Cegah Koruptor Kabur, Semua Aset Disita

Sunday, March 16, 2008
By susuwongi

[JAKARTA] Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan menyita aset pelaku korupsi dan keluarganya dinilai efektif dan merupakan langkah yang patut didukung. Hal itu akan mencegah koruptor kabur sehingga para penegak hukum tidak lagi kecolongan.Hal tersebut disampaikan Guru Besar Program Pasca Sarjana Hukum Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita kepada SP di Jakarta, Sabtu (15/3). Pernyataan itu menanggapi rencana Ketua KPK, Antasari Azhar, yang segera menerapkan peraturan dalam menangani kasus korupsi dengan menyita aset pelaku korupsi maupun keluarganya, sejak proses penyelidikan.

Kebijakan itu, kata Antasari, untuk menghindari pengalihan aset terdakwa korupsi saat proses penyidikan berlangsung. Rencana tersebut belajar dari kasus-kasus sebelumnya dimana KPK tak mau lagi kecolongan ketika pengadilan memvonis bersalah tetapi pelaku kabur.

“Saya dukung kerja KPK jilid II (KPK saat ini, Red), ini langkah bagus. Karena selama ini Kejaksaan Agung (Kejagung) dan KPK hanya menunggu putusan akhir pengadilan barulah menyita,” kata Romli.

Romli menegaskan, selagi ada bukti cukup kuat dari tersangka maka KPK selaku penegak hukum bisa melakukan hal tersebut. Dalam Pasal 47 UU 30/2002 tentang KPK dikatakan jika terdapat bukti kuat dalam proses penyelidikan maka KPK berhak mengambilalih semua aset pelaku korupsi tanpa terlebih dahulu menunggu izin dari ketua pengadilan tinggi. Dalam UU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan UU Korupsi juga disebutkan adanya kewenangan penyidik untuk menyita aset sekitar pelaku seperti yang dimiliki keluarga.

“Ini tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) sebab sifatnya sementara,” tutur Romli. Dikatakan, langkah efektif dan tepat seperti itu diharapkan tak lagi mengulang kesalahan masa lalu dengan banyaknya tersangka korupsi yang kabur. “Kalau harta dan aset pelaku korupsi disita, langsung dibekukan artinya tidak bisa dijual bahkan dipergunakan. Kalau sudah keluar keputusan hukum tetap, aset tersebut akan dirampas sesuai dengan KUHAP,” tegasnya.

Pendapat senada disampaikan mantan peneliti Asian Human Rights Commission (AHRC), Pablo Christalo, bahwa penyitaan aset koruptor tersebut tidak bertentangan dengan HAM dan sangat sejalan dengan sistem pembuktian terbalik. Justru langkah seperti ini harus dipromosikan di Indonesia sehingga membuat efek jera pada pelaku dan tindak korupsi.

“Langkah penyitaan tersebut sangat sejalan dengan pembuktian terbalik sehingga aset tidak dialihkan atau disalahgunakan. Ini bukan pelanggaran HAM,” tegas alumnus Mahidol University Thailand ini.

Hal yang sama juga disampaikan Direktur Eksekutif The Indonesian Legal Resource Center, Uli Parulian Sihombing, bahwa langkah KPK untuk menyita aset pelaku korupsi maupun keluarganya patut didukung semua rakyat Indonesia. Namun, Uli mengingatkan KPK agar yang disita jangan hanya harta di dalam negeri tetapi juga yang berada di luar negeri. “Saya juga berharap agar KPK harus berani mengusut kasus korupsi besar yang juga melibatkan pejabat negara,” kata mantan Direktur LBH Jakarta itu.

Sebelumnya, pimpinan KPK telah memberikan petunjuk kepada Bagian Penindakan KPK terkait terobosan tersebut. “Untuk ke depannya saya sudah meminta kepada Direktur Penyidikan untuk melakukan penyitaan dari tahap penyidikan. Tindakan ini kami ambil karena kami khawatir yang bersangkutan akan mengalihkan aset hasil korupsi. Itu strategi KPK,” kata Antasari.

Antasari menegaskan, KPK siap menghadapi berbagai reaksi dari para pihak berperkara yang tidak setuju dengan langkah KPK itu.

Wakil Ketua KPK, Candra M Hamzah, mengatakan, pimpinan KPK dan seluruh jajaran KPK berusaha memaksimalkan penerapan UU 30/2002 tentang KPK, termasuk peraturan menyita aset pelaku korupsi sejak proses penyelidikan.

“Ya, menyita aset pelaku korupsi serta aset keluarganya sejak proses penyelidikan, bukan peraturan baru tapi memaksimalkan peraturan yang sudah ada, yaitu UU KPK,” kata Candra. [ASR/E-8]

Sumber: www.suarapembaruan.com, Last modified: 15/3/08

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2008
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31