Anggota Dewan Minta Nias Menjadi Tujuan Wisata

Monday, April 7, 2008
By nias

Anggota DPRDSU daerah pemilihan Nias dan Nias Selatan meminta Pemprovsu menjadikan Pulau Nias sebagai tujuan wisata Sumut tahun 2009, karena Nias memiliki potensi di bidang pariwisata, dan berpeluang menambah devisa negara.

Demikian Aliozisokhi Fau kepada wartawan, kemarin, terkait pencanangan tahun wisata Sumut 2009 sebagai upaya menghidupkan sektor pariwisata dalam menambah devisa negara.

Dikatakan Aliozisokhi, Nias dan Nisel pasca bencana alam dan tsunami menjadi perhatian pemerintah, tapi hanya terkait rehabilitasi dan rekonstruksi. “Sudah saatnya Nias dan Nisel dibangkitkan, diantaranya di sektor kepariwisataan agar tidak terlalu lama terpuruk dalam kesedihan akibat bencana alam tersebut,” katanya.

Menurutnya, tahun wisata Sumut 2009 hendaknya dipusatkan di Nias, dan Pemprovsu juga membuat langkah-langkah persiapan kabupaten/kota mendukung program wisata Sumut 2009, seperti penataan kota, penataan budaya, khususnya penataan objek-objek wisata, termasuk pramuwisata.

“Pesta kebudayaan seperti surfing, harus betul-betul profesional penanganan dan pengelolaannya. Jangan seperti pesta Ya’ahowu’ selama ini terlalu menoton, sehingga membuat wisatawan jenuh karena kurang menarik,” sebutnya.

Harusnya, kata anggota F-Partai Demokrat itu, pesta Ya’ahowu dikemas sedemikian rupa tanpa menghilangkan keaslian budaya, sehingga wisatawan bisa menikmati kebudayaan Nias.

Menggali kebudayaan Nias, Aliozisokhi minta agar tari perang, tari maena dan lainnya dipersiapkan dengan mencari pelatih tari profesional, dan diimbau putra-putra Nias masuk dalam jurusan tari dan musik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang biayanya ditampung dalam APBN kabupaten.

Tahun ini katanya, lembaga budaya Furaih akan membantu dua putra daerah Nias yang masuk jurusan tari di Unimed, kemudian akan diberikan uang kuliah per tahun, sambil mereka bergabung dalam sanggar yang ada di Medan.

Aliozisokhi yang juga pimpinan lembaga Furaih mengatakan, telah telah menyiapkan travel bernama Furaih Nias Travel, guna mempermudah para turis mancanegara maupun domestik ke Nias, dengan menghubungi www.furaihnias.com.(m11) (Waspada, 7 April 2008)

10 Responses to “Anggota Dewan Minta Nias Menjadi Tujuan Wisata”

  1. 1
    samura'i Says:

