Harumani le
Harumani le
Wa mitehe ia mege
Me niha si lö kefe

Catatan:
Kata ‘harumani‘ agak sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kalau seseorang mengatakan ‘harumani‘ maka dia menyesalkan sesuatu yang terjadi.

Harumani sa’e wa lö ötolo nakhimö ..” – Kok tega-teganya kau tidak menolong adikmu.

Harumani sa’e wa lö öfahede zibayamö me falukha ami andrö….” Kok bisa-bisanya kau tidak menyapa pamanmu ketika kalian bertemu?

Harumani …” Seseorang yang mengucapkan itu sudah berada di ambang pintu kemarahan yang besar …

Dalam syair maena di atas, pihak pengantin laki-laki (marafule) menyesalkan pihak pengantin perempuan yang menerima sang pengantin laki-laki sebagai menantu pada hal dia orang miskin, tidak punya uang.

“Kok kalian mau menerima pemuda ini yang tak punya uang ?”

Hal ini tentu saja bagian dari adat Nias, di mana, pihak yang datang (pihak laki-laki, Soroi tou, yang datang dari bawah) selalu merendah di depan pihak pengantin perempuan.

Di pihak lain, pihak pengantin perempuan (niowalu) pun pada gilirannya akan memuja-muji (pihak) pengantin laki-laki: yang banyak duit, sopan, dari keluarga terpandang, seterusnya. (brk)

Facebook Comments