Gunungsitoli, (Analisa)

Dalam kunjungan lapangan di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kamis, (8/5) Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Nias bersama wartawan temukan sejumlah proyek Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias yang terbengkalai dan asal jadi.

Proyek terbengkalai dan asal jadi itu, proyek pembangunan gedung Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunungsitoli di Desa Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara dan Proyek Pembangunan Pelabuhan Ikan (PPI) di Desa Teluk Belukar Kecamatan Gunungsitoli Utara. Kunjungan lapangan Tim Pansus DPRD Nias ini dipimpin Drs Foanita Zai didampingi lima anggota Pansus, O. Halawa, Ir Adrianus Zega, Arman Sah Harefa, SE, Alfons Telaumbanua, Dalifati Ziliwu S.Pd

Drs Foanita Zai di tengah peninjauan lapangan di Proyek pembangunan LP Gunungsitoli kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya sangat sangat kecewa dan sedih setelah melihat kondisi bangunan pembangunan gedung LP Gunungsitoli.

Apalagi, kata Drs Foanita Zai dari dua tahap pembangunan gedung LP Gunungsitoli hingga saat ini tidak terawat dan seluruh gedung yang selesai dibangun sudah pada retak dan hancur serta di seluruh lokasi banguan ditumbuhi rumput dan lumut serta tumbuhan lainnya, hingga bangunan yang selesai dibangun itu, bila dilihat tidak tampak seperti bangunan yang tidak punya tuan dan tumbuh liar di tengah hutan.

Seusai meninjau lokasi pembangunan gedung LP Gunungsitoli, Tim Tim Pansus DPRD Kabupaten Nias meninjau lokasi proyek pembangunan PPI di Desa Teluk Belukar Kecamatan Gunungsitoli.

Halawa dalam peninjauan itu kepada wartawan mengatakan, hasil peninjauan mereka di lokasi pembangunan PPI, hal yang hampir serupa yang terjadi pada pembangunan LP Gunungsitoli, pembangunan PPI merurutnya dikerjakan asal jadi, dari peninjauan itu, Tim menemukan beberapa pekerjaan bangunan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan bestek.

Selanjutnya, hasil laporan masyarakat kepada Tim Pansus ada penggalian pasir laut di lokasi pembangunan untuk kepentingan bangunan itu, ternyata benar , hal itu terbukti setelah Tim Pansus meninjau lokasi, di sekitar lokasi bangunan terlihat terdapat kerukan pasir akibat digali yang seharusnya hal ini tidak bisa dilakukan.

Selain itu, pada pembangunan PPI itu juga terlihat tidak terawat serta beberapa gedung pembangunan seperti kantor, gedung jaga dan lainnya sangat disesalkan dibanguan di atas rawa, hingga sulit untuk bisa masuk ke lokasi-lokasi bangunan yang selesai dibangun, hingga pihaknya menduga masih banyak item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan.

Dari dua lokasi proyek BRR perwakilan Nias itu, diduga hanya menghamburkan-hamburkan uang negara milyaran rupiah serta diduga dalam proyek itu terjadi tindak korupsi.

“Hal ini akan segera kita rapatkan di DPRD Kabupaten Nias serta bila perlu hal ini akan segera dilaporkan kepada pihak yang berwewenang yakni, para penegak hukum,” ujar Halawa. (kap) (Analisa, 10/05/08)

Facebook Comments