Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, pemerintah melalui lembaganya menyiapkan dana riset pada tahun ini senilai Rp 2,5 triliun. “Riset utama yakni di bidang pangan, obat-obatan, energi, ICT (tekologi informasi), hankam, dan transportasi,” katanya di Bandung, Sabtu (15/3).

Dari total dana itu, sebanyak Rp 500 miliar disiapkan untuk Kementerian Riset dan Teknologi. Sisanya merupakan alokasi dana riset untuk lembaga lainnya seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dia menilai, dana itu masih terhitung kecil. Bahkan jumlahnya pun masih sama dengan tahun lalu.

Kondisi saat ini, paparnya, riset belum menjadi prioritas bagi perguruan tinggi. Padahal, menurut Kusmayanto, lebih dari 70 persen riset dilakukan oleh perguruan tinggi. Kondisi sekarang, tambahnya, perguruan tinggi lebih memprioritaskan untuk “survive” dalam menjalankan lembaga pendidikannya. “Riset belum masuk dalam prioritas utama,” katanya.

Kusmayanto juga menyesalkan sejumlah perguruan tinggi yang malah meributkan sistem penerimaan mahasiswa baru ketimbang soal riset.

Selain itu, Riset di Indonesia, paparnya, belum menarik minat pihak swasta. Untuk itu, dia meminta pemerintah memberikan insentif ke swasta yang mau menyalurkan dana untuk riset. “Dapat insentif pajak,” usulnya.

Ahmad Fikri, Tempo Interaktif (15 Maret 2008)

Facebook Comments