    Ya’ahowu!
    anggota dewan meminta nias menjadi tujuan wisata???sebenarnya tanpa diminta pun itulah tugas kita semua. berbicara soal promosi, sebenarnya tinggal pemerintah dan DPRD saja yang membuat aturan itu untuk jadi promosi. perlu dikaji misalnya sekarang promosi sudah dilaksanakan dengan baik namun sarana & prasarananya tidak memadai apa yang mau dilihat, apa yang mau dilakukan dan apa yang mau di beli oleh wisatawannya bila melihat kondisi seperti itu?
    ironis sekali bila kita terlalu berbicara soal promosi, kenapa hal ini saya katakan demikian? objek atau hasil budaya yang ada saja tidak dapat dijaga dan dilestarikan, yang ada di jual dan di rusak? berbicara soal objek wisata alam? wuih…pasir pantainya saja dikeruk sampai tidak jelas lagi garis pantainya. keindahan sungai? juga seperti itu, belum lagi dengan meracuni airnya hanya untuk mengisi perut (maaf, menguras habitat sungainya,ono guro alias zooplankton mati). mana peran pemerintah, DPRD dan lembaga lain??? mau bicara objek budaya? wah sama saja semua keasliannya telah terjual demi kekayaan sesaat, siapa yang salah? jadi menurut saya, mari kita benahi apa yang ada, peraturan harus tegas dan jelas terutama dalam hal penambangan pasir dan pemetaan kebudayaan sebagai DTW (daerah tujuan wisata).
    selanjutnya, mengutip apa yang dikatakan pak Aliozisökhi Fau tentang kegiatan surfing itu merupakan hal yang sangat baik dalam mempromosikan nias sebagai tempat wisata. tetapi, ingat itu bukan budaya nias, (“Pesta kebudayaan seperti surfing,…..) karena orang nias dulunya tidak pernah mengenal surfing hanya berenang, sekedar mandi dan bermain di pantai, bukan budayanya. jadi, bila kita ingat lagi dengan kegiatan yang telah sekian kali diadakan lomba surfing baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional sebenarnya sudah merupakan bagian dari promosi. namun kembali kepermasalahan seperti di atas bahwa apa yang seharusnya dinikmati oleh wisdom & wisman belum bisa terpenuhi (hotel, motel,cottage,guesthouse, restoran, transportasi darat laut udara, moneychanger, tourist information dan sarana prasananya lainnya sebagai pendukung daerah tujuan wisata). ayo, mari kita majukan nias menjadi daerah tujuan wisata pempropsu bahkan tujuan wisata dunia! berani mencoba???!

  2. 2
    mamet Says:

    ya’ahowu!!!!
    ne gue triselamat zebua
    saya selaku insan pariwisata jika ditilik dari background pendidikan saya yang ngambil jur pariwisata USU
    saya sangat mendukung tuh yang namanya Nias dijadikan sebagai daerah tujuan wisata sumut tahun 2008
    tapi sebelumnya kita harapkan kepada seluruh stakeholder kita dinias agar membenahilah semua infrastruktur pariwisata nias
    kita harus akui bahwa sistem manajemen pariwisata kita memang sangat amburadul namun itu bukan berarti kita harus truz mengalah
    kita harus upayakan teruz sehingga kita tidak kalah dengan daerah lain di sumut ne
    saya sudah menjalani semua daerah pariwisata disumut ne mulai dari danau toba,samosir bahorok,tarutung,deliserdang,sibolga dan tapsel tapi saya bangga mengatakan bahwa nias masih belum bisab dikalahkan oleh daerah lain
    hampir setiap bulan saya&kawan2 dikampus melakukan tour tapi hanya niaslah menurut saya yang lebih indah
    mari kita jadikan Nias sebagai icon pariwisata sumut
    bukan hanya danau toba ja yang bisa jadi icon pariwisata sumut
    saya berharap apabila saya dah tamat nanti ilmu yang sudah saya dapatkan ini dapat saya terapkan di nias
    sekali lagi kepada para pemimpin nias
    “benahi infrastruktur pariwisata nias jika kita ingin menjadikan nias sebagai daerah tujuan wisata di sumut
    berikan kemudahan kepada para wisatawan
    berikan informasi yang jelas dan benar sehingga tidak menjadi boomerang bagi kita nt
    jg saya harapkan kepada masyarakat nias,saatnya kita tumbuhkan budaya sadar wisata,dan mau membuka diri untuk semua perkembangan budaya yang akan terjadi tapi bukan berarti kita harus menutup diri serta menirunya
    marilah kita serap yang baiknya saja
    kita hilangkan narrow minded kita
    dan marilah kita menyongsong nias yang penuh dengan perubahan
    karena tanpa kita sadari kegiatan pariwisata sangat memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan perekonomian kita

    sekali lagi nias itu tidak kalah saing dengan bali
    bali masih kalah dengan ombak dinias dan ini harus kita kembangkan
    maju terus untuk anggota DPRD asal nias
    perjuangkan lah harapan masyarakat nias untuk membuat perubahan di nias

    thanks
    &
    majulah pariwisata nias
    peace!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. 3
    Menoli Moho Says:

    Ya’ahowu !!!!!!!

