Realisasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi Nias pasca bencana mencapai Rp. 5 trilyun lebih. Dana tersebut berasal dari APBN (on-budget) yang dilaksanakan BRR Perwakilan Nias sebesar Rp 3,1 triliun dan yang dilaksanakan sendiri NGO/donor (off-budget) sebesar Rp 1,9 triliun.

Kepala BRR Perwakilan Nias William P Sabandar, menyatakan total anggaran tersebut terhitung sejak efektifnya operasional di Nias pada November 2005 atau dua tahun empat bulan. Dengan demikian, rata-rata pertahun alokasi dana yang dipergunakan Rp 2 triliun pada setiap tahun anggaran.

“Jumlah dana Rp 5 triliun ini sangat besar jika dibandingkan dengan anggaran pembangunan rata-rata di dua kabupaten Nias dan Nias Selatan, atau bahkan di Provinsi Sumatera Utara secara keseluruhan. Apalagi dana rekonstruksi ini seluruhnya dimanfaatkan untuk anggaran pembangunan atau belanja publik kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata William Sabandar kepada wartawan di Medan, Rabu (26/3).

William menjelaskan, tahun ketiga pasca gempa di Nias, serangkaian upaya rehabilitasi sudah dilakukan BRR. Termasuk dalam upaya ini keikutsertaan 25 negara donor dan lebih dari 80 organisasi non pemerintah (NGO) internasional dan nasional serta badan-badan dunia seperti PBB dan Palang Merah.

Secara keseluruhan upaya yang dilakukan termasuk juga membangun infrastruktur ekonomi, pengembangan ekonomi serta sumber daya manusia dan kelembagaan. Diharapkan, setelah program BRR selesai April 2009, masalah kemiskinan dan keterisoliran yang sudah dialami masyarakat bahkan sebelum gempa terjadi, dapat segera teratasi.

Dijelaskan William, sejauh ini BRR sudah dua kali melakukan penyerahan aset hasil kegiatan rekonstruksi kepada instansi bersangkutan. Total nilai aset yang telah diserahkan mencapai Rp 450 miliar.

Penyerahan pertama aset-aset hasil rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut pada tahun 2007 dengan total nilai aset sebesar Rp 35 miliar. Aset-aset yang diserahkan berupa sarana irigasi kepada Pemda Nias dan Nias Selatan. Sarana transportasi laut dan darat kepada Departemen Perhubungan serta aset jaringan listrik/generator kepada PT. PLN.

Sementara penyerahan aset periode kedua dilaksanakan pada 28 Februari 2008. Total nilai aset yang diserahkan Rp 416 miliar dan Euro 290.000. Aset-aset tersebut diserahkan kepada Pemkab Nias, Pemkab Nias Selatan, Pemprov Sumut dan beberapa instansi vertikal Pemerintah Pusat serta Mabes TNI dan Polri dan PLN. (Sumber: detikcom/g)

Facebook Comments