Jakarta – Anggota DPRD Nias Selatan (Nisel) Tagolo Manao mengemukakan, Dana Anggaran Khusus (DAK) tahun 2006-2007 Rp11 milyar lebih di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Nias Selatan ditengarai tidak tepat sasaran, bahkan diduga telah terjadi penyimpangan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Alokasi anggaran Rp220 juta untuk setiap Sekolah Dasar (SD) misalnya, yang di dalamnya termasuk pengadaan buku-buku pelajaran, ternyata tidak semua sekolah mendapatkanya. Dan kalaupun ada, penempatannya tidak sesuai dengan isu yang tertuang dalam APBD yang sudah mendapat persetujuan dari DPRD.

Kejadian ini dialami SD Negeri No.076732 Mbolo Kecamatan Hibala, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan untuk SD tersebut, ternyata dipindahkan ke tempat lain, tanpa persetujuan DPRD. Ada pula SD yang menerima anggaran hanya Rp150 juta, yang berarti berkurang Rp70 juta dari anggaran yang sebenarnya.

“Saya heran, mengapa anggaran yang cukup besar itu tidak tepat sasaran, bahkan diduga telah terjadi penyimpangan,” kata Tagolo Manao kepada wartawan ketika dipertanyakan, seputar penggunaan DAK tahun 2006-2007 khususnya di Dinas Diknas Kabupaten Nias Selatan.

Sehubungan dengan itu, Tagolo Manao meminta aparat penegak hukum, baik Polri maupun pihak Kejaksaan agar segera mengusut tuntas permasalahannya, dengan menindak oknum-oknum atau pihak terkait yang terlibat tanpa pandang bulu.

Dia juga berharap, agar Kepala-kepala SD, yang merupakan bawahan dari pejabat Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Nisel, tidak dijadikan sebagai “korban” atau tumbal, karena para Kepala SD itu hanya melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atau instruksi dari atasannya.

Manao memberikan contoh, saat ini ada seorang Kepala SD (tidak menyebut namanya) terpaksa berurusan dengan aparat Kejaksaan setempat, karena diminta pertanggung jawaban, soal penggunaan DAK.

“Kasihan dia, sekarang permasalahannya sudah dilimpahkan ke Pengadilan” kata Manao sembari menyebutkan, kiranya aparat Kejaksaan mengusut dan menindak tegas, siapapun yang terlibat di dalamnya.

Anggota Dewan, yang masih berusia muda ini sesungguhnya tidak bermaksud membela siapa-siapa, termasuk oknum Kepala SD yang kini tengah menghadapi proses hukum. “Saya hanya ingin, agar permasalahannya diletakkan pada proses dan proporsi yang sebenarnya,” tukasnya. (J1/m) (SIB, 21/07/08)

Facebook Comments