Demo Desak Bupati Nisel Turun, DPRD Bentuk Pansus

Monday, July 28, 2008
By nias

Nias Selatan – Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia, SH, MH sulit dijumpai seusai didemo ratusan masyarakat Nisel, Selasa (22/07) .

Dalam demontrasi itu pengunjuk rasa meminta Bupati Nisel Fahuwusa Laia,SH, MH agar turun dari jabatannya karena lebih 2 tahun berkuasa dinilai pendemo KKN merajalela, apalagi menurut pengunjukrasa istri oknum Bupati Nisel berinisial AL dan familinya TL (Anggota KPUD Nisel) selalu mengatur arahan berbagai proyek APBD dan jabatan pemerintahan.

Dari penelusuran Koresponden SIB di lapangan Fahuwusa Laia SH MH beserta keluarganya setelah kedatangan ratusan warga pergi melalui Lolowau ke Gunungsitoli. Selanjutnya menuju Medan sehingga massa kecewa dan berjanji akan melakukan aksinya kembali kapan saja Bupati Nisel menginjak ibu Kota Nisel Teluk Dalam. Menurut laporan lain, jumlah pendemo itu disebut ribuan.

Ketua DPRD Nisel DR. Hadirat Manao, SH, S.Sos mengatakan kepada SIB, untuk menenangkan warga Nisel yang berunjuk rasa, maka pihak DPRD Nisel telah membentuk Pansus yang diketuai oleh Elkarya Wau dibantu seorang Sekretaris Wartawan Giawa dan tujuh orang anggota.

Tujuan Pembentukan Pansus tersebut adalah untuk melakukan penyelidikan atau penelitian benar tidaknya yang dituntut rakyat melalui aksi demonstrasi Kamis (16/07) dan Selasa (22/07) baik mengenai pembelian tanah di Silambo dan Alo”oa, kebijakan Pemkab yang disinyalir atas perintah AL (istri Bupati Nisel), campur tangannya famili Bupati Nisel TL (Anggota KPUD Nisel) dalam berbagai proyek APBD, KKN Kabag Keuangan AL dan pengangkatan CPNS dari honorer “siluman” serta pengangkatan tenaga honorer yang melanggar PP nomor 48 pasal 8, tegas Medirat Manao.

Ketua Pansus DPRD Nisel Elkarya Wau yang dikonfirmasikan SIB membenarkan pembentukan Pansus tersebut guna menyelidiki kebenaran tuntutan warga yang berunjuk rasa dan sudah beberapa pejabat Pemkab Nisel yang memenuhi panggilan dewan, kecuali oknum Kabag Keuangan AL, oknum Kabag Umum YUPL,BA dan Bupati Nisel Fahuwusa Laia,SH, MH belum hadir sehingga pihak Pansus akan melayangkan surat panggilan kedua, paparnya.

Sesuai Undang-undang, tegas Elkarya Wau, apabila pada panggilan kedua para oknum pejabat tersebut tidak juga memenuhi panggilan dewan, maka dilakukan upaya paksa dengan meminta bantuan kepolisian, karena Pansus DPRD menargetkan paling lama Rabu (30/07) sudah selesai penyelidikan. “Kita bekerja marathon dari pagi sampai malam supaya tuntutan rakyat dapat terjawab dengan jelas dan akurat”, kata Elkarya Wau.

Menurut Wau, dari hasil kerja Pansus nantinya baru dapat diketahui apakah yang dilakukan para oknum Pejabat Pemkab Nisel ditemukan unsur tindak pidana atau tidak. Apabila ada pidananya maka melalui lembaga DPRD dilanjutkan ke pihak penegak hukum dan bila menyangkut masalah politis akan diserahkan kepada Pimpinan DPRD, jelasnya.

“Pihak DPRD Nisel akan melakukan tugas dengan benar demi warga Nisel dan tidak akan menutupi kebenaran yang ditemukan Pansus. Kita berharap agar para oknum pejabat yang kita panggil menghadiri untuk memberi klarifikasi terhadap semua tuntutan pengunjuk rasa, sebab menurut pengunjuk rasa oknum pejabat akan dijemput kerumahnya seandainya tidak menghadiri panggilan Pansus dan diduga akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan alias hukum rimba, tandas Wau.

Sekretaris Partai PIB yang juga anggota DPRD Nisel Nibezaro Halawa ST meminta warga Nisel untuk tetap bersabar dan mengikuti serta mengawal jalannya tugas Pansus yang telah dibentuk supaya semua yang terjadi bukan hanya sekedar ala politik untuk kepentingan kelompok tertentu melainkan kepentingan rakyat Nias Selatan secara keseluruhan.

