Gunungsitoli (SIB)
Guna mendukung perputaran roda perekonomian di Kab.Nias, maka sudah waktunya pasar Ya’ahowu Gunungsitoli bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) berbiaya Rp 21 M dioperasionalkan sebagai pasar modern.

Demikian disampaikan Ketua Komisi C DPRD Nias Damili R Gea SH kepada SIB, Sabtu (21/6) di DPRD Nias menanggapi belum dimanfaatkannya pasar Ya’ahowu sejak diresmikan Mendagri H Mardiyanto pada 16 Mei 2008 lalu.

Menurut dia, pasar mewah Ya’ahowu ke depannya sangat pantas dan cocok dijadikan sebagai pasar eksklusif, mendukung keberadaan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Nias seperti pasar Beringin, pasar Nou dan pasar Pagi.

“Pasar Ya’ahowu nantinya diharapkan sebagai salah satu asset yang mampu menggairahkan sektor perekonomian di Kabupaten Nias,” harapnya.

Menanggapi permintaan Ketua Komisi C DPRD Nias tersebut, Kabag Ekbang Pemkab Nias Toloni Waruwu via selulernya mengatakan, Pemkab saat ini baru dalam tahap membentuk tim pengelola pasar Ya’ahowu.

“Berhubung pasar Ya’ahowu baru diserahterimakan BRR ke Pemkab Nias, maka sejauh ini kita belum bisa memastikan apakah pasar Ya’ahowu nantinya akan dijadikan sebagai pasar eksklusif atau pasar modern yang terpisah dari pasar tradisionil,” katanya. (T4/T15/q) (SIB, 25 Juni 2008)

Facebook Comments