Presiden George Bush telah melancarkan kampanye propaganda untuk memanipulasi sumber-sumber publik opini guna meyakinkan rakyat Amerika akan perlunya perang di Irak.

Ini dikatakan oleh bekas jurubicara gedung putih Scott McClellan dalam buku memoirnya sepanjang 341 halaman, yang akan mulai dijual minggu depan.

Kata McClellan, yang menjadi suara Gedung Putih selama tiga tahun sejak tahun 2,003, presiden bush tidak terus terang dan jujur dalam menjelaskan kasus Irak itu. Kata McClellan lagi, sejumlah pejabat tinggi gedung putih telah mendorongnya untuk berbohong tentang peran mereka dalam pengungkapan nama seorang agen dinas rahasia CIA tahun 2005.

Agen itu, Valerie plame adalah istri bekas dutabesar Amerika untuk Irak, yang membantah adanya ekspor uranium dari Niger ke Irak.

Pemerintahan Presiden Bush menuduh bahwa Saddam Hussein sedang berusaha membuat senjata nuklir, tapi tuduhan itu tidak terbukti. (Situs Radio Suara Amerika VOA, 28/05/08)

Facebook Comments