<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Nelson Mandela: Amerika Serikat Ancaman Terhadap Perdamaian Dunia</title>
	<atom:link href="http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/</link>
	<description>A website of Nias people, culture and current affairs</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 23:54:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Oli Marunduri</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3708</link>
		<dc:creator>Oli Marunduri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 10:00:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3708</guid>
		<description>arti daripada asbun samadengan TONG KOSONG NYARING BUNYINYA, ya gak neng Alvina...? heeehee...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>arti daripada asbun samadengan TONG KOSONG NYARING BUNYINYA, ya gak neng Alvina&#8230;? heeehee&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alvina</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3661</link>
		<dc:creator>Alvina</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 10:01:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3661</guid>
		<description>Kak Merry manalah berani bang Erix marahin Nelson Mandela... kan dia friend/kenal ama Mandela! Makanya se7 deng bang Sof Lase, biar bang Erix pigi jo nanyain Mandela, baru jelasin ke kitorang maksud Mandela itu apa... klo toh paitua mandela salah baru kitorang marahin jo bareng2... heheeee :)

Trus kitorang jg nungguin jawab bang Erix nih labelisasi "mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik"... klo bang Erix gak bisa buktiin... nah loh anggap aja si abang tu... asbun :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kak Merry manalah berani bang Erix marahin Nelson Mandela&#8230; kan dia friend/kenal ama Mandela! Makanya se7 deng bang Sof Lase, biar bang Erix pigi jo nanyain Mandela, baru jelasin ke kitorang maksud Mandela itu apa&#8230; klo toh paitua mandela salah baru kitorang marahin jo bareng2&#8230; heheeee <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Trus kitorang jg nungguin jawab bang Erix nih labelisasi &#8220;mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik&#8221;&#8230; klo bang Erix gak bisa buktiin&#8230; nah loh anggap aja si abang tu&#8230; asbun <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erix</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3657</link>
		<dc:creator>Erix</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 04:00:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3657</guid>
		<description>Dear Merry Z,

Wah keren juga saran mu itu. I will take it..

Thanks ya,

Salam,

Erix</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Merry Z,</p>
<p>Wah keren juga saran mu itu. I will take it..</p>
<p>Thanks ya,</p>
<p>Salam,</p>
<p>Erix</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Merry Z.</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3652</link>
		<dc:creator>Merry Z.</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 13:08:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3652</guid>
		<description>"Dan tanpa sadar, melalui stigma tersebut, anda telah memberikan izin kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan secara membabi-buta kepada orang-orang yang kebetulan berwarga negara USA."

Mandela aman-aman saja sampe sekarang tuh, Bang ... :)

Trus, Bang Erix mestinya bukan marahin kita-kita ini, tapi marahin Nelson Mandela donk (yang melabel Amerika) dan Presiden Bush yang suka melabel negara-negara yang tak disukainya.

Bang Erix terlalu sensitif yach ... santai aja Bang. Kalau terlalu 'serius' nanti jadi Karl Marx, difalsifikasi sejarah kata Kak Laso. Mending niru Galileo, tenang tapi dihormati sejarah :)

Merry Z.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dan tanpa sadar, melalui stigma tersebut, anda telah memberikan izin kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan secara membabi-buta kepada orang-orang yang kebetulan berwarga negara USA.&#8221;</p>
<p>Mandela aman-aman saja sampe sekarang tuh, Bang &#8230; <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Trus, Bang Erix mestinya bukan marahin kita-kita ini, tapi marahin Nelson Mandela donk (yang melabel Amerika) dan Presiden Bush yang suka melabel negara-negara yang tak disukainya.</p>
<p>Bang Erix terlalu sensitif yach &#8230; santai aja Bang. Kalau terlalu &#8217;serius&#8217; nanti jadi Karl Marx, difalsifikasi sejarah kata Kak Laso. Mending niru Galileo, tenang tapi dihormati sejarah <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Merry Z.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nursalim</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3648</link>
		<dc:creator>Nursalim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 06:30:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3648</guid>
		<description>Termasuk juga hati-hati me-LABELISASI ’mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik’ kepada BANGSA INDONESIA!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Termasuk juga hati-hati me-LABELISASI ’mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik’ kepada BANGSA INDONESIA!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erix</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3641</link>
		<dc:creator>Erix</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 01:48:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3641</guid>
		<description>Dear Netters,

Pada intinya, pemahaman kita sama. Tidak yang berbeda dari apa yang ada dipikiran anda dan saya, ketika memandang USA.

Pelurusan yang saya maksud, agar kita tidak terjebak dalam sentimen yang membabi buta. 

Saya pernah mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan disebuah negara di eropa saya gara-gara labelisasi seperti itu. Kita tahu, pasca bom bali, Indonesia di cap negara teroris. Dan saya orang Indonesia yang kebetulan berada di eropa mengalami hal itu.

