NIAS, 28 Maret 2008 – Dalam rangka grand-serah terima sekaligus menyambut Kampanye Tahun Sanitasi Internasional 2008 sebagai gerakan internasional untuk memperbaiki tingkat sanitasi, UNICEF bersama mitra kerja ACTED melakukan serah terima bangunan fasilitas toilet ramah anak di 21 sekolah kepada jajaran sekolah dan pemerintah Kec Lahewa, Kabupaten Nias, untuk meningkatkan akses pada sanitasi yang baik bagi sekurangnya 2500 siswa di Lahewa Kabupaten Nias.

Serah terima dilaksanakan di SDN Afia- Kecamatan Lahewa merupakan grand- serah terima dari serangkaian acara serah terima atas selesainya fasilitas toilet ramah anak yang dibangun di Kecamatan Lahewa, diserahterimakan oleh OIC pimpinan UNICEF Nias, Christine Muna Said, WES section Nias Tim Grieve, Nicolas Jeambrun- ACTED, Elodie Magnier –ACTED kepada jajaran sekolah dan pemerintah Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias.

Bahwa lebih dari 1 miliar penduduk dunia telah mempunyai akses sanitasi yang baik, selama kurun waktu 14 tahun, namun diestimasikan sekitar 2.6 miliar penduduk dunia termasuk 980 juta anak-anak belum mempunyai akses yang baik.

Anak-anak adalah objek yang paling rentan terhadap penyakit sebagai akibat rendahnya sanitasi. Tiap tahunnya penyakit diare yang disebabkan karena rendahnya sanitasi dan hygiene menyebabkan kematian lebih dari 1.5 Juta anak balita. Di Kabupaten Nias ditemukan lebih dari 5000 kasus diare, dengan kebiasaan buang air besar di tempat terbuka lebih dari 50% penduduk di Pulau Nias, dan hanya kurang lebih 20% dari penduduk kabupaten Nias mempunyai toilet/WC.

Fakta menunjukkan bahwa pembangunan toilet/WC dapat menurunkan diare hingga 35%, dan kebiasaan cuci tangan dengan sabun pada waktu-waktu penting dapat menurunkan diare hingga 47%, oleh karenanya perbaikan sanitasi akan dapat menyelamatkan nyawa anak-anak dan meningkatkan kualitas dan lingkungan hidup mereka.

Sejalan dengan tujuan pembangunan milenium untuk mengurangi separuh dari populasi penduduk dunia tanpa akses sanitasi yang baik pada tahun 2015 maka UNICEF bersama ACTED berperan untuk meningkatkan akses sanitasi terhadap 2500 siswa dengan membangun toilet ramah anak. Desain toilet sesuai dengan criteria ramah anak UNICEF yang mendorong siswa untuk menggunakan fasilitas yang dilengkapi dengan pencahayaan natural matahari, ventilasi yang bagus, ketinggian tempat cuci tangan yang mudah dan aman dijangkau siswa dan menghindari penggunaan material yang tajam dan berbahaya bagi anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Abibus Baeha menerima serahterima mewakili Bupati Kabupaten Nias menyatakan “Menjadi tanggung jawab Kita semua untuk meningkatkan sanitasi di Nias, Kami sangat bersyukur dan berterimakasih bahwa dengan bantuan UNICEF dan ACTED turut andil dalam upaya peningkatan sanitasi yang ada. Dan yang paling penting adalah sanitasi anak-anak sebagai pengemban agenda pembangunan masa depan Nias yang lebih berkualitas”.

“Selain pembangunan fasilitas toilet, ACTED atas dukungan UNICEF juga melaksanakan Pendidikan Sanitasi dan Hygiene untuk mendorong kesadaran akan sanitasi dan perilaku hygiene yang baik di kalangan siswa di 21 sekolah yang difasilitasi, yang juga diharapkan kesadaran dan perubahan perilaku dapat menyebar ke keluarga masing-masing siswa serta masyarakat pada umumnya” papar Elodie.

“Investasi di sekolah melalui Pendidikan Sanitasi dan Hygiene (seperti yang telah dilakukan oleh mitra kerja ACTED di sekolah ini) merupakan investasi masa depan yang mendorong proses pembelajaran yang efektif, menurunkan tingkat kejadian penyakit, mendorong kebersihan lingkungan dan mendukung hak-hak anak.

Langkah ke depan untuk sanitasi yang baik adalah merawat dan menjaga kebersihan toilet, melakukan kebiasaan yang bersih dan sehat (Buang Air di toilet, Cuci tangan dengan sabun) dan menjamin kelangsungan fungsi toilet (air tetap selalu tersedia dll)” Tim Grieve WES officer menambahkan.

***
Sumber: Siaran Pers UNICEF

Facebook Comments