Medan (SIB)
Kalangan DPRD Sumut terkejut menerima pengaduan masyarakat, bahwa 2 Pulau di Kabupaten Nisel (Nias Selatan) yakni Pulau Sibaranu dan Pulau Sifika Kecamatan Hibala dan Kecamatan Pulau-pulau Batu telah “dikuasai” warga Australia, diduga dijadikan lokalisasi prostitusi dan arena perjudian antar negara.

Keterkejutan itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Dapem (daerah pemilihan) Kabupaten Nias dan Nisel Aliozisokhi Fau SPd kepada wartawan, Rabu (19/3) di DPRD Sumut seusai menerima pengaduan masyarakat Nisel tentang penguasaan 2 Pulau di Nisel oleh warga Australia.

Berdasarkan hasil pemantauan Alio bersama sejumlah masyarakat, kedua pulau yang sangat indah dan strategis itu kerap dikunjungi kapal-kapal asing maupun helikopter, mengantarkan tamu-tamu dari luar dan warga pribumi dilarang keras memasuki lokasi.

“Barang siapa yang ingin memasuki lokasi, harus bisa menunjukkan kartu anggota (member). Jika tidak, dilarang keras masuk, sehingga membuat masyarakat curiga,” tegas Alio sembari menambahkan, di kedua pulau ini berdiri sejumlah bangunan dan hotel megah yang sewanya 400 dolar AS atau sekira Rp4 juta/kamar/malam.

Ditambahkan anggota FP Demokrat ini, warga Australia yang menghuni kedua pulau tersebut seakan-akan mengganggap daerah itu sudah milik negaranya, terbukti tidak pernah ada pengurusan izin apapun serta setoran apapun, termasuk pajak dan lainnya ke Pemkab Nisel.

“Kita tidak pernah melarang warga manapun, termasuk Australia menanamkan investasinya di Nisel, tapi tentunya segala persyaratan harus dipenuhi, baik ijin maupun kewajiban lainnya kepada Pemda Nisel, untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujarnya.

Dikatakan tokoh pemuda Katolik ini, kedua daerah yang waktu tempuhnya mencapai 4 jam naik speedboad dari Pulau Tello ini memang sangat terisolir, sehingga segala aktivitas yang terjadi di kawasan yang kelihatannya lebih indah dari Pulau Sorake dan Lagundri ini luput dari pantauan aparat keamanan.

Namun demikian, Alio meminta Pangdam I/BB maupun aparat kepolisian segera menurunkan intelijennya ke kedua pulau tersebut, untuk meneliti sejauhmana aktivitas warga Australia tersebut, jangan sampai kawasan itu dijadikan tempat prostitusi dan arena perjudian antar negara atau tempat pangkalan angkatan udara. (M10/h) (SIB, 20/03/08)

Facebook Comments