Djoko Suprapto Undang Menristek untuk Saksikan “Blue Energy”

Thursday, June 19, 2008
By nias

Nganjuk (ANTARA News) – Djoko Suprapto mengundang Menristek, Kusmayanto Kadiman untuk turut menyaksikan kemampuannya mengubah air menjadi bahan bakar alternatif (blue energy) dan alat pembangkit listrik “Jodhipati” di rumahnya di Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Kamis (19/6).

“Salah satu yang kami undang besok adalah Pak Menristek,” kata Humas Jodhipati, Catur Suryadi, saat ditemui di rumah Djoko Suprapto di Dusun Turi, Rabu.

Selain Menristek, yang bakal hadir dalam presentasi penemuan Djoko Suprapto adalah Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Masyarakat Teknologi Terbarukan Indonesia (MTTI), Komnas HAM, dan ahli proteksi.

Ditanya mengenai hadirnya perwakilan dari Komnas HAM, Catur mengaku, ada kaitannya dengan masalah hukum yang kini sedang dihadapi bosnya itu.

Sebelumnya, Djoko sempat dikabarkan menghilang dari rumahnya. Bahkan berbagai spekulasi pun bermunculan, termasuk adanya dugaan penculikan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Kemudian Djoko menghadapi gugatan dari pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian meteriil dan immateriil.

Pria berusia 48 tahun itu, dianggap tidak menunjukkan niat baik dan tidak menepati janjinya untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan UMY untuk proyek pembangkit listrik “Jodhipati” senilai Rp1,5 miliar.

Sehari menjelang presentasinya itu, terlihat adanya kesibukan yang cukup berarti di depan rumah Djoko. Beberapa orang sibuk memasang tenda untuk para tamu undangan.

Sedang beberapa pekerja di bengkel yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya itu, juga terlihat sibuk mempersiapkan peralatan yang bakal dipublikasikan.

“Biar besok tidak mengecewakan, semua persiapan sudah kami lakukan sebaik mungkin,” kata Catur menambahkan.

Kendati sudah lama menjadi juru bicara Djoko, namun dia sendiri mengaku tidak mengerti teknologi yang dikembangkan bosnya itu, kecuali hanya bisa menjelaskan bahwa di dalam air terkandung oksigen dan hidrogen.

“Pemisahan dua unsur ini bisa menghasilkan energi panas yang dapat menjadi bahan bakar alternatif. Selama ini Pak Djoko menyebutnya sebagai bahan bakar alternatif, bukan `blue energy` yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan,” kata Catur menerangkan.

Sebelumnya` Djoko telah mempertontonkan kemampuan alat pembangkit Jodhipati dan kemampuannya mengubah air menjadi bahan bakar alternatif di depan Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol (Art) Chrisetyono dan Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Darat (STTAD) Malang, Kapten Budi Santoso, Rabu (18/6) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Budi Santoso, penemuan Djoko Suprapto merupakan hal biasa yang bisa diuji melalui ilmu matematika dan ilmu fisika, sehingga tidak ada yang aneh dalam penemuan tersebut.(*) (Ant)

7 Responses to “Djoko Suprapto Undang Menristek untuk Saksikan “Blue Energy””

  1. 1
    Aktivitas Sarumaha Says:

    Ya’ahowu,
    Salam kenal untuk kita semuanya.
    Terlebih dahulu saya ucapkan banyak terimakasih buat situs Ya’ahowu yang sudah memberikan banyak informasi yang up todate untuk para netters niasonline termasuk isu seputar blue energy yang sedang aktual dibicarakan banyak orang belakangan ini.

    Siapa itu Joko dan kaitannya dengan blue energy akhir-akhir ini mencuat sebagai fenomena misterius di jagad ini. Konon temuan Joko seputar blue energy masih mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Ada yang optimis bahwa temuan ini benar-benar ada, namun ada pula yang pesimis.Tidak adanya publisitas nyata seputar bahan bakar berbahan baku air ini menyebabkan karya maha penting ini masih menjadi teka teki yang belum terkuak.

