Catatan: Beberapa waktu yang lalu, Yaahowu mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada Petra Gruber, Koordinator Jaringan Riset Pulau Nias (Nias Island Research Network – NIRN). Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyangkut kegiatan riset Jaringan itu tentang Nias. Jawaban Petra Gruber diterima Redaksi pada tanggal 6 Desember 2007. Berikut adalah versi Bahasa Indonesia wawancara dengan Petra Gruber. Versi Inggris sudah lama ditayangkan dan dapat dilihat di sini. Redaksi masih menunggu izin dari NIRN untuk menayangkan terjemahan sejumlah makalah yang disajikan pada Konferensi Wina bulan Oktober 2006. Selamat mengikuti – (Red.)

Bisakah Anda menjelaskan later belakang pembentukan Jaringat Riset Pulau Nias (Nias Island Research Network) ?

Pembentukan Jaringan Riset Pulau Nias adalah dalam rangka mempertemukan usaha-usaha individual di bidang penelitian budaya, seni dan arsitektur Nias. Ketika kami memulai menyelidiki arsitektur, kami menemukan secara pelan-pelan bahwa orang-orang lain telah melakukan usaha dokumentasi sebelumnya. Untuk memungkinkan informasi ini dan orang yang mengusahakannya mudah diakses, kami memutuskan membentuk sebuah jaringan yang tak begitu kaku dan membuat sebuah situs web, sehingga ke depan akan mudah mengakses karya-karya ini dan menghubungi orang-orang yang mengumpulkannya. Sejumlah peneliti, yang telah meneliti tentang Nias selama 20 tahun, tidak pernah saling bertemu sebelumnya. Kami juga berharap bisa menarik perhatian orang Indonesia yang tertarik atau telah melakukan penelitian mereka tentang Nias. Kami gembira bahwa kami memancing minat Anda melalui inisiatif ini.

Dalam deklarasi Wina tahun 2006, para deklarator Jaringan ini menyatakan “minat dan kepedulian mereka terhadap warisan budaya dan kesejahteraan penduduk Pulau Nias”. Apa saja minat dan keprihatinan NIRN terhadap budaya dan kesejahteraan masyarakat Nias ? Bagaimana NIRN menyikapi keprihatinan ini

Setelah gempa, kami berdiskusi lama tentang bagaimana kami harus menolong. Kami memutuskan melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan – memberikan masukan menurut pengalaman profesional kami sebagai peneliti. Apa yang kami bisa sumbangkan untuk budaya Nias adalah keahlian kami, dan ini berarti dokumentasi dan perekaman dari apa yang bertahan (tersisa) dari berbagai manifestasi unik ini. Dokumentasi sangat penting karena ini akan memungkinkan kekhasan Nias menjadi dikenal (kelihatan) dan mudah-mudahan ini membantu usaha-usaha pelestarian dan pengembangan selanjutnya. Dengan cara ini, hasil-hasil usaha penelitian para pakar internasional akan juga mudah diakses oleh masayarakt Nias sendiri.

Sebagaimana kita lihat dari situs NIRN, NIRN adalah “sekelompok pakar internasional dari berbagai disiplin tentang warisan budaya Nias …” Bagaimana anda mendefinisikan “pakar internasional” dalam konteks ini. Adakah ukuran objektif atau yang lain dari kepakaran seseorang yang berkumpul di Konferensi Wina

NIRN didirikan sebagai ajang para ilmuwan yang memiliki minat riset tentang Nias. Ini adalah jaringan terbuka yang dibentuk oleh orang-orang yang menghadiri konferensi di Wina pada bulan Oktober 2006 dan kami juga mengundang para ilmuwan lain dan orang-orang lain yang berminat untuk berabung ke dalam jarngan itu.

Para peserta Konferensi Wina diseleksi menurut karya dan publikasi mereka yang membuktikan kepakaran mereka dalam bidang etnologi, sejarah seni, seni, arsitektur dan rekonstruksi, dan juga menurut rekomendasi dari sisi-sisi yang berbeda.

Tujuan kami adalah mempertemukan semua peneliti yang diinformasikan kepada kami. Kami juga mengundang perwakilan BRR dan ICOMOS Indonesia, tetapi sayang mereka tidak mengutus wakilnya.

