NEW YORK – Bau mulut seringkali menjadi masalah bagi banyak orang yang bisa mempengaruhi ruang sosial mereka. Namun masalah bau mulut ini mungkin akan segera bisa diatasi dengan ditemukannya organisme penyebabnya. Para pakar biologi melaporkan pada hari Sabtu 5 April lalu bahwa mereka telah menemukan bakteri penyebab bau mulut, bernama Solobacterium moorei. Demikian laporan para ilmuwan itu pada pertemuan Perhimpunan Riset Dental Amerika di Dallas.

Bau mulut yang persisten, yang sering mendera para penderitanya, sering kali disebabkan oleh kehadiran bakteri dalam mulut, yang menghasilkan senyawa belerang berbau menyengat yang melekat di permukaan lidah. “Bakteri-bakteri lidah menghasilkan senyawa-senyawa berbau menyengat dan asam-asam lemak, yang merupakan 80 – 90% dari penyebab bau mulut”, kata Betsy Clark, mahasiswa Kesehatan Gigi di State University of New York, Buffalo. Beberapa kasus bau mulut berasal dari paru-paru atau sinus.

Dalam studi yang melibatkan 21 orang dengan bau mulut kronis dan 36 orang tanpa masalah, Clark dan koleganya menemukan bakteri S. moorei pada setiap pasien yang memiliki halitosis dibandingkan dengan hanya 4 orang pada pasien yang tidak memiliki halitosis. Ke empat orang yang tidak memiliki halitosis yang terinfeksi dengan bakteri S. moorei semuanya memiliki infeksi periodontitis, suatu infeksi gigi yang juga mengakibatkan bau mulut.

Pada sebuah studi sebelumnya terhadap 8 pasien dengan halitosis dan 5 pasien tanpa halitosis, S. moorei selalu ada pada pasien dengan halitosis dan tidak ada pada pasien tanpa halitosis. “Sejumlah studi lain juga menemukan bakteri ini pada pasien-pasien halitosis”, kata Dr. Violet I. Haraszthy yang terlibat pada kedua studi itu.

Saat ini, “tidak banyak diketahui tentang organisme ini”, kata Haraszthy.

“Dengan kita mengidentifikasi dan mengetahui lebih jauh tentang bakteri ini, kita bisa mengembangkan pengobatan untuk mengurangi jumlah mereka dalam mulut,” kata Clark.

Dilaporkan juga bahwa tim yang sama telah menemukan bahwa menggosok gigi dengan pasta gigi antibakteri sebanyak dua kali sehari dan menggunakan sikat gigi yang memiliki ‘penggaruk’ lidah bisa mengeliminasi bau mulut. (YN, 07/04/08)

Facebook Comments