Mungkin anda belum (tidak) mengalaminya, bagaimana labelisasi itu telah memakan korban orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan teroris. Ini yang perlu saya ingatkan, melabelisasi USA tanpa jelas alamatnya, berarti telah menstigma orang-orang dari amerika sana sebagai ancaman perdamian. Dan tanpa sadar, melalui stigma tersebut, anda telah memberikan izin kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan secara membabi-buta kepada orang-orang yang kebetulan berwarga negara USA. 

Jadi hati-hati dengan labelisasi jika anda tidak tahu kemana mengalamatkannya..

Salam,

Erix</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Netters,</p>
<p>Pada intinya, pemahaman kita sama. Tidak yang berbeda dari apa yang ada dipikiran anda dan saya, ketika memandang USA.</p>
<p>Pelurusan yang saya maksud, agar kita tidak terjebak dalam sentimen yang membabi buta. </p>
<p>Saya pernah mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan disebuah negara di eropa saya gara-gara labelisasi seperti itu. Kita tahu, pasca bom bali, Indonesia di cap negara teroris. Dan saya orang Indonesia yang kebetulan berada di eropa mengalami hal itu.</p>
<p>Mungkin anda belum (tidak) mengalaminya, bagaimana labelisasi itu telah memakan korban orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan teroris. Ini yang perlu saya ingatkan, melabelisasi USA tanpa jelas alamatnya, berarti telah menstigma orang-orang dari amerika sana sebagai ancaman perdamian. Dan tanpa sadar, melalui stigma tersebut, anda telah memberikan izin kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan secara membabi-buta kepada orang-orang yang kebetulan berwarga negara USA. </p>
<p>Jadi hati-hati dengan labelisasi jika anda tidak tahu kemana mengalamatkannya..</p>
<p>Salam,</p>
<p>Erix</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fidel D Giawa</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3628</link>
		<dc:creator>Fidel D Giawa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 07:51:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3628</guid>
		<description>Untuk Bapak Ama Warisa:
Kita tidak sedang membicarakan orang dalam ariti pergunjingan pak. Jadi tidak ada dosa disini. Kalaupun ini masuk dalam katagori dosa, berarti kita telah berdosa ketika berulang-ulang membicarakan hawa tergoda ular dan memakan buah terlarang. Jadi, kita membicarakan seorang istri yang menghianati suami. Mohon maaf, analoginya terlalu ekstrim.

Untuk Bung Erix:
1. Tak perlulah kita pake teori linguistik segala. Udah jelas tuh yang dimaksud Mr. Mandela adalah USA sebagai negara. 
2. Negara kita juga sudah mengalami kecurangan USA. Bukankah bu Siti Fadila Supari waktu me-launcing buku "Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" sudah menguraikan mendetail bagaimana permainan Amerika? Yang dikemukakan Mr. Mandela dan Menkes RI adalah fakta dan bukan teori.
3. Bung Erix, Mr. Mandel tidak hanya mengkritisi pemerintahan Bush Junior. Beliau mengkritisi kebijakan NEGARA AMERIKA. Persoalan Afghanistan sudah terjadi jauh sebelum Bush Jr berkuasa. So.., Beliau membicarakan peran Amerika SErikat dalam konteks relasi internasional.
4. Hegemoni USA dibantu negara-negara maju di Eropa Barat memang ingin menjadi penguasi oligarki dunia. Oligarki yang menghasilkan relasi eksploitasi terhadap negara-negara berkembang tentunya menjadi ancaman, bung. Ya, ancaman terhadap perdamaian dunia dan bahkan peradaban.
5. Bung Erix, jika mengikuti alur berpikir dan kekhawatiran Anda dalam persoalan penyebutan USA, apakah dengan membicarakan kemiskinan Anda tidak khawatir akan membelah masyarakat dan terhasut konflik antara si kaya dan si miskin? Lagi, jika Anda mengajukan teori kemiskinan struktural dalam membedah kemiskinan, apakah Anda tidak sedang menyebarkan permusuhan antara rakyat (masyarakat Nias) dengan Penguasa (pemerintah yang sah)? 
Maksud saya, proporsional ajalah.... ga usah didramatirisir dengan dalih teori segala. 
6. Pernyataan Mr. Mandela serta apa yang pernah diungkap oleh Menkes RI hanyalah isyarat dari sebuah seruan agar kita membangun kembali tata dunia baru yang lebih berkeadilan sebagaiman pernah diserukan oleh Bung Karno.

