Medan – Rekonstruksi bidang transportasi di Kabupaten Nias dan Nias Selatan sudah terealisasi 30 persen. Rekonstruksi diperkirakan selesai sebelum program Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh–Nias selesai pada April 2009.

Kepala BRR Distrik Nias Selatan Heracles Lang menyatakan, pembangunan sektor transportasi darat, laut dan udara merupakan salah satu prioritas program BRR karena menyangkut beragam kepentingan. Selain untuk memperlancar program-program pembangunan di Nias, juga untuk memajukan sektor perekonomian

“Secara umum pelaksanaan program di sektor transportasi berjalan dengan baik. Misalnya perbaikan bandara, jalan maupun dermaga. Kita yakin sebelum program BRR berakhir, semua yang direncanakan akan selesai dikerjakan,” kata Heracles Lang kepada wartawan, Selasa (25/3/2008) di Hotel Grand Angkasa, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan.

Heracles Lang yang berbicara di sela acara Media Briefing yang dilaksanakan Multi Donor Fund, selanjutnya menyatakan, tiga tahun sejak gempa mengguncang Pulau Nias pada 28 Maret 2005, kemajuan sektor transportasi di kedua kabupaten yang berada di pulau ini sudah lumayan pesat.

Pembangunan jalan provinsi dan jalan kabupaten, pembangunan dan perbaikan sejumlah pelabuhan laut serta sarana transportasi udara sudah menunjukkan hasil seperti yang diharapkan. Dari sisi transportasi udara saja, kata Heracles Lang, penerbangan dari Medan menuju Gunung Sitoli saat ini bahkan sampai kali dalam sehari. Padahal sebelumnya tidak pernah sebanyak ini.

“Tahun ini rencananya pembangunan air strip di Teluk Dalam, Nias Selatan, akan dilaksanakan. Namun hanya bisa didarati pesawat-pesawat kecil saja, sebab landasannya sekitar 1.100 meter,” kata Heracles Lang.

Dengan dibangunnya air strip di Teluk Dalam, maka di Pulau Nias akan ada tiga fasilitas pendaratan pesawat. Dua lainnya Bandara Binaka di Gunung Sitoli, Nias dan Bandara Lasondre di Pulau Tello, Nias Selatan. (rul / djo ) (Sumber: detiknews.com, 25/03/08)

Facebook Comments