BEIRUT, Libanon — Band militer dan pasukan kehormatan menyambut presiden baru Lebanon Michel Suleiman ketika ia memasuki istana kepresidenan untuk memulai tugas mahaberat – menyatukan bangsa Lebanon yang terluka dan merujukkan faksi-faksi politik yang saling bersaing.

Suleiman yang terpilih pada hari Minggu lalu, disambut dengan tepuk tangan para penyambut ketika berjalan di atas karpet merah di perbukitan Baabda dekat Beirut. Sejak November 2007 hingga hari Minggu kemarin Libanon tidak memiliki Presiden ketika Presiden Emilie Lahoud berhenti tanpa pengganti.

Pemilihan Suleiman merupakan sebuah langkah nyata awal dalam perundingan pihak-pihak yang bertikai untuk mengakhiri krisis politik yang memuncak bulan ini dalam bentuk kekerasan terburuk sejak perang saudara 1975-90.

Tembakan meriam sebanyak 21 kali menyambut Suleiman sementara musik militer membawakan lagu nasional Libanon. Selusinan anggota staf larut dalam kegembiraan.

Senin pagi tadi Suleiman berada di bandara Beirut untuk melepas Emir Qatar yang mengusahakan kesepakatan di antara para politisi Libanon minggu lalu yang berakhir dengan pemilihan presiden. Parlemen Libanon sempat 19 kali gagal memilih presiden baru selama 6 bulan terakhir.

Suleiman diharapkan memulai konsultasi dengan pihak legislatif untuk pembentukan sebuah pemerintahan baru secepatnya minggu ini.

“Saya mengajak Anda semua, masyarakat dan politisi, untuk sebuah permulaan yang baru,” kata Suleiman sesudah ia disumpah para hari Minggu. “Mari kita bersatu.”

Suleiman menghadapi tugas mahaberat. Dalam kesepakatan minggu lalu di Doha, Qatar, sebuah kabinet persatuan nasional akan dibentuk di mana Hizbullah dan sekutunya memiliki hak veto.

Kabinet Perdana Mentri Fuad Saniora dianggap berhenti bertugas setelah pemilihan Sulaiman. Tetapi presiden baru meminta Saniora menjadi caretaker sampai kabinet baru dibentuk.

Setelah perdana menteri baru dipilih, perdana menteri akan mengajukan formasi kabinet untuk mendapat persetujuan presiden. Selanjutnya Kabinet membuat pernyataan politik untuk disampaikan kepada parlemen untuk pengesahan.

Berdasarkan kesepakatan Doha, posisi-posisi kabinet akan didistribusikan sebagai berikut: 16 untuk mayoritas, 11 untuk oposisi dan 3 untuk presiden yang mengepalai Kabinet. Kelompok-kelompok juga harus mematuhi pembagian yang sama antara Kristen dan Islam sebagaimana dipersyaratkan dalam perumusan pembagian kekuasaan di Libanon.

Suleiman diharapkan memulai kunjungan regionalnya setelah menerima undangan mengunjungi Mesir dari Menteri Luar Negeri Mesin Ahmed Aboul Gheit yang menghadiri sesi pemilihan hari Minggu kemarin. (AFP/*)

Facebook Comments