Salam, jabat erat, Yaahowu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Bapak Ama Warisa:<br />
Kita tidak sedang membicarakan orang dalam ariti pergunjingan pak. Jadi tidak ada dosa disini. Kalaupun ini masuk dalam katagori dosa, berarti kita telah berdosa ketika berulang-ulang membicarakan hawa tergoda ular dan memakan buah terlarang. Jadi, kita membicarakan seorang istri yang menghianati suami. Mohon maaf, analoginya terlalu ekstrim.</p>
<p>Untuk Bung Erix:<br />
1. Tak perlulah kita pake teori linguistik segala. Udah jelas tuh yang dimaksud Mr. Mandela adalah USA sebagai negara.<br />
2. Negara kita juga sudah mengalami kecurangan USA. Bukankah bu Siti Fadila Supari waktu me-launcing buku &#8220;Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung&#8221; sudah menguraikan mendetail bagaimana permainan Amerika? Yang dikemukakan Mr. Mandela dan Menkes RI adalah fakta dan bukan teori.<br />
3. Bung Erix, Mr. Mandel tidak hanya mengkritisi pemerintahan Bush Junior. Beliau mengkritisi kebijakan NEGARA AMERIKA. Persoalan Afghanistan sudah terjadi jauh sebelum Bush Jr berkuasa. So.., Beliau membicarakan peran Amerika SErikat dalam konteks relasi internasional.<br />
4. Hegemoni USA dibantu negara-negara maju di Eropa Barat memang ingin menjadi penguasi oligarki dunia. Oligarki yang menghasilkan relasi eksploitasi terhadap negara-negara berkembang tentunya menjadi ancaman, bung. Ya, ancaman terhadap perdamaian dunia dan bahkan peradaban.<br />
5. Bung Erix, jika mengikuti alur berpikir dan kekhawatiran Anda dalam persoalan penyebutan USA, apakah dengan membicarakan kemiskinan Anda tidak khawatir akan membelah masyarakat dan terhasut konflik antara si kaya dan si miskin? Lagi, jika Anda mengajukan teori kemiskinan struktural dalam membedah kemiskinan, apakah Anda tidak sedang menyebarkan permusuhan antara rakyat (masyarakat Nias) dengan Penguasa (pemerintah yang sah)?<br />
Maksud saya, proporsional ajalah&#8230;. ga usah didramatirisir dengan dalih teori segala.<br />
6. Pernyataan Mr. Mandela serta apa yang pernah diungkap oleh Menkes RI hanyalah isyarat dari sebuah seruan agar kita membangun kembali tata dunia baru yang lebih berkeadilan sebagaiman pernah diserukan oleh Bung Karno.</p>
<p>Salam, jabat erat, Yaahowu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sof Lase</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3626</link>
		<dc:creator>Sof Lase</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 03:55:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3626</guid>
		<description>Setuju kata Pak Syahrial maksud Mandela ttg Amrik perlu ditanyakan pada Mandela. Kan kata Pak Erix (1): Saya tahu itu karena saya well educate dan paham politik. Dan saya kenal dengan Mandela. 

Kenapa gak tanya Mandela dulu baru kita-kita ini dijelasin maksud Mandela itu apa biar dikit-dikit kita melek politik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju kata Pak Syahrial maksud Mandela ttg Amrik perlu ditanyakan pada Mandela. Kan kata Pak Erix (1): Saya tahu itu karena saya well educate dan paham politik. Dan saya kenal dengan Mandela. </p>
<p>Kenapa gak tanya Mandela dulu baru kita-kita ini dijelasin maksud Mandela itu apa biar dikit-dikit kita melek politik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nursalim</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3621</link>
		<dc:creator>Nursalim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 15:32:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3621</guid>
		<description>Pernyatan 'mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik' ngak ada 'banyak sekali berseleweran di internet' hanya ada diruang komentar artikle ini ajah...!?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pernyatan &#8216;mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik&#8217; ngak ada &#8216;banyak sekali berseleweran di internet&#8217; hanya ada diruang komentar artikle ini ajah&#8230;!?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syahrial P.</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3619</link>
		<dc:creator>Syahrial P.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 14:06:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3619</guid>
		<description>Bapa Erix,

Syukurlah Bapa Erix muncul kembali. Sempat juga saya agak terheran karena oknum lain sempat mengajukan pembelaan kepada Bapa Erix (lihat diskusi kita soal kemiskinan). Lebih parah lagi, beliau itu (Berton) ngakunya berada di Nias seperti Bapa Erix. Siapa pun dia, saya tidak mau peduli. Yang saya pedulikan, Bapa Erix akhirnya muncul kembali dan menghangatkan diskusi ini.

***
Agaknya benar dugaan saya ... bahwa Bapa Erix sibuk sendiri, kalang-kabut sendiri, gusar sendiri soal pernyataan Mandela. Saya sih menganggapnya biasa-biasa saja. Saya tidak alergi terhadapnya, tidak sampai misalnya mengaburkan fakta seperti ketika Bapa Erix menuduh bahwa barangkali itu salah diterjemahkan oleh Ibu/Bapa Redaksi. Bahkan menuduh wartawannya (pada komen 7): "Kedua, kata ancaman yang ditulis oleh jurnalis (wartawan) yang menurunkan tulisan ini. Ketika si jurnalis menuliskan ulang pernyataan Mandel adalah pesan yang hilang (missing context)."

Dari berbagai tanggapan Bapa Erix di depan, saya berkesimpulan bahwa versi Bahasa Inggris artikel itu baru Bapa Erix baca setelah saya menunjukkan kebohongan pernyataan Bapa Erix di depan, suatu hal yang agak tidak wajar bagi seorang yang menamakan diri peneliti.

