Nganjuk (ANTARA News) – Djoko Suprapto mengundang Menristek, Kusmayanto Kadiman untuk turut menyaksikan kemampuannya mengubah air menjadi bahan bakar alternatif (blue energy) dan alat pembangkit listrik “Jodhipati” di rumahnya di Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Kamis (19/6).

“Salah satu yang kami undang besok adalah Pak Menristek,” kata Humas Jodhipati, Catur Suryadi, saat ditemui di rumah Djoko Suprapto di Dusun Turi, Rabu.

Selain Menristek, yang bakal hadir dalam presentasi penemuan Djoko Suprapto adalah Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Masyarakat Teknologi Terbarukan Indonesia (MTTI), Komnas HAM, dan ahli proteksi.

Ditanya mengenai hadirnya perwakilan dari Komnas HAM, Catur mengaku, ada kaitannya dengan masalah hukum yang kini sedang dihadapi bosnya itu.

Sebelumnya, Djoko sempat dikabarkan menghilang dari rumahnya. Bahkan berbagai spekulasi pun bermunculan, termasuk adanya dugaan penculikan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Kemudian Djoko menghadapi gugatan dari pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian meteriil dan immateriil.

Pria berusia 48 tahun itu, dianggap tidak menunjukkan niat baik dan tidak menepati janjinya untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan UMY untuk proyek pembangkit listrik “Jodhipati” senilai Rp1,5 miliar.

Sehari menjelang presentasinya itu, terlihat adanya kesibukan yang cukup berarti di depan rumah Djoko. Beberapa orang sibuk memasang tenda untuk para tamu undangan.

Sedang beberapa pekerja di bengkel yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya itu, juga terlihat sibuk mempersiapkan peralatan yang bakal dipublikasikan.

“Biar besok tidak mengecewakan, semua persiapan sudah kami lakukan sebaik mungkin,” kata Catur menambahkan.

Kendati sudah lama menjadi juru bicara Djoko, namun dia sendiri mengaku tidak mengerti teknologi yang dikembangkan bosnya itu, kecuali hanya bisa menjelaskan bahwa di dalam air terkandung oksigen dan hidrogen.

“Pemisahan dua unsur ini bisa menghasilkan energi panas yang dapat menjadi bahan bakar alternatif. Selama ini Pak Djoko menyebutnya sebagai bahan bakar alternatif, bukan `blue energy` yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan,” kata Catur menerangkan.

Sebelumnya` Djoko telah mempertontonkan kemampuan alat pembangkit Jodhipati dan kemampuannya mengubah air menjadi bahan bakar alternatif di depan Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol (Art) Chrisetyono dan Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Darat (STTAD) Malang, Kapten Budi Santoso, Rabu (18/6) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Budi Santoso, penemuan Djoko Suprapto merupakan hal biasa yang bisa diuji melalui ilmu matematika dan ilmu fisika, sehingga tidak ada yang aneh dalam penemuan tersebut.(*) (Ant)

Facebook Comments