<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Akademisi Harus Bantu Pengembangan Temuan Energi Baru</title>
	<atom:link href="http://niasonline.net/2008/06/02/akademisi-harus-bantu-pengembangan-temuan-energi-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasonline.net/2008/06/02/akademisi-harus-bantu-pengembangan-temuan-energi-baru/</link>
	<description>A website of Nias people, culture and current affairs</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 07:55:54 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: slamet</title>
		<link>http://niasonline.net/2008/06/02/akademisi-harus-bantu-pengembangan-temuan-energi-baru/comment-page-1/#comment-3302</link>
		<dc:creator>slamet</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 17:02:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=1908#comment-3302</guid>
		<description>SUDAH SAAT nya negar kita harus maju,dan berpikir kritis untuk menciptakan temuan temuan eergy baru, karena mengingat negara kita sangat tertinggal dengan produksi2 alat2 canggih atau temuan 2 tekhnology baru, mengingat latar belakang kita , negara indonesia yang sumber kekayaan alamnya jauh lebih banyk dibanding negara2 lain tetapi pengelolaanya menjadi energy sangat kurang, dilihat dari sejumlah lulusan fakultas tekhnik dan fakultas kimia pertahun, tetapi kenapa masih belum bisa memecahkan masalah penemuan energy baru, hal ini yang menjad dilema bagi kita generasi muda umummnya. Dan sudah saatnya mulai dari sekarang kaum generasi muda tidak hanya bisa saja demo ke pemerintahan, dan mengharap2 menjadi PNS, tetapi saatnya generasi muda kita maju dengan penemuan2 ilmiahnya dalam menciptakan energy baru dengan dukungan pemerintah tentunya guna pembiayaan proyek hasil penelitiannya, seperti energy yang dihasilkan dari AIR melalui Hydrolisis, atau pembangkit listrik perumahan dengan energy surya yang di pasang di tiap-tiap rumah, Sudah saatnya kita generasi baru dan negara kita tidak selalu tergantung dengan hasil produk negara lain, dan kita selalu menjadi konsumennya.. kalo begini terus kapan kita akan menjadi negara kaya....selalu di jajah dengan produk dari luar sementara kita selalu sebagai konsumennya....sehinga kebutuhan masyarakat akan selalu tergantung kepada negara...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SUDAH SAAT nya negar kita harus maju,dan berpikir kritis untuk menciptakan temuan temuan eergy baru, karena mengingat negara kita sangat tertinggal dengan produksi2 alat2 canggih atau temuan 2 tekhnology baru, mengingat latar belakang kita , negara indonesia yang sumber kekayaan alamnya jauh lebih banyk dibanding negara2 lain tetapi pengelolaanya menjadi energy sangat kurang, dilihat dari sejumlah lulusan fakultas tekhnik dan fakultas kimia pertahun, tetapi kenapa masih belum bisa memecahkan masalah penemuan energy baru, hal ini yang menjad dilema bagi kita generasi muda umummnya. Dan sudah saatnya mulai dari sekarang kaum generasi muda tidak hanya bisa saja demo ke pemerintahan, dan mengharap2 menjadi PNS, tetapi saatnya generasi muda kita maju dengan penemuan2 ilmiahnya dalam menciptakan energy baru dengan dukungan pemerintah tentunya guna pembiayaan proyek hasil penelitiannya, seperti energy yang dihasilkan dari AIR melalui Hydrolisis, atau pembangkit listrik perumahan dengan energy surya yang di pasang di tiap-tiap rumah, Sudah saatnya kita generasi baru dan negara kita tidak selalu tergantung dengan hasil produk negara lain, dan kita selalu menjadi konsumennya.. kalo begini terus kapan kita akan menjadi negara kaya&#8230;.selalu di jajah dengan produk dari luar sementara kita selalu sebagai konsumennya&#8230;.sehinga kebutuhan masyarakat akan selalu tergantung kepada negara&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

