JAKARTA – Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias (BRR Aceh-Nias) menyerahkan dua kapal ferry untuk penyeberangan kepada Departemen  Perhubungan (Dephub). Selanjutnya, kedua kapal tersebut diserahkan kepada PT Angkutan Sungai dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry untuk dioperasikan pada lintasan Sibolga-Gunungsitoli, Nias dan lintasan Sinabang-Blang Pidi, Aceh.

”Kedua kapal itu dibangun menggunakan dana APBN dalam program BRR Aceh-Nias dengan nilai Rp 45,3 miliar. Kapal tersebut dikerjakan di PT Daya Radar Utama. Setiap kapal bisa mengangkut 14 truk, delapan kendaraan campuran dan 300 penumpang,” ujar Ketua BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto saat menyerahkan kedua kapal itu kepada Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Kamis (17/4).

Kuntoro mengatakan, pengoperasian kedua kapal itu pada tahap awal kemungkinan akan merugi. Namun, untuk jangka panjang, tegas dia, dipastikan akan mendatangkan keuntungan seiring pertumbuhan ekonomi di kedua daerah itu.

Sementara itu, Jusman menjelaskan, dengan pengoperasian kedua kapal di rute perintis tersebut, diharapkan memacu peningkatan ekonomi masyarakat pada kedua daerah kepulauan di bagian barat Sumatera tersebut.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Iskandar Abubakar mengungkapkan, saat ini banyak rute-rute penyeberangan perintis telah ditingkatkan statusnya menjadi lintasan komersial. ”Tidak tertutup kemungkinan, kedua lintasan perintis itu juga akan menjadi lintasan komersial ke depan,” kata dia. 

Dia menjelaskan, pelayaran penyeberangan pada lintasan perintis merupakan tugas pemerintah dalam membantu masyarakat di sejumlah kawasan terpencil. Bantuan itu diberikan dalam pemberian public service obligation PSO). ”Selain membantu masyarakat di daerah, juga sekaligus menjaga keutuhan wilayah kesatuan  RI  dan mendorong  perekonomian masyarakat setempat,” jelas dia. (Etis Nehe/Investor Daily

Facebook Comments