Anggota Pansus lainnya Drs Fatolosa Hulu, anggota DPRD Nisel asal Pemilihan Kecamatan Gomo yang dihubungi SIB menjelaskan bahwa Pansus telah bekerja beberapa hari dan sudah mendapatkan keterangan dari beberapa aparat Pemkab Nisel. Para pejabat yang dipanggil mengakui bahwa apa yang disampaikan masyarakat pengunjuk rasa adalah benar.

“Pansus DPRD Nisel bekerja secara proporsional dan akan mengungkapkan apa yang sebenarnya demi masa depan Kabupaten Nias Selatan”, papar Hulu.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Nisel dan juga anggota Pansus kata Fatolosa Hulu, akan selalu mengatakan “benar” jika benar dan “salah” seandainya salah tanpa mau mengecewakan rakyat Nias Selatan. Hasil Pansus akan disampaikan kepada masyarakat, sebab akibat kekecewaan rakyat terhadap pemerintah Nisel selama ini warga telah melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.

Dari pemantauan SIB, situasi di kantor Bupati Nias Selatan sepi akibat Bupati Nisel Fahuwusa Laia,SH, MH tidak masuk kantor, sehingga pejabat yang aktif masuk kantor hanya Wakil Bupati Daniel Duha SH dan Plt Sekda Nisel Herman Laia,SH, M.Hum, sementara rakyat Nisel sangat mengharapkan kedatangan Bupati Nisel untuk mendengar tuntutan rakyat kembali sampai menerima jawaban yang jelas.

Beberapa tokoh masyarakat di Kantor SIB Nias Selatan mengharapkan supaya Bupati Nisel Fahuwusa Laia SH MH segera merealisasikan tuntutan rakyat demi kelancaran roda pemerintahan, pembangunan di Nisel, melakukan penataan aparat pemerintahan dan protokoler sebab selama ini setiap ada rapat pemerintahan ternyata Ny Bupati Nisel AL selalu duduk sejajar dengan unsur Muspida dan ikut mengatur urusan pemerintahan di Nisel. (T-16-SB/c) (SIB, 28 Juni 2008)

4 Responses to “Demo Desak Bupati Nisel Turun, DPRD Bentuk Pansus”

  1. 1
    A.Calvin Zagoto Says:

    Yaahowu, Tolong semua kebenaran informasi itu ditindaklanjutkan jangan sampai ada fitnah2an. Saya tinggal diJakarta dan dua tahun belakangan ini saya ada di Nias selatan, memang sangat tersirat semua betapa bupati yang sangat kita hormati begitu kental transpran kknnya. semua pembaca ini khusus nias selatan hampir seluruh pejabatnya dari daerah pak Bupati. Saya hanya takut para DPRD kita yang kita pilih dan hormat jangan2 juga nuansa kepentingan pribadi/golonganya saja tidak terpenuhi oleh grupnya Bupati. wleh…………mau jadi apa itu nias selatan yang baru seumur jagung.” kasihan masyarakatnya “kalau dulu mottonya ngototnya nias selatan untuk memekarkan diri menjadi kabupaten baru”mae lona’e samake sarawa sacika ba khoda” setelah mekar? kita ucapkan selamat kepada segenap pejabat disana “mereka makmur” semoga masyarakat mengikuti dari belakang. Pertanyaan saya apakah KPK yang sangat kita kagumi itu hanya ada di jakarta? dan tidak ada di nias selatan? silakan pembaca jawab sendiri

  2. 2
    A.Calvin Zagoto Says:

    saya tidak mengerti maksud anda, tapi mungkin begini saran saya kepada seluruh saudaraku pengunjuk rasa anda sampai anarkis semua ada aturan main. Lihat hati nuranimu mana yang harus didukung dan mana yang tidak Saohagolo Ya’ahowu

  3. 3
    filius Says:

    Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih bagi semua pengunjuk rasa atas demonstrasi yang telah dilaksanakan dan atas berbagai tuntutan yang telah disampaikan,tetapi ingat bahwa jangan sampai kita terjebak dalam ranah kepentingan tertentu yang seakan-akan mengklaim bahwa itu demi kepentingan nias selatan. saya sepakat dengan kekritisan saudara-saudara akan tetapi marilah kita kedepankan proses hukum sehingga tidak ada yang dirugikan oleh sebab itu. demonstarsi sah-sah saja akan tetapi anarkhi marilah kita tinggalkan, karena kita adalah masyarakat yang beradab.
    ya,ahowu……!!!

  4. 4
    filius Says:

    Wah………….itu kan baru bagus, artinya DPRD juga tidak mau diam dan tidak mau kalah dengan DPR yang di pusat sana, selamat anda mau bekerja walaupun sudah hampir terlambat karena selama ini anda semua diam-diam saja, walaupun begitu ini saya anggap sebagai suatu kemajuan bagi anggota DPRD NISEL karena mereka mau belajar bagaimana membentuk pansus.
    Mudah-mudahan ini bukan karena agenda pemilu 2009
    ya’ahowu……..!!!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031