    Salam sejahtera………

    saya sebagai generasi penerus daerah nias selatan menyatakan bahwa Nias Island itu bener objek wisata domestik dan manca negara, visit Nias Island are you no regreting…… i say trust of your all,,,,,,,,,, any body,

    1. Pantai yang indah sebagai arena surfing international
    2. custom house
    3. Stone Jump
    4. culture Nias

    don’t you waiting more you must take decision and action, we very proud visitor arrivel,

    Best Regard’s

    Nias Island

  4. 4
    elwin Says:

    untuk menjadikan nias sebagai pusat objek wisata perlu kita membangun rasa ingin mau maju dan memberikan peluang dan kesempatan kepada generasi mudah yang mau ikut serta membangun dan memperkaya kekayaan alam yang ada dinias terutama dinias selatan sangat2 membutuhkan SDM dalam bidang pariwisata, dilihat dari sisi untuk ingin menjadi terlibat mengambil bagian sangat sulit jalur untuk masuk kesana kami mohon info yang dapat membantu kami bagaimana jalur yang lebih pasti dan up to date.
    Saohagolo !!!

    Ya’ahowu ?

  5. 5
    Drs. KOSMAS HAREFA, M.Si Says:

    Buat teman-teman yang telah mengemukakan pendapatnya dalam forum ini, pertama-tama saya sangat bangga ternyata kita memang mencintai NIas dengan segala potensi wisatanya yang konon memang sama-sama kita banggakan.
    Benar sekali Potensi Wisata kita luar biasa, telah dikenal secara nasional maupun INternasional : Pertanyaannya sekarang adalah “So what gitu lho?” (Saya ambil istilah orang Jakarta…
    Yang ingin saya sampaikan sebenarnya adalah memang dalam rangka pembangunan pariwisata ada 3(tiga) stakeholder yang menentukan keberhasilan Pembangunan Pariwisata yakni : Pemerintah, Swasta dan masyarakat ditambah satu pelengkap penting yakni keterlibatan pers.

    Potensi Wisata yang kita miliki sesungguhnya ibarat makanan yang telah terhidang di depan kita tetapi kita belum tau cara memakannya : Artinya potensi sudah ada tapi belum bisa kita kelola sehingga dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan mendorong ekonomi masyarakat.

    Oleh sebab itu , yang menjadi awal seharusnya adalah :
    1. Segala Potensi yang kita miliki itu harus kita inventarisir dan dipetakan ,
    2. DEngan menyadari betapa luar bisa potensi yang kita punya, lalu kita harus menyamakan persepsi kita dan membangun komitmen bersama (Dalam hal ini ketiga stakeholder dilibatkan) . Pemerintah sendiri tidak akan sanggup berjalan sendiri kalau tidak melibatkan elemen swasta dan masyarakat.
    3. Setelah kita komit, maka konsistensinya adalah bersama kita menyusun (RIP)Rencana Induk Pengembangan Pariwisata di daerah kita (Dalam hal penyusunan RIP, selain mengikutsertakan stakeholder , di internal pemerintahan juga harus melibatkan semua dinas-dinas yang ada, mengingat Pariwisata tidak akan bisa berbuat tanpa dukungan dari Dinas-dinas teknis, seperti Kimpraswil yang membangun jalan, PAM yang menyalurkan Air, Bappeda yang membuat Tata Ruang dan Tata Wilayah, Lingkungan Hidup yang mengendalikan AMDAL dan Instansi-instansi lain).
    4. Setelah Tersusun RIP, langkah berikutnya adalah Penyusunan Master Plan untuk setiap Objek atau Daya Tarik Wisata
    5. Barulah kita masuk pada tatanan pelaksanaan.