    Terlepas dari benar tidaknya temuan ini, jika energi alternatif ini sungguh ada, dampaknya wow fantastis. Beberapa masalah yang sedang trend dibicarakan akan dapat dipecahkan.

    Berikut ini ada lima pengandaian yang saya impikan akan terjadi jika blue energi ini benar-benar ada:
    (1) Pemanasan global bisa diredam
    (2) Kerusakan lingkungan dapat diatasi
    (3) Harga kebutuhan pokok menjadi terjangkau
    (4) Perang memperebutkan minyak tidak akan terjadi lagi
    (5) Amerika akan menjadi negara yang jauh lebih ramah. Ujung-ujungnya dunia tempat dimana segala makhluk berpijak akan jauh lebih indah. Semoga saja…

    Apakah netters yang lain punya pengandaian yang sama atau berbeda dari saya?

    Best regards

    Aktivitas Sarumaha

  2. 2
    Adein Says:

    Smoga aja Joko bkn tukang bohong ya… kalau dia benar, penemuannya akan sangat2 bermanfaat utk Indonesia khususnya, apalagi pd saat harga minyak dunia melejit spt ini. Kalau dia benar, negara kita bkn cm dilirik Amerika tp akan pelototi dunia.bgmn tidak, Joko luar biasa! Itu kalau dia benar, tp kalau tidak….kita cm bs berdoa mudah2an harga BBM gak naik trus. Kalau naik lg?! capedeh… marase ita.

  3. 3
    Kapan Maju Says:

    Ya ampun bodohnya rakyat Indonesia, sudah jelas2 bohong, masih juga gajah di depan mata tak nampak, tingkat pendidikan bangsaku bener2 terlalu rendah!!!

  4. 4
    Naif Says:

    Ada 2 jenis orang bodoh, pertama bodoh yang menyadari dirinya bodoh, kedua bodoh yang mengira dirinya pinter. yang kedua ini yang parah. lebih parah lagi sudah bodoh mengira dirinya pinter tukang mimpi lagi.

  5. 5
    tema Says:

    heheheee… bang Naif bisa ajah… si tukang mimpi yg bodoh n ngirain dirinya pinter itu kan kerna… minum ‘tolak angin’… [orang pinter… minum tolak angin…!]. Aqouw ada tebakan nih bang… ‘angin warnanya apa… hayooo???’… klo bisa ngejawab berarti pinter deh… 🙂

  6. 6
    Amiruddin M. Says:

    Membaca komentar teman-teman, aku jadi sadar akan kekurangan dan keterbatasanku. Ternyata satu kalimat bisa mengungkapkan banyak dan sekaligus mengungkapkan sedikit.

    AM

  7. 7
    slamet Says:

    sebagai seorang komentator yang baik sebaiknya jangan saling mengomentari sesama komentar, senaiknya kita berpijak pada prinsip main topik, yaitu penemuan energy baru dari air, secar ilmu kimia memang Air bisa dipecah menjadi unsur H dan O, unsur 2 inilah yang sangat berperan dalam proses pembakaran. Tetapi yang menjadi dilema adalah apakah hasil energy dari AIR efektif. Dalam artian apakh biaya yang dikeluarkan untuk mengubah energy AIR sebanding dengan hasil yang dihasilkan, karena untuk memecahkan unsur air (H2O) menjadi hydrogen dan Oksygen memerlukan proses yang sangat panjang dan memerlukan biya besar,,, kita berdoa saja semoga hasil karya pak Djoko Suprapto benar2 nyata, dan hasilnya dapat dibuktikan secara ilmiah dan menjadi energy alternatif yg sangat EFEKTIF, sehingga akan menjadikan proyek energy bagi negara Indonesia dan paling penting akan dapat mengubah karakter Pak Djoko S. untuk menjadi orang baik dan tidak korupsi lagi dan bertanggung jawab dalam uang biaya penelitian dari universitas. wassalam
    best regard for every body in indonesia.
    slamet haryono dari KSA.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2008
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30