Kejari Medan Tahan Kadisdik Sumut dan Bendahara UN

Wednesday, May 14, 2008
By nias

*Terkait Dugaan Korupsi Dana Penyelenggaraan UN Sumut Rp1,5 Miliar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan akhirnya menahan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Taroni Hia berikut Bendahara proyek Ujian Nasional (UN) Manahan Pandiangan dan sejak Selasa (13/8) sore keduanya menjadi titipan Rutan Tanjung Gusta Medan. Keduanya ditahan atas kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Provinsi Sumut 2006-2007.

Diketahui dana penyelenggaraan UN untuk SMP, MTS (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), SMA dan SMK tahun ajaran 2006-2007 dengan total senilai Rp7,5 miliar dari APBN tahun 2006-2007 yang diduga dikorupsi kedua tersangka sehingga menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,5 miliar. Keduanya dikenakan atau melanggar UU No.30 tahun 1999 yang kini telah diperbaharui menjadi UU No.20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana sedikitnya 1-4 tahun penjara.

Sebelum Kejari Medan menetapkan penahanan kedua tersangka, sejak Selasa siang hingga sore kemarin keduanya menjalani pemeriksaan di ruang terpisah lebih kurang selama 4-5 jam. Saat itu Taroni Hia diperiksa oleh Jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Oktario Hutapea SH, sedangkan Manahan Pandiangan diperiksa Jaksa Pidsus Halila SH.

Tebarkan Senyum

Pantauan wartawan di gedung Kejari Medan, selama menjalani pemeriksaan tersangka Taroni Hia yang berpakaian kemeja kehijauan ini tampak menebarkan senyum dan tawa kepada sejumlah wartawan ketika mengabadikan dirinya di ruang pemeriksaan.

Ketika pemeriksaan juga hadir salah seorang staf bendahara Disdik Sumut yakni Viktor Sitompul yang ketika itu dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dana UN.

Taroni Hia selesai diperiksa dan langsung dibawa ke Rutan Tanjung Gusta menaiki mobil Kijang LGX warna silver BK23 PH, sekira pukul 18.00 WIB. Sementara Manahan Pandiangan masih diperiksa dan menyusul dititipkan ke rutan.

Kepala Kejari Medan M Sinaga SH didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan Harly Siregar dan Humas Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) Edi Irsan SH dalam keterangan persnya mengatakan, Taroni Hia dan Manahan Pandiangan dijadikan sebagai tersangka atas tuduhan di antaranya terdapat pertanggungjawaban pembayaran honor yang tidak sesuai dengan kenyataan, pengeluaran biaya perjalanan dinas yang tidak sesuai, serta perjalanan dinas dan biaya konsumsi kegiatan desiminasi UN SMP yang tidak dilaksanakan.

Laporan Masyarakat

Diketahuinya kedua tersangka terlibat dugaan korupsi dana penyelenggaraan UN ini berdasarkan laporan masyarakat dan penyelidikan. Setelah dikaji dan ditelaah dengan dua alat bukti maka ditingkatkan ke penyidikan. Pemeriksaan keduanya lebih kurang dilakukan Kejari Medan selama tiga bulan.

Alasan penahanan kedua tersangka, agar tidak menghilangkan barang bukti dan tidak melarikan diri.

Adapun bukti berupa saksi, dalam kasus ini ada sekitar 70 saksi di antaranya terdapat guru dan kadis-kadis. Bukti lain berupa dokumen-dokumen yang sebagian besar sudah disita pihak Kejari Medan, slip pembayaran bahkan ada sisa uang yang telah dikembalikan ke negara. Hanya saja M Sinaga SH tidak menyebutkan besarannya.

Disinggung dalam kasus ini mengapa Kejari Medan yang melakukan penahanan terhadap kedua tersangka bukan Kejati Sumut, M Sinaga SH menjelaskan, bahwa sama saja siapa yang menangani kasus ini baik Kejari Medan dan Kejati Sumut. Hanya saja dalam kasus ini terkait alokasi dana untuk provinsi bukan termasuk kabupaten/kota, serta lokasinya masih di bawah wilayah Kejari Medan.