P. Johannes Hämmerle sangat penting bagi kami sebagai sumber informasi. Keberadaannya yang lama di Nias telah menjadikannya seorang pakar – selanjutnya ia mewakili salah seorang dari sedikit sumber informasi tentang budaya Nias. Koleksi-koleksinya tidak disangsikan lagi, sangat penting.

Apakah konferensi Wina yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2006 sebuah konferensi ilmiah di mana makalah yang masuk diperiksa oleh pakar dibidang terkait ?

Konferensi itu diselenggarakan sebagai sebuah konferensi ilmiah dengan tujuan mempertemukan para pakar yang telah melakukan riset di Nias atau yang bekerja di sana melibatkan berbagai disiplin. Peserta diundang karena publikasi ekstensif mereka tentang Nias atau karena rekomendasi. Kami tidak melakukan penyaringan pembicaraan atau makalah karena kami ingin menyediakan ‘panggung’ bagi para peserta untuk menunjukkan aspek-aspek riset yang berbeda tentang Nias seterbuka mungkin. Dalam prakarsa ini kami ingin menciptakan suatu jaringan ilmuwan untuk mempertukarkan hasil-hasil dan mendorong diskusi-diskusi tentang data yang telah ada untuk meningkatkan pengetahuan tentang budaya, kesenian dan arsitektur Nias dalam bentuk kerjasama terbaik. Untuk memulai inisiatif seperti ini dengan sistem penyaringan agaknya kurang tepat menurut kami.

Tema konferensi adalah tentang “Arsitektur Tradisional dan Seni di Nias …”. Mengapa makalah-makalah yang tak terkait dengan topik seperti makalah Prof. Kennerknecht muncul dalam Konferensi itu ?

Menurut kami sangatlah penting memasukkan riset dari disiplin-disiplin lain ke dalam riset tentang arsitektur atau seni. Itu termasuk disiplin-disiplin yang tidak terkait dengan topik pada pandangan pertama. Seperti kami fahami, karya Prof. Kennerknecht akan memberikan pengetahuan baru tentang migrasi orang Nias. Karena gerakan-gerakan migrasi selalu mempengaruhi seni dan arsitektur, hasil dari riset tersebut juga akan menghasilkan aspek-aspek menarik untuk bidang-bidang ini.

Prof. Kennerknecht direkomendasikan oleh P. Johannes Hämmerle. Dia diundang karena informasi tentang genetika orang Nias mungkin bisa membawa informasi tentang migrasi penduduk Nias dan relasi-relasi budaya antara kelompok-kelompok etnik. Ia memberitahukan kami sebelumnya bahwa ia hanya bisa menyajikan hasil-hasil awal. Kami berpendapat makalah itu akan penting untuk tujuan interpretasi warisan budaya untuk mengetahui lebih jauh tentang pola migrasi di Nias.

Dari komunikasi kita sebelumnya Anda memberitahukan bahwa Prof. Kennerknecht pada akhirnya memodifikasi makalahnya yang disebutkan di depan. Mengapa ? Versi mana dari makalah tersebut yang disajikan di Konferensi Wina pada tahun 2006

Pada konferensi itu Prof. Kennerknecht menyajikan kuliah (lecture). Makalah-makalah dalam konferensi itu dikumpulkan dalam kurun waktu 6 bulan sesudah konferensi. Setelah Prof. Kennerknecht menginformasikan kepada kami tentang keluhan-keluhan (di Situs Yaahowu – Red.), kami segera menarik makalah itu dari situs NIRN dan beliau menggantikannya dengan sebuah versi baru. Kami mohon maaf bahwa sejumlah orang merasa tersinggung dan berharap masalah telah selesai dengan versi baru makalah tersebut.

Sebagaimana Anda tahu, sejumlah pengunjung Situs Yaahowu menyampaikan keluhan atas makalah Prof. Kennerknecht tersebut dalam komentar-komentar mereka. Apakah Anda dalam posisi menginformasikan apakah ada isu etika dan isu lain yang seharusnya dipertimbangkan secara baik oleh pembuat makalah tersebut (Prof. Kennerknecht dan P. Johannes) sebelum mengirim dan menyajikan makalah itu di Koneferensi Wina ?

Bahkan sebelum publikasi di situs kami, semua penulis harus menyatakan bahwa mereka sadar tanggung jawab mereka akan materi yang disajikan, termasuk foto-foto. Kami tidak bertanggungjawab atas karya para peneliti lain, dan tidak dalam posisi memoderasi dalam diskusi.

