Gunungsitoli (Yaahowu) – Dalam rangka memperingati Tahun Sanitasi Internasional 2008 sebagai gerakan internasional untuk memperbaiki tingkat sanitasi di seluruh dunia, pada tanggal 26 Juni 2008 Pemerintah Kabupaten Nias bersama UNICEF mencanangkan minggu sanitasi 23-26 Juni 2008, melalui kegiatan kampanye sanitasi di Nias. Berbagai kegiatan digelar untuk mengkampanyekan pentingnya sanitasi dan perbaikan tingkat sanitasi di Nias. Seluruh stakeholder yang terkait dengan kegiatan sanitasi di Nias turut mendukung kegiatan ini. Yakni UNDP, IFRC, CWS HP, Surfaid Internasional, CWS, PNPM KDP, Save The Children Team & Team Indonesia.

Kampanye sanitasi di Nias akan digelar terus menerus sampai akhir tahun. Untuk mengantar kegiatan kampanye tersebut serangkaian kegiatan dicanangkan dalam minggu sanitasi ini. Serangkaian kegiatan tersebut adalah a. Kampanye sanitasi dan promosi Hygiene di beberapa sekolah dasar di Gunungsitoli pada tanggal 23 Juni 2008, b. Diskusi publik ‘Memperbaiki Sanitasi di Nias’ melalui gerakan sanitasi berbasis masyarakat, pada tanggal 25 Juni 2008. c. Pencanangan Gerakan Sanitasi Nias ‘ Bersih diri – Bersih Lingkungan oleh Bupati Nias pada tanggal 26 Juni 2008. Kegiatan komprehensif multistakeholder sanitasi dan kampanye sanitasi melalui media akan terus digelar sampai akhir tahun, melalui radio dan media massa setempat.

Bahwa lebih dari 1 miliar penduduk dunia telah mempunyai akses sanitasi yang baik, selama kurun waktu 14 tahun, namun diestimasikan sekitar 2.6 miliar penduduk dunia termasuk 980 juta anak-anak belum mempunyai akses yang baik.

Anak-anak adalah objek yang paling rentan terhadap penyakit sebagai akibat rendahnya sanitasi. Tiap tahunnya penyakit diare yang disebabkan karena rendahnya sanitasi dan hygiene menyebabkan kematian lebih dari 1.5 Juta anak balita. Di Kabupaten Nias ditemukan lebih dari 5000 kasus diare, dengan kebiasaan buang air besar di tempat terbuka lebih dari 50% penduduk di Pulau Nias, dan hanya kurang lebih 20% dari penduduk kabupaten Nias mempunyai toilet/WC.

Fakta menunjukkan bahwa pembangunan toilet/WC dapat menurunkan diare hingga 35%, dan kebiasaan cuci tangan dengan sabun pada waktu-waktu penting dapat menurunkan diare hingga 47%, oleh karenanya perbaikan sanitasi akan dapat menyelamatkan nyawa anak-anak dan meningkatkan kualitas dan lingkungan hidup mereka.

Sejalan dengan tujuan pembangunan milenium untuk mengurangi separuh dari populasi penduduk dunia tanpa akses sanitasi yang baik pada tahun 2015 maka PEMKAB Nias dan UNICEF bersama dengan stakeholder yang lain menggelar diskusi publik mengenai bagaimana Nias ke depan memperbaiki kondisi sanitasinya kurang lebih 30 peserta dari stakeholder pengambil kebijakan turut berperan serta dalam diskusi ini. Pemaparan kondisi sanitasi secara global nasional dan di Nias disampaikan oleh 5 narasumber yakni Kepala Bappeda, UNICEF, CWS HP, IFRC, dan UNDP. Hasil diskusi publik ini mengantar pada upaya perbaikan layanan dan strategi sanitasi yang lebih baik lagi di masa mendatang di Nias.

Pencanangan Tahun Sanitasi Internasional 2008 , 26 Juni 2008 oleh Bupati Nias akan menjadi awal gerakan puncak kesadaran sanitasi di kabupaten Nias. (FR/UNICEF)

Facebook Comments