M Sinaga SH menambahkan, masih ada kemungkinan pihak lain terlibat dalam kasus ini. Pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus. (dn) (Analisa, 14/05/08)

7 Responses to “Kejari Medan Tahan Kadisdik Sumut dan Bendahara UN”

  1. 1
    EDISON ZAI, S.Pd Says:

    Kami dari Nias sangat bangga dgn ada putra Nias Taroni Hia yg punya kedudukan tinggi pada jajaran Dinas Pendidikan. Bila Pak Taroni Hia tidak terbukti bersalah korupsi, mengapa dia ditahan di Rutan ? Untuk itu mohon dia dibebaskan sesuai asas hukum praduga tak bersalah, dan brikan kesempatan dia membela diri via Pengacara hukum demi nama baik citra pendidikan di Sumatra Utara.

  2. 2
    Firman Says:

    Saya setuju dengan pernyataan Pak Edisan agar Putra Nias Pak Taroni Hia diberikan kesempatan untuk membela diri. karena itu merupakan hak setiap warga negara Indonesia. Memang kalau setiap ada masalah selalu kepala yang dituding, jadi mohon diberikan kesempatan tuk Pak Taroni Hia untuk membela diri sesuai hukum yang berlaku.

  3. 3
    Cardane Syarif Says:

    Saya sangat terkejut ketika sedang melihat tayangan salah satu TV swasta yang menayang gambar Pak Taroni Hia yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Saya berharap agar penegakan hukum terhadap kasus ini betul-betul objetif dan bukan karena faktor politik apa lagi kalau motifnya hanya sebatas kejar target. Terlepas apakah Pak Taroni Hia melakukan atau tidak dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, namun secara hati nurani saya katakan bahwa Pak Taroni hanyalah sebagai korban dari perbuatan orang-orang tertentu yang ada diselilingnya selama ini dangan “AMAT” (Ambil Muka dan Angkat Telor kepada Pak Taroni). Tanya siapa orang-NYA???????

  4. 4
    Yasi Says:

    Kita berharap semua penegak hukum dapt bekerja secara profesional.Mudah-mudahan kasus ini bagi Kejaksaan bukan hanya sekedar mengejar ‘target’. Putra siapapun dia, baik orang Nias atau bukan, adalah tidak menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab dalam institusi tempat dia bekerja. Kita boleh bangga dengan adanya ‘orang Nias’ di lingkungan pemerintahan, tetapi kita akan sangat bangga jika orang Nias melakukan tugasnya sebagai aparatur negara/pemerintah dengan takut kepada Tuhan,berkelakuan yang jujur, bersih,dan bertanggung jawab serta mengedepankan kepentingan dan kemjuan bangsa Indonesia secara umum dan masyarakat Nias khususnya.

  5. 5
    Sudirman Lase Says:

    Saya putra nias yang ada di Tarutung sangat kaget mendengar berita lewat TV bahwa pak Taroni Hia ditahan oleh kejari medan dengan tuduhan korupsi. Namun saya sangat menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang langsung tahan menahan. berikan kesempatan kepada beliau untuk memberikan klarifikasi, penjelasan dan pembelaan, karena beliau bukan penjahat……yang harus dijebloskan di tahanan. Penyelesaian masalah tidak harus dibalik jeruji besi…..

  6. 6
    Franky Says:

    Emangnya orang Nias gk bisa buat salah yah ?? Huebat donk!!

  7. 7
    alma aletta Says:

    aduh, kasian bgt m’baca commentnya mas franky.sentimen amat? ada dendam pribadi ya? atau jgn2 mas franky adalah salah satu tumin (tukang minta) yang ga dikasi duit? well, what a pitty…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2008
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031