penambahan sepanjang 9 meter. Alhasil, anggaran yang semestinya digunakan untuk lantai beton di addendum untuk pembiayaan perpanjangan tiang pancang baja.

Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) pembangunan jembatan Mo’au , Bintang Hutapea ST saat dikonfirmasi via selulernya menjelaskan, perubahan perencanaan jembatan terjadi akibat penyesuaian harga dan perubahan kedalaman tiang pancang baja.

”Kita tidak dapat memprediksikan bahwa akibat kelembaban tanah dan curah hujan, kedalaman tiang pancang menjadi bertambah dari semula 18 meter menjadi 27 meter, sehingga kita dituntut melakukan revisi perencanaan,” ujarnya.

Namun demikian, tambah Bintang Hutapea, pihaknya akan berupaya agar pada tahun 2009 mendatang, proyek jembatan rangka baja Mo’au dapat dilanjutkan hingga selesainya tahap pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) perwakilan Nias melalui Manager Komunikasi dan Informasi Immanuel Migo via selulernya mengatakan, sesuai PP 29 tahun 2000, pihak perencana jembatan rangka baja Mo’au sejauh ini telah melakukan pertanggungjawaban, dibuktikan dengan dilakukannya revisi perencanaan terhadap proyek jembatan Mo’au. (T4/d) (SIB, 7 Agustus 2008)

Facebook Comments