Hal-hal di atas mendandakan Bapa Erix dihantui sendiri oleh pemikirannya sendiri ... tanpa alasan yang jelas. (Kaitannya dengan diksusi tentang kemiskinan di Nias akan menyusul).

Bapa Erix terkesan begitu gusar, seakan-akan pernyataan Mandela itu akan membawa efek dahsyat bagi para pembaca. Sampai-sampai Bapa Erix menuduh: "mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik". (Jawaban Bapa Erix kepada Pak Nursalim kelihatan sekali jawaban yang tak terarah ... karena tak mampu memberikan jawaban yang jernih. Orang yang dihinggapi ilusi memang susah memberikan pernyataan yang jernih).

Katakanlah 'benar' pernyataan Bapa Erix bahwa "mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik". Tetapi mereka tidak sampai gusar atau pusing sendiri seperti Bapa Erix toh :)

***
Hal-hal di atas akhirnya membawa saya sampai pada kesimpulan: 'pergolakan pemikiran yang tak terarah' dalam diri Bapa Erix itu melahirkan ilusi dalam diri Bapa Erix. Sampai-sampai artikel sesingkat "Menelusuri Akar Kemiskinan Nias" itu butuh waktu bertahun-tahun untuk menyiapkannya (ini pengakuan Bapa Erix snendiri lho). Sampai-sampai pernyatan Mandela itu membuat Bapa Erix begitu gusar sehingga menghalalkan segala cara untuk membenarkan argumen Bapa Erix.

Bapa Erix: "Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda : Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??"

Mengapa hal itu dipertanyakan kepada saya? Saya tak pernah mempermasalahkan pengertian "USA" dalam pernyataan Mandela (baca baik-baik semua komentar saya supaya jangan timbul ilusi baru dalam diri Bapa Erix :) )

***
Bapa Erix (komen 1): "Saya bisa menangkap dengan jelas siapa yang dimaksud Mandela sebagai Ancaman."

Bapak Erix (komen 1): "Dan apa yang Mandela katakan adalah fakta yang tidak terbantahkan.."

Bapak Erix (komen 1): "Pertama, penyataan Nelson Mandel yang menyebut Amerika sebagai Ancaman adalah pernyataan politik yang ditujukan kepada pemerintahan George Walker Bush. Itu yang saya maksud dengan tidak terbantahkan lagi."

Ketiga kutipan tulisan Bapa Erix itu seharusnya membawa kita kepada kesimpulan bahwa Bapa Erix tahu betul, yakin sekali, siapa "USA" yang dimaksudkan Mandela.

Maka saya heran dan terkejut, ketika Bapak Erix menanyakan kepada saya - Syahrial P. - yang tak pernah mempertanyakan atau mempermasalahkan pernyataan Mandela tentang Amerika Serikat, pertanyaan berikut: "Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda: Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??" 

Apakah Bapa Erix akhirnya tak yakin dengan berbagai pernyataannya sebelum ini? Bisa jadi. Saya sendiri juga tak yakin, bahwa Bapa Erix tahu siapa "USA" yang dimaksudkan Mandela, walau Bapa Erix telah "berbusa-busa" menjelaskan: baik dari sisi bahasa, maupun dari fakta yang telah didistorsi oleh Bapa Erix.

Bapa Erix, sama seperti anda, saya juga tidak mampu menjawab pertanyaan Bapa Erix. Tanyakanlah kepada Mandela :)

