Jakarta, Rabu, 30 April 2008

Persoalan kemiskinan tidak hanya dialami bangsa Indonesia, namun juga dialami negara-negara berkembang lainnya. Semua negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, berjuang dengan gigih memerangi kemiskinan. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rekaman keterangan persnya di Istana Merdeka, hari Rabu (30/4) sore.

“Upaya untuk mengurangi kemiskinan, pemerintah telah menyiapkan berbagai macam program. Di waktu lalu ada 55 proyek yang dikerjakan 19 departemen. Setelah dicek dan dievaluasi, maka semua program tersebut dikonsolidasi ke dalam tiga program,” kata Presiden SBY.

“Pertama adalah perlindungan dan bantuan sosial. Program ini termasuk membeli beras untuk rakyat miskin, pengobatan gratis, Biaya Operasional Sekolah (BOS), dan bantuan-bantuan sejenis untuk rakyat miskin. Yang kedua adalah PNPM Mandiri atau Program Nasional Pembangunan Masyarakat Mandiri. Kita menyadari bahwa masyarakat komunitas lokal kita makin kreatif dan bisa diberdayakan. Dana yang dikeluarkan pemerintah tidak sedikit, untuk tahun 2008 dikeluarkan dana lebih kurang 2 sampai 3 miliar per kecamatan, sementara tahun depan ditargetnya 3 miliar per kecamatan,” SBY menerangkan.

“Bila program pertama diibaratkan seperti memberi ikan, karena masyarakat seperti itu harus cepat diberi bantuan, maka program yang kedua bisa diibaratkan pemerintah memberi kail,” lanjutnya. “Program ketiga adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di Indonesia ada jutaan usaha makro, usaha perseorangan, usaha kecil, dan usaha menengah. Di waktu lalu mereka kesulitan mendapatkan pinjaman atau modal, dengan program ini para pengusaha mikro dan menengah dapat mendapatkan pinjaman yang dipermudah karena pemerintah yang menjamin,” tambah SBY.

Bila program tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, Presiden SBY yakin ekonomi akan tumbuh, kemiskinan dapat dikurangi, pendapatan orang perseorang naik, dan kesejahteraan masyarakat juga naik. “Saya berharap kepada semua pemimpin daerah, gubernur, bupati, dan walikota dapat turun ke lapangan untuk dengan kepemimpinannya mensukseskan program ini,” kata Presiden SBY kepada masyarakat Indonesia yang disiarkan di seluruh televisi Indonesia.

Dunia mengalami dua krisis baru. Pertama adalah krisis energi dan kedua adalah krisis pangan. “Sebagian pakar ekonomi meramalkan akan terjadi resesi ekonomi atau perlambatan ekonomi dunia yang diawali dengan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Sekarang kita mulai merasakan dampaknya, harga pangan sejak beberapa bulan yang lalu terjadi kenaikan.Sejak itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan kebijakan stabilisasi harga dengan tujuan agar harga tidak terus naik,” jelas SBY. “Tentu saja itu solusi jangan pendek. Untuk solusi jangka panjang dan menengah adalah meningkatkan produksi pangan dalam negeri,” tegasnya.

“Selaku seorang yang sedang mengemban amanah, secara jujur saya katakana bahwa masalah yang dihadapi bangsa ini sangat berat. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya mencarikan solusinya. Saya meminta pengertian dan dukungan seluruh rakyat Indonesia agar semua kerja keras pemerintah terus berhasil. Kesulitan ekonomi seperti ini bukan hanya dialami bangsa kita, tapi juga bangsa-bangsa lain,” tambahnya.

“Saya mengajak saudara-saudara untuk memikirkan suatu hal agar krisis minyak dan pangan ini dapat dijadikan peluang atau berkah bagi bangsa ini. ,” kata Presiden.Dicontohkan, jutaan hektar tanah di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi jagung atau kedelai yang berujung pada peningkatan penghasilan petani.

“Untuk bidang energi, saya meminta masyarakat Indonesia untuk hemat energi. Bangsa kita ini masih tergolong bangsa yang boros. Saya menginstruksikan kepada seluruh kantor dan instansi pemerintah untuk melakukan penghematan termasuk membatasi pemakaian kendaraan dinas dan kendaraan pribadi,” terangnya.

“Meskipun keadaan ekonomi kita mengalami masalah yang berat, saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersikap optimis dan berpikir positif serta tegar dan terus mencari solusi. Seberat apapun pasti akan ada jalan keluar. Semoga di masa sulit kita dapat lebih kompak bersama-sama mengatasi persoalan ini,” tegas SBY.

Pada kesempatan itu pula Presiden SBY mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sabar dan mendukung program-program pemerintah. (osa) (Sumber: Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia)

Facebook Comments