Apa yang mempesona Anda tentang arsitektur dan budaya Nias

Secara pribadi saya hanya bisa bicara sebagai seorang arsitek dan berpendapat bahwa arsitektur Nias adalah sungguh-sungguh unik di dunia. Estetika dan kualitas konstruksi kayu sangat menarik perhatian. Kami sangat terkesan akan relasi yang dalam dengan tradisi.

Kami berpendapat sulit mempertahankan struktur dalam kondisi masyarakat dan ekonomi yang terus berubah,tetapi harus ada tindakan yang dilakukan. Dokumentasi dan informasi atas capaian-capain ini adalah penting. Tidak diragukan lagi, budaya Nias sangat menarik, dan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam dekade-dekade terakhir tentu menyulitkan masyarakat Nias yang harus menjaga keseimbangan antara unsur modern dan tradisi.

Kami sangat terkesan bahwa masyarakat Nias menyambut usaha-usaha kami dengan bersahabat dalam situasi sulit tidak lama setelah gempa; dan kami telah menerima keramahtamahan.

Bisakah Anda ceritakan tentang ‘projek riset interdisipliner’ terhadap arsitektur Nias ? Apa saja hasil-hasilnya sejauh ini dan apa rencana ke depan ?

Projek riset interdisipliner kami mulai pada tahun 2003 menyangkut pencatatan arsitektur Sumatera Utara dan Nias. Pada tahun 2005 kami melakukan riset intensif terhadap berbagai jenis bangunan di Nias. Kami mohon maaf karena kami belum bisa mempublikasikan temuan-temuan dari studi lapangan kami pada tahun 2005, tetapi kami melakukan riset tersebut dalam kerangka tugas riset kami di Universitas Teknologi Wina tanpa dana tambahan. Sedemikian jauh, kami telah melakukan pengujian terhadap kayu-kayu dan membuat model-model virtual melalui bantuan mahasiswa-mahasiswa kami. Satu dari model rumah Nias Selatan telah diuji ketahanannya terhadap gempa oleh para insinyur. Hasil-hasil penelitian ini akan kami publikasikan dalam waktu dekat.

Dokumentasi juga dilakukan menggunakan pengukuran fotogrametrik. Kami telah mendokumnetasikan ke 4 (empat) Omo Sebua yang tersisa dengan fotogrametri. Hasil-hasil dari studi lapangan masih perlu diproses. Bagian lain dari projek tersebut adalah film dokumenter, yang akan kami realisasikan segera setelah permohonan dana berhasil. Projek ini mencakup juga karya dokumenter arsitektur dalam konteks masyarakat dan budaya.

Langkah berikutnya adalah publikasi makalah-makalah Konferensi dalam sebuah buku, yang mudah – mudahan akan dicetak pada musim semi tahun 2008.

Aspek-aspek apa dari arsitektur Nias yang perlu dipertahankan dan diterapkan untuk rumah-rumah di Nias dan di dunia pada umumnya ?

Arsitektur Nias tradisional memiliki banyak kualitas yang seharusnya ditransfer ke bangunan modern. Dalam banyak hal kualitas ini bersesuaian dengan kondisi-kondisi lingkungan, gempa bumi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh. Kondisi udara dalam rumah sangat nyaman untuk iklim panas dan lembab dan bisa menjadi model tindakan-tindakan pasif untuk mencapai kondisi udara ruang yang baik. Tetapi di pihak lain kami juga berpendapat kehidupan modern harus diperkenalkan ke dalam bangunan, sehingga penghuninya bisa menikmati kenyamanan modern juga. Masalah lain adalah makin langka dan mahalnya kayu bahan bangunan dan keterisoliran bangunan-bangunan tradisional itu.

Kami berpendapat bahwa pelestarian warisan budaya Nias adalah suatu aset penting bagi masyarakat Nias, dan bahwa mereka harus berbagi dan juga peduli dengannya. Yang dapat kami tawarkan adalah memanfaatkan berbagai kemungkinan dukungan atas dasar ilmu dan berharap masyarakat Nias bisa memanfaatkan hal ini.

Terima kasih atas waktu yang Anda berikan untuk wawancara ini. Ya’ahowu. (e.halawa*)

Facebook Comments