SIMALUNGUN, RABU- Hingga Rabu (18/6) sore tadi, Immanuel Laia (22), mahasiswa Seminari Tinggi Santo Petrus Sibolga yang hilang terseret arus Sungai Bahapal, Simalungun, Selasa (17/6) sore belum juga ditemukan, kendati upaya pencarian terus dilakukan.

Ihwal hilangnya calon pastor itu terjadi saat Immanuel bersama enam kawannya sesama mahasiswa Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologia Santo Yohanes, Simalungun itu terjadi saat mereka hendak mandi di Sungai Bahapal. Mereka terpaksa mandi di sungai yang mengalir di belakang komplek Seminari itu karena air di asrama tak mengalir akibat listrik mati.

Sungai Bahapal terletak tak jauh dari komplek STFT St Yohanes. Dari belakang komplek STFT St Yohanes malah terdapat jalan keluar berupa pintu kecil yang bisa menjangkau tebing dan ladang di pinggiran Sungai Bahapal.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Serbelawan Ajun Komisaris J Meliala, Immanuel terpeleset dari tebing yang memang cukup curam. Arus air Sungai Bahapal dikenal sangat deras. “Korban yang saat itu terpeleset, langsung jatuh ke sungai dan terbawa arus,” ujar Meliala Rabu kemarin. Sedangkan teman-teman Immanuel, yakni Xaverius Syam Surya (24), Georgius Suripto (25), Dusman Lase (22), Deni Alfian (23), San Sinaga (22) dan Ronal Sitanggang selamat.

Meliala menepis dugaan korban terjatuh karena perbuatan rekan-rekannya. “Ini murni kecelakaan, karena tidak ada orang lain selain keenam frater tersebut,” ujarnya.

Pencarian korban hingga sore kemarin masih terus dilakukan oleh tim pencari yang terdiri dari petugas Polres Simalungun, Polresta Pematang Siantar dan SAR Brimob dibantu masyarakat setempat. Selain deras, Sungai Bahapal juga cukup dalam. Di beberapa tempat, kedalaman sungai bisa mencapai tujuh meter. Bahkan penduduk yang sering mencari ikan dengan cara menjala di sungai tersebut menuturkan, mereka sering menemukan adanya palung atau semacam gua di bawah tebing sungai. Sungai Bahapal diapit bebatuan yang membentuk tebing cukup terjal dan curam di kanan kirinya.

“Pencarian akan kami lakukan sampai korban bisa ditemukan. Saat kejadian, ketinggian permukaan sungai masih belum bertambah. Tetapi hujan yang cukup deras pada hari Selasa malam membuat, permukaan air bertambah sampai dua met er saat pencarian kami teruskan,” ujar Meliala.

Tim SAR Brimob pada Rabu sore kemarin terlihat masih belum berani menyelam di kedalaman sungai. Menurut salah seorang anggota Tim SAR, permukaan air bertambah dua meter dibanding hari sebelumnya karena hujan cukup deras yang membuat hulu sungai banjir. Arusnya pun sangat deras, terus terang kami cukup kesulitan kalau harus melakukan pencarian dengan kondisi seperti ini,” ujarnya. Hingga sore kemarin, keluarga korban yang berasal dari Nias Selatan belum datang. (Kompas, 18 Juni 2007)

Facebook Comments