    Mungkin teman-teman akan mengatakan..”wah terlalu panjang prosedurnya” ini memang hal yang mau tidak mau harus kita kerjakan, sehingga segalanya terencana dengan baik dan akhirnya nanti Objek dan Daya Tarik Wisata pun tertata dengan baik.

    Promosi boleh-boleh aja dilaksanakan sambil membenahi segala potensi itu… artinya sambil jalan buka jalan… tentu saja tidak mungkin kita tunggu sampai semua telah tertata baru kita promosi….Silahkan saja sesuai dengan kemampuan….namun perlu dicatat bahwa dalam rangka promosi, keikutsertaan Swasta itu sangat penting, mengingat merakalah yang langsung akan bertransaksi dengan para customer. Oleh karena itu, sangat kita sayangkan bilamana dalam rangka promosi ke luar daerah, yang diberangkatkan hanya personil DInas Pariwisata saja, sebaiknya Swasta atau Industri juga diikutsertakan sehingga dalam kesempatan Bursa Promosi seperti Event Tahunan Sumatera International Travel Fair, Paket-paket Wisata di Nias dapat langsung dijual atau paling tidak diperkenalkan. Ini menegaskan bahwa Pemerintah memang benar-benar menempati posisi fasilitator.

    Selanjutnya, menyikapi kesiapan SDM dari Daerah untuk terjun ke Dunia Pariwisata, hendaknya pemerintah daerah menunjukkan kesungguhan akan hal ini agar masyarakat daerah suatu saat tidak jadi penonton di kampung sendiri.
    Perihal SDM ini sesungguhnya adalah merupakan investastasi jangka panjang…
    Dalam beberapa pertemuan, saya selalu memberi saran kepada Kadis dari daerah kita untuk dapat mengalokasikan Bantuan Beasiswa dari APBD bagi putra daerah untuk memasuki lembaga Pendidikan Pariwisata, agar setelah mereka tamat nanati, dan setelah mengecap pengalaman dapat suatu saat kembali ke daerah untuk mengembangkan pariwisata di daerah.

    Di Medan telah ada sebuah lembaga Pendidikan Pariwisata milik pemerintah yakni Akademi Pariwisata Medan, keebetulan saya sendiri sebagai Pembantu Direktur I di sini… nah ini kan peluang bagi masyarakat kita untuk mengecap pendidikan pariwisata : Salah satu Jurusan yang Relevan adalah Jurusan Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata.
    Jadi ketika memang kita punya komitmen maka ada saja jalan untuk mengembangkannya

    Sekian sebagai bahan pemikiran kita :

    Penulis
    Drs. KOSMAS HAREFA, M.Si
    Pembantu Direktur I Akademi Pariuwisata Medan
    ononiha_kh@yahoo.fr

  6. 6
    victor harefa Says:

    Salam dari Tiara Tour & Travel

    kami setuju atas usul dari anggota dprsu kepada pemerintah sumatera utara dan pemerintah pusat bila nias dijadikan sebagai tempat tujuan wisata tahun 2009

    untuk memajukan pariwisata daerah/lokal para stake holder (pengusaha hotel, losmen, restaurant, transport, travel agent)harus ambil bagian dan jemput bola dengan mengikuti ajang promosi international, membuat brosur , …. yah harus keluar uang receh donk …. hehehehehehe …. , karena mendatang tourist / wisatawan ke daerah tidaklah mudah dan memerlukan dana yang sangat besar serta didukung sumber daya manusia …. (malaysia & vietnam – red)

    kemudiam action pemerintah/dpr/tokoh masyarakat/tokoh agama/dan pelaku pariwisata kepada masyarakat tentang pemahaman side positif dan negatif atas industri pariwisata

