Oregon – Senator Barack Obama memfokuskan perhatian pada pemlilihan presiden November mendatang dengan menuduh John McCain – calon presiden dari Partai Republik – akan meneruskan berbagai kebijakan Presiden Bush yang telah gagal.

Hari Jumat kemarin Obama mendapat momentum baru dalam usahanya menghadang Hillary Clinton menjadi calon presiden dari Partai Demokrat dengan tambahan dukungan dari tujuh tokoh senior Demokrat dan sebuah serikat pekerja, dan pujian kuat dari Senator John Edwards.

“Mari mengasumsikan Barack kandidat Partai Demokrat karena memang beliau sedang menuju ke sana,” kata Edwards kepada acara “Today” NBC. Dikatakannya, Obama bisa mempersatukan partai dan memiliki kans lebih besar daripada Clinton untuk mengalahkan John McCain pada pemilihan presiden November mendatang.

Dalam kampanye pertama setelah kemenangan besar di North Carolina, Obannma tidak banyak menyinggung Hillary Clinton, sebaliknya ia berfokus pada serangan terhadap John McCain.

Ia mengatakan ia memiliki perbedaan mendasar dengan calon Partai Republik tersebut dalam kebijkan di bidang perang di Irak, pajak, harga bahan bakar gas dan bidang kesehatan.

“John McCain ingin melanjutkan perang di Irak, yang mengorbankan ribuan orang dan menghabiskan miliaran dolar setiap bulan untuk perang yang tidak membuat kita lebih aman,” kata Obama di Beaverton, Oregon.

“Senator McCain ingin menjadi presiden untuk meneruskan kebijakan-kebijakan Bush yang telah gagal.

Clinton Calon Wapres?
Sejak kemenangan besar di North Carolina dan kekalahan tipis di Indiana, Obama sering dicecar dengan pertanyaan tentang calon wakil presiden andaikata ia terpilih sebagai kandidat Demokrat.

Dengan nada diplomatis Obama menjawab bahwa ia masih belum menjadi utusan Demokrat dan membicarakan calon wakilnya kurang tepat. Tetapi kemarin Obama menyampaikan pujian atas kemampuan Clinton: “Dia tidak mengenal lelah. Dia cerdas. Dia mampu. Dan jelas bahwa dia dalam pikiran setiap orang sebagai calon potensial wakil presiden”.

Menurut hitungan MSNBC, Obama mendapat dukungan 1850 delegasi dibandingkan dengan Clinton yang mendapat 1700. Dibutuhkan 2025 suara untuk menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat. Dengan demikian Obama masih membutuhkan 170 dukungan dari 250 superdelegates yang sampai kini masih belum menetapkan pilihan.

Sejumlah tokoh senior Partai Demokrat memperkirakan “dream team” Obama-Clinton akan menjadi pasangan yang sangat kuat untuk menghadang calon Partai Republik John McCain. (*)

Facebook Comments