Salam,

Syahrial P.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapa Erix,</p>
<p>Syukurlah Bapa Erix muncul kembali. Sempat juga saya agak terheran karena oknum lain sempat mengajukan pembelaan kepada Bapa Erix (lihat diskusi kita soal kemiskinan). Lebih parah lagi, beliau itu (Berton) ngakunya berada di Nias seperti Bapa Erix. Siapa pun dia, saya tidak mau peduli. Yang saya pedulikan, Bapa Erix akhirnya muncul kembali dan menghangatkan diskusi ini.</p>
<p>***<br />
Agaknya benar dugaan saya &#8230; bahwa Bapa Erix sibuk sendiri, kalang-kabut sendiri, gusar sendiri soal pernyataan Mandela. Saya sih menganggapnya biasa-biasa saja. Saya tidak alergi terhadapnya, tidak sampai misalnya mengaburkan fakta seperti ketika Bapa Erix menuduh bahwa barangkali itu salah diterjemahkan oleh Ibu/Bapa Redaksi. Bahkan menuduh wartawannya (pada komen 7): &#8220;Kedua, kata ancaman yang ditulis oleh jurnalis (wartawan) yang menurunkan tulisan ini. Ketika si jurnalis menuliskan ulang pernyataan Mandel adalah pesan yang hilang (missing context).&#8221;</p>
<p>Dari berbagai tanggapan Bapa Erix di depan, saya berkesimpulan bahwa versi Bahasa Inggris artikel itu baru Bapa Erix baca setelah saya menunjukkan kebohongan pernyataan Bapa Erix di depan, suatu hal yang agak tidak wajar bagi seorang yang menamakan diri peneliti.</p>
<p>Hal-hal di atas mendandakan Bapa Erix dihantui sendiri oleh pemikirannya sendiri &#8230; tanpa alasan yang jelas. (Kaitannya dengan diksusi tentang kemiskinan di Nias akan menyusul).</p>
<p>Bapa Erix terkesan begitu gusar, seakan-akan pernyataan Mandela itu akan membawa efek dahsyat bagi para pembaca. Sampai-sampai Bapa Erix menuduh: &#8220;mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik&#8221;. (Jawaban Bapa Erix kepada Pak Nursalim kelihatan sekali jawaban yang tak terarah &#8230; karena tak mampu memberikan jawaban yang jernih. Orang yang dihinggapi ilusi memang susah memberikan pernyataan yang jernih).</p>
<p>Katakanlah &#8216;benar&#8217; pernyataan Bapa Erix bahwa &#8220;mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik&#8221;. Tetapi mereka tidak sampai gusar atau pusing sendiri seperti Bapa Erix toh <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>***<br />
Hal-hal di atas akhirnya membawa saya sampai pada kesimpulan: &#8216;pergolakan pemikiran yang tak terarah&#8217; dalam diri Bapa Erix itu melahirkan ilusi dalam diri Bapa Erix. Sampai-sampai artikel sesingkat &#8220;Menelusuri Akar Kemiskinan Nias&#8221; itu butuh waktu bertahun-tahun untuk menyiapkannya (ini pengakuan Bapa Erix snendiri lho). Sampai-sampai pernyatan Mandela itu membuat Bapa Erix begitu gusar sehingga menghalalkan segala cara untuk membenarkan argumen Bapa Erix.</p>
<p>Bapa Erix: &#8220;Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda : Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??&#8221;</p>
<p>Mengapa hal itu dipertanyakan kepada saya? Saya tak pernah mempermasalahkan pengertian &#8220;USA&#8221; dalam pernyataan Mandela (baca baik-baik semua komentar saya supaya jangan timbul ilusi baru dalam diri Bapa Erix <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>***<br />
Bapa Erix (komen 1): &#8220;Saya bisa menangkap dengan jelas siapa yang dimaksud Mandela sebagai Ancaman.&#8221;</p>
<p>Bapak Erix (komen 1): &#8220;Dan apa yang Mandela katakan adalah fakta yang tidak terbantahkan..&#8221;</p>
<p>Bapak Erix (komen 1): &#8220;Pertama, penyataan Nelson Mandel yang menyebut Amerika sebagai Ancaman adalah pernyataan politik yang ditujukan kepada pemerintahan George Walker Bush. Itu yang saya maksud dengan tidak terbantahkan lagi.&#8221;</p>
<p>Ketiga kutipan tulisan Bapa Erix itu seharusnya membawa kita kepada kesimpulan bahwa Bapa Erix tahu betul, yakin sekali, siapa &#8220;USA&#8221; yang dimaksudkan Mandela.</p>
<p>Maka saya heran dan terkejut, ketika Bapak Erix menanyakan kepada saya - Syahrial P. - yang tak pernah mempertanyakan atau mempermasalahkan pernyataan Mandela tentang Amerika Serikat, pertanyaan berikut: &#8220;Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda: Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??&#8221; </p>
<p>Apakah Bapa Erix akhirnya tak yakin dengan berbagai pernyataannya sebelum ini? Bisa jadi. Saya sendiri juga tak yakin, bahwa Bapa Erix tahu siapa &#8220;USA&#8221; yang dimaksudkan Mandela, walau Bapa Erix telah &#8220;berbusa-busa&#8221; menjelaskan: baik dari sisi bahasa, maupun dari fakta yang telah didistorsi oleh Bapa Erix.</p>
<p>Bapa Erix, sama seperti anda, saya juga tidak mampu menjawab pertanyaan Bapa Erix. Tanyakanlah kepada Mandela <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,</p>
<p>Syahrial P.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ama warisa</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3617</link>
		<dc:creator>ama warisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 09:58:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3617</guid>
		<description>Anak-anakku tercinta, bertobatlah menggosipkan orang lain. mari gosipkan si multi bencana lagi teror Indonesia tercinta. apalagi sasarannya pulau-pulau kecil tercinta yang ada di Negara ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anak-anakku tercinta, bertobatlah menggosipkan orang lain. mari gosipkan si multi bencana lagi teror Indonesia tercinta. apalagi sasarannya pulau-pulau kecil tercinta yang ada di Negara ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erix</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3611</link>
		<dc:creator>Erix</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 04:12:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3611</guid>
		<description>Pak Syahrial ketemu lagi kita ya…

(1) Memang Mandela tidak menyebut (Bush Administration) disana. Saya sudah jelaskan sebelumnya bahwa memaknai Amerika Serikat itu harus dalam dua arah, pertama sebagai Nation- State dan Administration. Ini penting agar kita kritikan kita jelas alamatnya. 

