Rehabilitasi dan rekonstruksi Nias dinilai sudah berlangsung dengan sangat baik. Tiga tahun pasca gempa, Nias bukan hanya pulih dari dampak bencana tetapi telah mencapai kemajuan yang bahkan melebihi banyak Kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara.

Demikian dikatakan Anggota Dewan Pengawas BRR NAD-Nias saat dihubungi dari Medan, Kamis (27/3). “Pemerintah memberikan perhatian secara khusus kepada Kepulauan Nias. Perhatian khusus ini datang langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai mana dibuktikan dengan kunjungan beberapa kali ke Nias,” kata TB Silalahi.

Perhatian diberikan dengan bantuan yang sangat besar untuk ukuran Nias dan bahkan Sumatera Utara dengan dana rekonstruksi mencapai Rp5 triliun (APBN atau on-budget dan Bantuan Luar Negeri atau off-budget) yang digunakan dalam waktu kurang dari 3 tahun oleh BRR Nias dan berbagai organisasi nasional dan internasional.

Menurut TB Silalahi, apa yang dilaksanakan BRR merupakani pekerjaan besar dan sulit dibayangkan akan terjadi, mengingat Kepulauan Nias sebelum bencana adalah daerah termiskin di Sumatera Utara. Namun kini pembangunan sudah semakin pesat.

Aset rehabilitasi dan rekonstruksi mulai diserahkan kepada Pemda. Hingga kini telah diserahkan aset sebanyak lebih dari Rp450 miliar. Aset dengan nilai total seperti itu sangat banyak dan meliputi sektor yang luas. Tapi, itu baru 20 persen dari total aset yang akan diserahkan.

“Jadi Pemda dan masyarakat Nias akan menerima barang milik negara (aset) dan bantuan sosial seperti rumah dan bantuan langsung lainnya dalam jumlah yang sangat besar,” kata Silalahi.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan komitmen dan kemampuan nyata untuk mengelola dan memelihara seluruh aset ini dengan baik dan dipergunakan dengan bijaksana untuk kesejahteraan masyarakat. (m10) (Waspada, 28 Maret 2008)

Facebook Comments