BOAO, Cina – Presiden Cina Hu Jintao mengatakan hari ini bahwa aksi demonstrasi pemerintah di Tibet merupakan masalah dalam negeri yang mengancam langsung kedaulatan Cina. Ini merupakan pernyataan pertama Hu berkaitan dengan demonstrasi di Tibet.

Komentar Presiden Hu Jintao kepada Perdana Menteri Australia Kevin Rudd disampaikan setelah pertemuan kecil dari forum ekonomi regional di provinsi selatan Hainan.“Konflik kami dengan kelompok Dalai bukan masalah etnis, bukan masalah agama, bukan juga masalah HAM,” kantor berita Xinhua mengutip Dalai Lama, yang merujuk kepada pendukung pemimpin Buddha Tibet dalam pengasingan Dalai Lama yang dituduh Beijing ‘mengipasi’ para pendukungnya. “Ini masalah pemeliharaan keutuhan bangsa kami atau memecahnya”.

Dalam pidato belakangan pada Forum Boao untuk Asia, Hu menekankan keyakinan Cina akan ‘pembangunan damai’ dan non-intervensi dalam masalah-masalah domestik negara lain.

“Cina tidak mencampuri urusan domestik negara lain, Cina juga tidak memaksakan kehendaknya kepada pihak lain,” katanya.

Pernyataan Hu menyusul berbagai demonstrasi besar oleh para aktivis pro-Tibet dan kelompok – kelompok lain yang menargetkan perarakan obor olimpiade 2008 di Beijing. Para pemrotes telah memancing kemarahan pemerintah dan warga-negara Cina.

Juga pada hari ini para anggota DPR Cina mengecam keras resolusi Parlemen Eropa yang menghimbau ke 27 anggotanya untuk menjajaki “opsi tidak hadir” di Olimpiade jika Cina terus menolak berbicara dengan Dalai Lama.

Komite Urusan Luar Negeri Kongres Nasional Cina mengatakan bahwa ‘tuduhan tak berdasar’ Parlemen Eropah merupakan ‘arogansi campur tangan dalam masalah domestik Cina dan akan merusak hubungan Cina-Eropah.

Hari Rabu lalu, Perdana Mentri Inggris Gordon Brown mengumumkan tidak akan hadir pada upacara pembukaan. Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Mentri Kanada Stephen Harper dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy juga merencanakan tidak hadir.

Sebagai mantan pemimpin Partai Komunis Cina di Tibet, Hu menindak keras protes-protes besar anti pemerintah di sana pada tahun 1989. Hu telah mengetatkan aturan di daerah Himalaya sejak ia menjadi presiden pada tahun 2003, meningkatkan pengawasan terhadap Budhisme Tibet dan membuka lebar daerah itu untuk kunjungan dan migrasi dari daerah-daerah lain di Cina.

Gelombang terakhir protes Tibet dimulai di antara para rahib Budha di Lhasa pada tanggal 10 Maret, peringatan hari ulang tahun pemberontakan yang gagal pada tahun 1959 yang memaksa Dalai Lama melarikan diri ke India.

Cina mengatakan 22 orang terbunuh dalam kejadian itu dan 1000 orang ditahan. Dalai Lama mengatakan 140 orang terbunuh.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Jiang Yu mengatakan resolusi DPR Amerika yang disahkan hari Rabu “secara kasar campur tangan dalam politik domestik Cina, menyakiti secara serius perasaan masyarakat Cina.”

Resolusi yang disponsori oleh Ketua DPR Nancy Peloci menghimbau Beijing “mengakhiri penumpasan terhadap para pemrotes damai Tibet,” bersama dengan ‘represi’ budaya, agama, ekonomi dan bahasa.

Media massa Cina juga mengecam Kongres Pemuda Tibet, menuduhnya merencanakan berbagai protes akhir-akhir ini dengan tujuan menggulingkan pemerintah Cina dan mensabotase Olimpiade Beijing pada bulan Agustus. (AP/*).

Facebook Comments