(2) Saya kutip dikit pernyataan Mandela ya, ” ... the United States of America is a threat to world peace…..”Kalau kita baca teks itu secara harafiah yang dimaksud Mandela itu seolah negara bangsa (nation-state) nya Amerika Serikat. Seolah-olah Mandela mengatakan bahwa semua orang dari amerika serikat sana adalah ancaman bagi perdamaian dunia.

Walau Mandela mengucapkan ”the United States of America”, itu bukan ditujukan kepada seluruh warga negara amerika serikat. Tapi ditujukan kepada pemerintahan AS yang saat ini di kepalai oleh George W. Bush (sistem).

Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda : Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??

(3) Pak Syahrial, komentar anda yang mempersoalkan penjelasan saya yang panjang-panjang. Lalu anda meminta saya untuk pendek-pendek saja. Saya jawab : penjelasan panjang dan pendek itu relatif lho. Saya bisa saja menulis jawaban nomor (1) dan (2) menjadi dua kata yaitu ANALISIS LINGUISTIK. Mungkin itu berguna dan jelas bagi bapak. Tapi tidak untuk yang lain. Dan saya tidak menuliskan penjelesan ini hanya untuk bapak. Tidak ada gunanya punya pengetahuan banyak pak, kalau untuk diri sendiri saja. Begitu lho pak..

(4) Pak Nursalim, jawaban pertanyaan anda itu banyak sekali berseleweran di internet. Bapak tidak perlu menunggu saya, untuk mendapatkan jawaban. Oke

Terima Kasih,

Salam

Erix</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Syahrial ketemu lagi kita ya…</p>
<p>(1) Memang Mandela tidak menyebut (Bush Administration) disana. Saya sudah jelaskan sebelumnya bahwa memaknai Amerika Serikat itu harus dalam dua arah, pertama sebagai Nation- State dan Administration. Ini penting agar kita kritikan kita jelas alamatnya. </p>
<p>(2) Saya kutip dikit pernyataan Mandela ya, ” &#8230; the United States of America is a threat to world peace…..”Kalau kita baca teks itu secara harafiah yang dimaksud Mandela itu seolah negara bangsa (nation-state) nya Amerika Serikat. Seolah-olah Mandela mengatakan bahwa semua orang dari amerika serikat sana adalah ancaman bagi perdamaian dunia.</p>
<p>Walau Mandela mengucapkan ”the United States of America”, itu bukan ditujukan kepada seluruh warga negara amerika serikat. Tapi ditujukan kepada pemerintahan AS yang saat ini di kepalai oleh George W. Bush (sistem).</p>
<p>Nah biar jelas, sekarang saya tanya anda : Lantas USA yang dimaksud Mandela itu siapa ??</p>
<p>(3) Pak Syahrial, komentar anda yang mempersoalkan penjelasan saya yang panjang-panjang. Lalu anda meminta saya untuk pendek-pendek saja. Saya jawab : penjelasan panjang dan pendek itu relatif lho. Saya bisa saja menulis jawaban nomor (1) dan (2) menjadi dua kata yaitu ANALISIS LINGUISTIK. Mungkin itu berguna dan jelas bagi bapak. Tapi tidak untuk yang lain. Dan saya tidak menuliskan penjelesan ini hanya untuk bapak. Tidak ada gunanya punya pengetahuan banyak pak, kalau untuk diri sendiri saja. Begitu lho pak..</p>
<p>(4) Pak Nursalim, jawaban pertanyaan anda itu banyak sekali berseleweran di internet. Bapak tidak perlu menunggu saya, untuk mendapatkan jawaban. Oke</p>
<p>Terima Kasih,</p>
<p>Salam</p>
<p>Erix</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sof Lase</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3608</link>
		<dc:creator>Sof Lase</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 02:38:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3608</guid>
		<description>Diskusi yg menarik, mengapa tak diteruskan? Biar dikit-dikit kita melek politik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diskusi yg menarik, mengapa tak diteruskan? Biar dikit-dikit kita melek politik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nursalim</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3494</link>
		<dc:creator>Nursalim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 00:27:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3494</guid>
		<description>Pernyataan Pak Erix #3 :  Saya cukup berkepentingan untuk menjelaskan hal itu. Karena faktanya, mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik. Akan sangat mudah menyesatkan bangsa yang keadaannya seperti itu. Seperti kelompok Islam keras yang menggunkan labelisasi untuk menjustifikasi kepentingannya.

Kurang jelas Pak bisa sampai di fakta ’mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik’. Apa ada dasar yg kuat Pak menyatakan begitu? 

Bila dicoba uthak-athik pakai diagram venn ’tidak terdidik dengan baik’ dan ’tidak melek politik’ sulit dicerna kedua hal tsb semata-mata ’irisan’ mayoritas. Karna ada yg ’tidak terdidik dengan baik’ dan ’melek politik’; ada yg ’terdidik dengan baik’ dan ’tidak melek politik’; ada juga yg ’terdidik dengan baik’ dan ’melek politik’. 