    ” maju dan jaya pariwisata indonesia dan nias ”

    victor harefa
    TIARA TOUR & TRAVEL SERVICE
    JL DIPONEGORO 196
    GUNUNGSITOLI – NIAS ISLAND
    NORTH SUMATERA
    INDONESIA
    PHONE :+62639 – 323538, 21622
    FAX :+62639 – 22744
    E- MAIL : rajaparhobas@yahoo.com
    E- MAIL : niastour_@msn.com
    SKYPE : victor12126
    MSN MESSENGER : niastour_@msn.com
    YAHOO MESSENGER : tiaratb@yahoo.co.id
    MOBILE : 6281265089992

  7. 7
    Diman Gea Says:

    nias merupakan daerah yang sangat indah, tetapi keindahan itu tidak ada gunanya jika tidak didukung bersama-sama. untuk menjadi daerah wisata, nias harus berbenah diri. nias harus tahu syarat indah itu yang bagaimana?. kriteria indah itu seperti apa?. bukan cuma daerah atau tempat wisata yang harus dibenahi tetapi semua yang ada di pulau nias. seperti :
    1. Daerah atau kawasan wisata,
    2. sistim distribusi,
    3. Sumberdaya manuasia,
    4. etika dan estetika nias
    5. kesadaran,
    6. dan yang lainnya ( masih banyak lagi )

    untuk mencapai nias menjadi daerah wisata, kita satukan pikiran, dan mari bekerjasama “aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului wahea “.
    untuk pembangunan nias menjadi daerah wisata seharusnya dilakukan pemberdayaan intelektual dan pemanfaatan kaeahlian serta potensi putra nias yang tidak lepas dari kesadaran kita sebagai putra nias tercinta.dan harapan kami semangat dan harapan tetap berikesinambungan membangun nias yang kita cintai.

    saya pribadi berterima kasih kepada pemerintah nias yang telah bersusah payah memberikan perhatian untuk membangun nias tercinta.

  8. 8
    Yuni Elias Waruwu Says:

    Seberapasih nilai juwal assets pariwisata Nias? Pasalnya hampir semua wisman mengeluh pada kami (bila saya ketemu di Bali, Bandung, Jakarta, Alor dan Jayapura, Prancis, Sidney dan Pattaya) selalu mengeluhkan “kurang siap jadi profesional dan kurang santunnya” warga sekitar object pariwisata yang menyebabkan privacy mereka terganggu tutur mereka.

    Artinya, “Nilai Juwal” kita masih pada tataran “harapan tanpa mau berbenah” menjadikannya sebagai Industri yang membuka lapangan kerja para profesional sekaligus menjadikan kenyamanan pendatang. Semisal, mengemas bauran primitive culture dengan realitas sentuhan modern berbagai lokasi object pariwisata alam, dll. Sebagai pesan kuat mendasar bagi wisman atau wisdom tentang Nias (sepertinya kembali terbayang ketika 11 – 14 Desember 1991 saya gelar SENI BUDAYA NIAS di Teatre Terbuka Jawa Barat bertaraf Internasional).

    Saya percaya Pemerintah Pusat dan Prov Sumut serta Nias akan mendukung ini. Hanya realitasnya selama ini alokasi dana kepembangunan infrastruktur kendala utamanya barang kali, ya???

    Saya percaya para profesional di bidang ini sangat antusias. Buktinya aja (maaf, bukan iklan) “Tiara Tour & Travel Service” salah satunya yang telah mempromosikan secara online, yang saya tahu, gigih promosi tanpa target “bermuatan politis” (murni bisnis).

    Akhir kata, saya bangga sebagai Ono Niha dalam kontex pariwisata ini. Juga mohon maaf atas informasi yang selama ini kami terima dari beberapa Wisman dan Wisdom, telah saya paparkan disini. Yaahowu.

  9. 9
    Yant Says:

    Profile Nias

    UNESCO dalam laporan mengenai potensi pariwisata Nias menyebutkan bahwa pusaka budaya Nias yang kaya terdiri dari kombinasi luas berbagai saujana (cultural landscapes) dengan bukti keberadaan situs-situs megalitik, desa-desa tradisional, arsitektur setempat yang menakjubkan dan keanekaragaman kerajinan tangan dan adat istiadat.

