Cagubsu Jangan Tebar Pesona dengan Janji yang Tak Bisa Dipenuhi

Monday, March 24, 2008
By nias

Medan, (Analisa)

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden SBY, Letjen TNI (Purn) Dr TB Silalahi menegaskan para calon gubernur Sumut jangan hanya bisa menebar pesona dengan memberikan janji-janji yang tak bisa dipenuhi. Hal itu tampak dari sosialisasi yang dilakukan terkesan ngawur dan bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Banyak contoh sosialisasi para cagubsu yang seperti itu, kata TB Silalahi, kepada wartawan di Medan, Sabtu (22/3). Seperti menjanjikan akan membangun rumah ibadah tertentu sampai pada fokus untuk pembangunan daerah tertentu.

“Untuk apa sosialisasi seperti itu, apa rumah ibadah yang lain tak perlu atau pembangunan daerah lain tak penting. Kalau hanya sekadar menarik perhatian tidak perlu seperti itu,” tegas tokoh nasional asal Sumut yang bergelar Datuk Panglima Payung Negeri itu.

Dia sendiri mengaku terpanggil untuk memberikan masukan kepada masyarakat Sumut khususnya, agar nanti tidak sampai salah memilih pemimpin Sumut periode 2008-2013.

Lalu, figur seperti apa yang diharapkan untuk menjadi Gubsu mendatang. Menurutnya, jika memang ada seperti mantan Gubsu EWP Tambunan.

“Dia jujur, sederhana, dan berwawasan kebangsaan. Itu yang saya ketahui tentang beliau. Tapi, ketika saya tanya ke sejumlah calon gubsu, tak ada yang sanggup seperti itu,” jelas mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara tersebut.

Tiga Kriteria

Begitupun, menurutnya, paling tidak ada tiga kriteria yang bisa dijadikan tolok ukur penilaian kepada para calon. Yakni, memiliki wawasan kebangsaan, terpelajar dan memiliki nurani dalam memimpin.

Karena dengan wawasan kebangsaan, sosok figur tidak mempersoalkan etnis, agama atau daerah tertentu. Sehingga dia bisa diterima semua kalangan.

Artinya, figur tersebut akan membangun Sumut ini dengan visi misi yang serasi dan seimbang. “Kalau begitu outputnya adalah adil dan akhirnya menimbulkan ketenangan,” tutur Pendiri Yayasan Soposurung di Balige itu.

Sedangkan terpelajar, lanjut TB Silalahi, sosok calon itu tidak saja memiliki pendidikan formal yang memenuhi syarat tapi juga memiliki pengalaman yang luas.

“Bukan yang pendidikannya tinggi ya, karena ada juga pendidikannya rendah tapi otodidaknya cukup luas. Seperti Soeharto, walaupun lulusan setingkat SMP, tapi mampu menguasai ekonomi. Artinya jangan sampai ada Gubsu yang diajak bicara tak nyambung,” tegasnya.

Jadi dengan terpelajarnya figur tersebut, diharapkan mempunyai visi dan misi untuk membangun Sumut ke depan yang lebih baik. Termasuk bisa meningkatkan dunia pariwisata di daerah ini.

Sebagai contoh, ucapnya, Singapura yang hanya berpenduduk 2,5 juta ternyata turis ke daerah itu melebihi jumlah penduduknya. Sebaliknya, Sumut 13 juta penduduknya kenapa hanya ada 300 ribuan turis datang.

“Ini berarti kurang matangnya visi pariwisata daerah sebagaimana keluhan para agen perjalanan dalam rapat dengan saya kemarin. Padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan di Sumut seperti Danau Toba, sejarah perjuangan Sisingamangaraja, Istana Maimun dan lainnya yang bisa dijual untuk menarik turis,” ungkap TB Silalahi lagi.

Terakhir, sebut TB Silalahi, figur yang memiliki hati nurani. Maksudnya, sosok pemimpin yang tidak untuk merperkaya diri dan golongannya tapi berpikir dan berbuat jauh ke depan untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan kepercayaan rakyat yang di embannya.

“Ketika saya tanyakan kepada wartawan ibukota yang mendorong saya jadi Gubsu sebelum saya jadi Menpan, jawabnya, mereka yakin kalau saya tidak akan mencari uang jika menjadi Gubsu. Artinya, kita masih bisa maklum sebagai manusia, tapi jangan sampai menyengsarakan rakyat,“ tutur TB Silalahi. (nai) (Analisa, 24/03/08)

One Response to “Cagubsu Jangan Tebar Pesona dengan Janji yang Tak Bisa Dipenuhi”

  1. 1
    Adieli Hulu Says:

    Fakta dan pengalaman membuktikan bahwa janji-janji yang setinggi langit adalah wujud dari lidah yang tak bertulang dan tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu hendaknya para tokoh dan elit putra-putri Nias harus lebih memikirkan kepentingan masyarakat khususnya Ono Niha dari pada kepentingan sesaat para cagub/cawagub, sehingga tidak ikut-ikutan mendorong masyarakat Nias tergiur janji-janji angin surga yang disampaikan oleh para cagub/cawagub yang tidak realistis, tetapi hendaknya menjadi filter yang efektif dan produktif yang membantu masyarakat Nias untuk dapat melihat dan menilai secara objektif siapa-siapa cagub/cawagub yang nantinya akan memimpin Sumatera Utara dengan bijak dan baik.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2008
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31