Jadi bagaimna menerima secara logis keduanya terjadi bersamaan pada mayoritas warga Indonesia? Jangan-jangn pernyatan tsb kurang disadari Pak justru menggunakan labelisasi pada warga Indonesia [untuk menjustifikasi kepentingan Pak karna Pak merasa ’cukup berkepentingan untuk menjelaskan hal itu’].</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pernyataan Pak Erix #3 :  Saya cukup berkepentingan untuk menjelaskan hal itu. Karena faktanya, mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik. Akan sangat mudah menyesatkan bangsa yang keadaannya seperti itu. Seperti kelompok Islam keras yang menggunkan labelisasi untuk menjustifikasi kepentingannya.</p>
<p>Kurang jelas Pak bisa sampai di fakta ’mayoritas warga Indonesia tidak terdidik dengan baik dan tidak melek politik’. Apa ada dasar yg kuat Pak menyatakan begitu? </p>
<p>Bila dicoba uthak-athik pakai diagram venn ’tidak terdidik dengan baik’ dan ’tidak melek politik’ sulit dicerna kedua hal tsb semata-mata ’irisan’ mayoritas. Karna ada yg ’tidak terdidik dengan baik’ dan ’melek politik’; ada yg ’terdidik dengan baik’ dan ’tidak melek politik’; ada juga yg ’terdidik dengan baik’ dan ’melek politik’. </p>
<p>Jadi bagaimna menerima secara logis keduanya terjadi bersamaan pada mayoritas warga Indonesia? Jangan-jangn pernyatan tsb kurang disadari Pak justru menggunakan labelisasi pada warga Indonesia [untuk menjustifikasi kepentingan Pak karna Pak merasa ’cukup berkepentingan untuk menjelaskan hal itu’].</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syahrial P.</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/07/02/nelson-mandela-amerika-serikat-ancaman-terhadap-perdamaian-dunia/#comment-3492</link>
		<dc:creator>Syahrial P.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 13:23:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1986#comment-3492</guid>
		<description>Bapa erix dalam komntarnya 29 Juli 2008 2:39 pm (siang) menulis:

"Saya tidak ahli dalam bahasa Inggris. Namun saya tahu bahwa dalam memaknai kalimat Amerika Serikat (United State/US) harus dalam dua bentuk. Pertama, US sebagai nations-state (bangsa-negara). Kedua, US sebagai administration (pemerintahan). Dalam versi berita berbasis bahasa Inggris ditulis secara jelas sebagai: BUSH ADMINISTRATION (Pemerintahan Presiden Bush). Makna kedua itulah yang di maksud Mandela sebagai Ancaman."

Bapa Erix kayaknya ngarang aja. Saya melihat kembali link yang diberikan Ibu/Bapak Redaksi. Ternyata Mandela dalam wawancara itu tidak menyebut "Bush Administration". Ini antara lain jawaban Mandela atas pertanyaan Newsweek berikut "Why are you speaking out on Iraq? Do you want to mediate, as you tried to on the Mideast a couple of years ago? It seems you are reentering the fray now.

Jawaban Mandela antara lain adalah:
"... If you look at those matters, you will come to the conclusion that the attitude of the United States of America is a threat to world peace....." 

Saya tidak menemukan Mandela menyebut "Bush Administration" ketika menyebut kata 'threat' (ancaman), jadi saya heran juga kalau Bapa Erix yakin seyakin-yakinnya sampai mengatakan "Dalam versi berita berbasis bahasa Inggris ditulis secara jelas sebagai: BUSH ADMINISTRATION (Pemerintahan Presiden Bush)." 

Ditulis secara jelas di mana, Bapak? Ataukah ada versi berita lain yang Bapa baca?

***

Bapa Erix (Komen 7: 6 Agustus 2008): "penyataan Nelson Mandela yang menyebut Amerika sebagai Ancaman adalah pernyataan politik yang ditujukan kepada pemerintahan George Walker Bush. Itu yang saya maksud dengan tidak terbantahkan lagi. Karena memang fakta lah rezim Bush dengan manuver politiknya adalah ancaman bagi dunia."

Tapi dalam komentarnya terdahulu (29 Juli 2008) Bapa Erix menulis: 
"Perlu dicatat bahwa Musuh sebenarnya dalah sistem politik-ekonomi yang ada dibelakang pemerintahan AS dan Inggris. Sistem itu adalah kapilatisme modern (neo liberalisme). Tanpa menyerang sistem itu, mustahil keadaan dunia akan lebih baik. Sekalipun orang seperti BUSH berhasil dilengserkan dari tahtah politik AS."

Bagaimana Bapa Erix menyejajarkan diri dengan Galileo kalau dalam tempo beberapa hari saja muncul kontradiksi dalam pernyataan Bapa? 