    Di kabupaten Nias, Gunung sitoli terdapat museum yang memiliki harta koleksi yang beragam dan berharga. Museum ini berdiri berkat kerja keras Pastor Johannes M. Hammerle, warga Negara Jerman yang sudah menetap di Nias 36 tahun dan menjadi Direktur Museum untuk mengoleksi benda-benda peninggalan budaya Nias. Jumlah koleksinya mencapai 6.500-an. Koleksinya terdiri dari artefak alat-alat rumah tangga, patung-patung megalith dari kayu dan batu, perhiasan, senjata tradisional, mata uang, pakaian adat, simbol-simbol kebangsawanan sampai rumah adat asli Nias yang disebut Omo Hada. Fasilitas-fasilitasnya adalah perpustakaan umum, meeting room, kantin, kebun binatang mini, sampai area rekreasi pantai. Pengunjung bisa ber-snorkeling dengan nyaman dari pinggir dermaga yang ada dimuseum ini. Pusaka ini menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, walaupun selama ini pariwisata budaya hanya menjadi kegiatan pinggiran dalam hal kontribusinya terhadap ekonomi setempat.

    Pariwisata selancar telah memainkan peran yang bermanfaat di daerah pantai selatan dekat teluk dalam karena reputasinya sebagai salah satu dari sepuluh ombak terbaik di dunia, The best Ten Surf Point in The World. Ada dua pantai yang sangat terkenal di dalam negeri maupun di manca Negara yaitu pantai Lagundri dan Sorake. Jarak antara pantai Lagundri ke Sorake hanya 2 Kilometer. Kedua pantai ini terletak di desa Botohilitano sekitar 13 Km dari Teluk Dalam ibukota Kabupaten Nias Selatan,Sumatera Utara, telah dikenal sebagai tempat berselancar sejak 30 tahun silam.” Ombak besar dengan pohon-pohon kelapa itulah yang menarik peselancar datang”. Di pantai sorake inilah salah satu surganya para pemain selancar, sehingga sering diadakan kejuaraan surfing bertaraf internasional. Karena kedua pantai ini, maka ditemukan sangat banyak tempat-tempat surfing di bagian pulau Nias yang lain seperti Asu Island, Bawa Island, Afulu Beach dan Pulau-pulau Telo. Nama dan Karakter Surf Point di Nias :
    Asu
    Dengan jajaran nyiur sebagai latar belakang, ombak ini bisa Anda temukan di ujung pulau Asu, ujung utara pulau Hinako ( Hinakos Island) panjang dan hampir berbentuk left barel, ombak disini mampu membungkus dengan ukuran hingga mencapai 5 meter. Hanya untuk peselancar ahli.
    Bawa
    Ombak right-hand reef peak ini bisa mencapai 1.5 hingga 5 meter. Banyak dijadikan sebagai obyek foto dengan hasil yang terkadang menggambarkan ombak yang asyik untuk diajak bermain.
    Indicators (Lagundri & Sorake beach area)
    Jalan sedikit kearah kanan dari The point akan bertemu dengan hollow right-hand reef yang sering kali melawan arah angin. Pada tides yang rendah, ini merupakan spot berbahaya, akan tetapi kapanpun kondisinya, spot ini hanya untuk mereka yang berpengalaman.
    The Point (Lagundri & Sorake beach area)
    Ombak right hander yang sering masuk majalah surfing ini sudah dikenal banyak orang sejak tahun 70-an. Gerakan ombaknya sering kali muncul melebar hingga ketepian dengan ketinggian 1 hingga 4 meter lebih.
    The Machine (Lagundri & Sorake beach area)
    Tepat disebelah kanan teluk, terdapat spot yang menyajikan mesin barel untuk left-hand yang sempurna dengan gulungan ombak besar dari arah selatan. Ombaknya sering kali bagus akan tetapi akan lebih baik lagi ketika bulan purnama.
    Telo & Batus
    Kepulauan batu dikenal oleh para peselancar dengan sebutan the Telo’s yang disesuaikan dengan nama administrative daerah tersebut. Ombak di spot ini terkenal menantang dan berubah-ubah. Dari kekuatannya mampu menghempas, kekuatannya tetap besar namun sedikit jinak. Spot lain juga bisa anda temukan disebuah pulau kecil yang ditandai dengan kehadiran bebatuan besar dan pepohonan besar. Disini anda akan bertemu dengan right-hander berkualitas.

