6 Hari Jasad Frater Imanuel Laia Belum Ditemukan, Pencarian Dihentikan Sementara

Monday, June 23, 2008
By nias

Pematangsiantar – Selama 6 hari terhitung sejak, Selasa (17/6), jasad Frater Emanuel Laia, maka siswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Sinaksak Tapian Dolok, terjatuh di Sungai Bahapal, belum ditemukan hingga Minggu (22/6). Untuk melakukan pencarian pihak kepolisian Polres Simalungun dan STFT sekolah tinggi dibantu masyarakat terus menyusuri bibir sungai yang terjal dan sempit dengan arus yang sangat deras.

Pengamatan SIB di Sungai Bahapal Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok, Minggu (22/6) tidak adalagi aktivitas pencarian yang dilakukan masyarakat dan pihak STFT tempat korban menimba ilmu. Pasukan Brimob Pematangsiantar dan TIM SAR dari Medan yang selama ini turut membantu pencarian juga telah meninggalkan Sungai Bahapal.

Di sekitar bibir sungai yang memiliki dinding batu padas terjal, terlihat berbagai macam jenis bunga ditaburkan yang ditengarai sebagai salah satu kepercayaan masyarakat setempat. M Sitanggang salah seorang warga masyarakat, dalam proses pencarian masyarakat juga meminta bantuan “orang pintar” dengan membuat sesaji di lokasi jatuhnya korban namun hingga saat ini juga masih nihil.

Pastor Hari, mewakili STFT Sinaksak, mengatakan saat ini pencarian jasad korban untuk sementara dihentikan karena maka siswa harus kembali belajar terkait pelaksanaan ujian yang semakin dekat. Orangtua korban Panolo Laia di Nias Selatan juga telah diberitahu atas peristiwa yang menimpa korban jatuh terbawa arus sungai Bahapal dan saat ini berada di Kota Pematangsiantar untuk membantu proses pencarian.

“Untuk sementara proses pencarian dihentikan karena siswa harus belajar di sekolah, pencarian telah dilakukan dengan melibatkan masyarakat, kepolisian, Brimob dan Tim SAR dari Medan, namun hasilnya masih nihil.” ujar pastor lewat telepon selulernya.

Sementara itu, sebagian masyarakat di lokasi untuk membantu menemukan jasad korban, berencana akan melakukan ritual/tradisi berupa acara gondang atau wayang pada malam ke tujuh. Tradisi gondang atau wayang dilakukan berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu saat seorang penggembala kerbau jatuh dan hilang selama tiga hari di Sungai Bahapal. Setelah dilakukan ritual wayang jasad korban berhasil ditemukan, ujar Martaan.

Frater Emanuel Laia (22) siswa STFT penduduk Hili Loaza Gowo Nias Selatan terjatuh di sungai Bahapal saat akan mandi bersama enam rekannya, Selasa (17/6) petang. Berbagai upaya pencarian terus dilakukan selama enam hari namun jasad korban belum berhasil ditemukan. Kapolsek Serbelawan AKP J Meliala menambahkan sampai saat ini jasad korban belum ditemukan. (S21/e) (SIB, 23 Juni 2008)

One Response to “6 Hari Jasad Frater Imanuel Laia Belum Ditemukan, Pencarian Dihentikan Sementara”

  1. 1
    twenty sinaga Says:

    frater, boleh kirimin foto frater tuch g?

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2008
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30