Gunungsitoli – Jembatan Belly Tötöi Km 68+400, belum lama ini sekira pukul 02.10 WIB dinihari ambruk saat dilewati kendaraan jenis trado bermuatan crane. Akibatnya seorang tewas dalam peristiwa itu.

Putusanya jembatan juga mengakibatkan arus lalu lintas yang melintasi ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Gunungsitoli-Kecamatan Lahewa terganggu.

Pantauan Analisa, jembatan yang menghubungkan tiga kecamatan yakni, Lahewa Timur, Lahewa dan Afulu ini, dibangun pada 1990 kondisinya sangat memprihatinkan. Tak hanya itu, jembatan berkontruksi kayu dari pohon kelapa ini, diikat dengan rantai sebagai dudukannya.

Sementara, menurut informasi, sejak Juli 2008 setiap pengendara yang melewati jembatan Belly Totoi ini, harus membayar bea penyeberangan sebesar Rp50 ribu per kenderaan.

Ambruknya jembatan tersebut, KPA BRR perumahan dan Infrastruktur Kabupaten Nias, Ir. Buyung Sitompul, MT bekerjasama dengan PPK Rehab & Rekonstruksi jalan Provinsi Sumatera Utara, IRFF F. Zalukhu, ST mengupayakan penanganan segera dengan merampungkan penggantian rangka jembatan yang diambil dari Workshop BRR perwakilan Regional VI Nias.

KPA BRR perumahan dan Infranstruktur Nias Ir.Buyung Sitompul didampingi PPK Rehab dan Rekonstruksi Jalan provinsi Sumatera Utara, IRFF F Zalukhu kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian mengatakan, jembatan tersebut ambruk akibat tak dapat menampung kapasitas berlebihan.

Dikatakan, dalam tempo dua minggu ditargetkan pemasangan dan perbaikan jembatan yang ambruk dengan menggunakan alat berat untuk mengangkat dari sungai.

Pekerjaan pemasangan dan pembongkaran, tetap dimonitoring pihak KPA dan PPK.

Tewas

Sementara, Kasat lantas Polres Nias, AKP Arif Zega, SH melalui Kanik Aptu M Pasaribu membenarkan adanya korban jiwa pada saat kendaraan trado yang bermuatan crane terjungkal ke sungai tepat di bawah jembatan yang ambruk tersebut.

Korban meninggal dunia, Sumadi (31) penduduk Lingkungan II pasar IV Medan Marelan merupakan kernet truk trado.

“Penyebab ambruknya jembatan ini, karena sopirnya lalai pada saat melewati jembatan tidak memperhatikan kondisi jembatan tersebut. Sehingga pada saat dilewati, jembatan tersebut langsung ambruk dan truk berikut muatannya terjatuh ke sungai dan keneknya meninggal dunia,” jelasnya.

Menurut M Pasaribu, sopir yang mengendarai truk hingga sekarang masih belum melapor ke Lantas Polres Nias dan upaya pengejaran sudah dilakukan kepolisian, yaitu pengambilan keterangan para saksi yang melihat pada saat jatuhnya kendaraan tersebut. (yan/kap) (Analisa, 31/07/08)

Facebook Comments