    Hilisataro (Hilisataro Village)
    Anda bisa memeriksa spot ini dari Lagundri dengan menyewa guide local dan bertemu dengan ombak right-hand reef yang akan tetap dalam kondisi menantang meskipun tanpa kehadiran angin
    Afulu( North Nias)
    Di utara Nias atau satu jam perjalanan dari Asu, anda akan menemukan ombak solid bagaikan dipahat. Meskipun biasanya ombaknya kecil dan sedikit ringan dari tetangganya namun ombak ini tetap memberikan tantangan dan hanya cocok bagi mereka peselancar tingkat lanjut.

    Bagi penggemar wisata sejarah dan bahari, Nias adalah salah satu lokasi yang akan memanjakan anda.Di daerah ini tradisi megatith belum terhapuskan. Nias termasuk salah satu dari tujuh tempat di dunia yang budaya megalith nya masih hidup, The Living Megalith Culture. Dan karena itulah UNESCO merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk menominasikan Nias sebagai warisan dunia.

    Masyarakat Nias memiliki sapaan khas: “Ya’ahowu”. Apabila kita artikan kurang lebih sama sabagai sapaan mengandung kebaikan- “Terberkatilah Anda”!.
    Ketika berkunjung kepulau ini kami menyarankan anda untuk ingat kata Yahoo + Wu = Ya’ahowu dan menyapa orang yang Anda temui. Ini dapat membuka percakapan yang lebih hangat dan efektif.

    Menurut Feri latief, seorang fotojurnalis lepas yang pernah berkunjung kepulau ini beberapa waktu lalu, ada dua jalur yang dapat ditempuh yang pertama lewat jalur tengah yaitu melewati daerah lahewa terus membelah pulau nias sampai ke Teluk dalam. Lewat jalur ini akan melewati pantai Mo’ale yang cantik yang terletak 45 Km sebelum Teluk Dalam diwilayah kecamatan Amandraya. Selain airnya jernih dan pasirnya yang putih bersih pantai ini sepi tanpa pemukiman disekitarnya. Menurut orang lokal, pantai ini merupakan pantai terpanjang di Nias, Long Beach.

    Disebuah desa tradisional, Hilinawalo-Fau, bisa menjumpai Mesozocho, yang mengingatkan pada sosok ilmuwan Albert Einstein karena memiliki ingatan yang kuat dan tanpa membaca sebuah catatan dalam melanjutkan syair Hoho tanpa terputus.
    Desa ini adalah salah satu desa tradisional di teluk dalam yang masih memiliki rumah bangsawan yang besar (omo sebua).

    Di kecamatan Gomo, yang termasuk kabupaten Nias selatan, ada seorang tokoh masyarakat yang bernama Ama Wa’o Telaumbanua yang punya ingatan kuat dan mampu menceritakan sejarah kedatangan para leluhur di Pulau Nias.
    Di Gomo juga terdapat arca-arca batu berusia ratusan tahun bisa dijumpai di halaman-halaman rumah penduduk. Setidaknya ditemukan 14 titik yang merupakan situs batu megalit.

    Sumber Pustaka :
    – Nias Selatan, Jejak Wisata Bahari di Tanah Ya’ahowu.Core Map II, Jakarta 2008
    http://www.kompas.com, 6 April 2006
    – Nias Tours & Travel Files by Yant

  10. 10
    ozhu Says:

    data kunjungan wisatawan domestik dan internasional minta tolong donk di lampirkan…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930