***
Saya berharap Bapa Erix 'meluruskan' ini tanpa menulis banyak-banyak - yang menurut saya merupakan kiat Bapak mengaburkan diskusi seperti terjadi pada artikel lain soal kemiskinan itu. Bapak Erix senang "berdebat" yang ilmiah (komen 29 Juli 20008), tapi menulis panjang-panjang tidak selalu ilmiah lho :) Ciri diskusi ilmiah antara lan adalah singkat (kalau bisa dibikin singkat) tetapi jelas.

Saya senang jawaban Bapak soal kesilafan menulis "paskah" itu - singkat tapi jelas (walau pikiran saya juga agak terprovokasi seperti ini: kalau emang itu kesilapan, kenapa silapnya ingat Hari Suci :) )

Syahrial P.
Catatan: mungkin dalam beberapa hari ke depan saya tidak akses internet, tetapi sedapat mungkin saya mengusahakan ikut terus dalam diskusi di situs ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapa erix dalam komntarnya 29 Juli 2008 2:39 pm (siang) menulis:</p>
<p>&#8220;Saya tidak ahli dalam bahasa Inggris. Namun saya tahu bahwa dalam memaknai kalimat Amerika Serikat (United State/US) harus dalam dua bentuk. Pertama, US sebagai nations-state (bangsa-negara). Kedua, US sebagai administration (pemerintahan). Dalam versi berita berbasis bahasa Inggris ditulis secara jelas sebagai: BUSH ADMINISTRATION (Pemerintahan Presiden Bush). Makna kedua itulah yang di maksud Mandela sebagai Ancaman.&#8221;</p>
<p>Bapa Erix kayaknya ngarang aja. Saya melihat kembali link yang diberikan Ibu/Bapak Redaksi. Ternyata Mandela dalam wawancara itu tidak menyebut &#8220;Bush Administration&#8221;. Ini antara lain jawaban Mandela atas pertanyaan Newsweek berikut &#8220;Why are you speaking out on Iraq? Do you want to mediate, as you tried to on the Mideast a couple of years ago? It seems you are reentering the fray now.</p>
<p>Jawaban Mandela antara lain adalah:<br />
&#8220;&#8230; If you look at those matters, you will come to the conclusion that the attitude of the United States of America is a threat to world peace&#8230;..&#8221; </p>
<p>Saya tidak menemukan Mandela menyebut &#8220;Bush Administration&#8221; ketika menyebut kata &#8216;threat&#8217; (ancaman), jadi saya heran juga kalau Bapa Erix yakin seyakin-yakinnya sampai mengatakan &#8220;Dalam versi berita berbasis bahasa Inggris ditulis secara jelas sebagai: BUSH ADMINISTRATION (Pemerintahan Presiden Bush).&#8221; </p>
<p>Ditulis secara jelas di mana, Bapak? Ataukah ada versi berita lain yang Bapa baca?</p>
<p>***</p>
<p>Bapa Erix (Komen 7: 6 Agustus 2008): &#8220;penyataan Nelson Mandela yang menyebut Amerika sebagai Ancaman adalah pernyataan politik yang ditujukan kepada pemerintahan George Walker Bush. Itu yang saya maksud dengan tidak terbantahkan lagi. Karena memang fakta lah rezim Bush dengan manuver politiknya adalah ancaman bagi dunia.&#8221;</p>
<p>Tapi dalam komentarnya terdahulu (29 Juli 2008) Bapa Erix menulis:<br />
&#8220;Perlu dicatat bahwa Musuh sebenarnya dalah sistem politik-ekonomi yang ada dibelakang pemerintahan AS dan Inggris. Sistem itu adalah kapilatisme modern (neo liberalisme). Tanpa menyerang sistem itu, mustahil keadaan dunia akan lebih baik. Sekalipun orang seperti BUSH berhasil dilengserkan dari tahtah politik AS.&#8221;</p>
<p>Bagaimana Bapa Erix menyejajarkan diri dengan Galileo kalau dalam tempo beberapa hari saja muncul kontradiksi dalam pernyataan Bapa? </p>
<p>***<br />
Saya berharap Bapa Erix &#8216;meluruskan&#8217; ini tanpa menulis banyak-banyak - yang menurut saya merupakan kiat Bapak mengaburkan diskusi seperti terjadi pada artikel lain soal kemiskinan itu. Bapak Erix senang &#8220;berdebat&#8221; yang ilmiah (komen 29 Juli 20008), tapi menulis panjang-panjang tidak selalu ilmiah lho <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Ciri diskusi ilmiah antara lan adalah singkat (kalau bisa dibikin singkat) tetapi jelas.</p>
<p>Saya senang jawaban Bapak soal kesilafan menulis &#8220;paskah&#8221; itu - singkat tapi jelas (walau pikiran saya juga agak terprovokasi seperti ini: kalau emang itu kesilapan, kenapa silapnya ingat Hari Suci <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Syahrial P.<br />
Catatan: mungkin dalam beberapa hari ke depan saya tidak akses internet, tetapi sedapat mungkin saya mengusahakan ikut terus dalam diskusi di situs ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
