Medan, (Analisa)

Penumpang maskapai Merpati MZ 5426 tujuan Medan-Gunung Sitoli yang seharusnya berangkat pukul 12.30 WIB dan MZ 5428 pukul 13.30 WIB tujuan yang sama harus kecewa karena pesawat tersebut gagal berangkat karena cuaca buruk, Senin (21/4).

Para penumpang MZ 5426 sebelumnya mendapat penundaan dari pukul 12.30 WIB menjadi 12.30 WIB kemudian diundurkan lagi menjadi 14.50 WIB.

Begitu juga MZ 5428 mendapat penundaan dari pukul 13.30 WIB menjadi 15.15. Namun pada pukul 15.45 petugas Merpati di Bandara Polonia Medan memberi pengumuman kepada para penumpang bahwa kedua penerbangan tersebut dibatalkan karena cuaca buruk.

Para penumpang yang kecawa berupaya mencari informasi dan kepastian lebih lanjut dengan mendatangi staf Maskapai Merpati.

“Kami mendapat jawaban pesawat tidak bisa terbang dan ditunda hingga besok karena cuaca buruk,” sebut Ms Elody Maghnir salah seorang penumpang warga negara Prancis yang bekerja pada NGO di Nias.

Menurutnya, selama menunggu saat pesawat ditunda berangkat hingga pembatalan, pihak maskapai hanya memberikan kue. Dia dan penumpang lainnya mengaku sangat kecewa dengan pembatalan penerbangan ini.

Kartono salah seorang staf Merpati membenarkan pembatalan penerbangan ini karena cuaca buruk. Untuk itu, pihaknya akan memprioritaskan penerbangan bagi penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan hari ini, Selasa (22/4) pukul 06.30 WIB.

Sementara bagi penumpang yang tidak jadi berangkat pihaknya akan mengembalikan uang pembelian tiket tersebut.

Sebelumnya, sekira pukul 15.00-15.20 WIB kawasan bandara Polonia Medan diguyur hujan lebat. Kondisi ini sempat membuat para penumpang maskapai lainnya turut was-was terhadap kemungkinan penundaan atau pembatalan penerbangan karena cuaca buruk.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan informasi BMG Stasiun Bandara Polonia Firman AMG membenarkan adanya cuaca buruk di lautan Hindia mulai Aceh hingga Sibolga.

“Potensi cuaca buruk sudah terlihat sejak pagi hingga siang hari. Dari hasil foto satelit kawasan laut Hindia potensi awan Cumulonimbus (CB) sangat tebal dan berpotensi petir, hujan lebat dan angin kencang. Kalau dipaksakan ini sangat berbahaya bagi penerbangan,” ujarnya. (msm) (Analisa, 22 April 2007)

Facebook Comments