*Polisi Datangkan Arkeolog, Tokoh Adat Untuk Meneliti

Gunungsitoli, WASPADA Online

Satuan Reskrim Polres Nias berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan potong benda purbakala asal Nias melalui Pelabuhan Angin Gunung Sitoli, Kamis (13/3) malam.

Demikian informasi yang dihimpun Waspada di Mapolres Nias. Disebutkan, terungkapnya dugaan penyelundupan berawal saat polisi menerima informasi dari masyarakat, bahwa malam itu satu truk ekspedisi bermuatan ratusan benda purbakala hendak berangkat melalui Pelabuhan Angin Gunungsitoli dengan kapal ferry.

Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Rahman Antero Purba bersama anggota langsung turun menuju kawasan Pelabuhan Angin Gunungsitoli. Sekira pukul 20.30 polisi yang menunggu di kawasan Jalan Yos Sudarso melihat truk ekspedisi yang dicurigai itu. Truk sedang meluncur menuju pintu masuk Pelabuhan Angin Gunungsitoli. Namun, sebelum masuk kawasan pelabuhan, polisi mencegat truk dan melakukan pemeriksaan muatan.

Dalam pemeriksaan, polisi menemukan puluhan kotak kardus berisi benda-benda purbakala. Untuk pengusutan lebih lanjut truk berserta pemilik barang, ERZ, 40, warga Jakarta bersama sopir truk, HSL, 30, diboyong ke Mapolres Nias.

Kapolres Nias, AKBP Albertus Sampe Sitorus didampingi Waka Polres Nias, Kompol Jonny Darmawan Sinaga menyaksikan langsung pembongkaran ratusan benda-benda purbakala dari dalam truk.

Dari pembongkaran muatan truk ditemukan benda purbakala dari kayu berupa 6 bangku bulat, 2 Baluse/Tameng, 1 meja bulat, 3 Osa-Osa Kepala Naga, 23 panel, 4 patung besar, 17 patung kecil, 1 patung kepala manusia, 7 buah Kotak Kecil, 3 buah parutan kelapa, 3 buah Tas, 1 buah Tongkat, 2 buah penumbuk, 1 buah sendok, 3 buah tumbukan, 7 buah parang, 1 kardus bulat dan 1 kardus kotak. Dari dalam truk juga ditemukan sejumlah obat-obat kadaluarsa dari salah satu apotik di Nias. Setelah dilakukan pendataan sejumlah benda purbakala tersebut diamankan di Mapolres Nias.

Kapolres Nias, AKBP Albertus Sampe Sitorus yang dikonfirmasi Waspada mengatakan, diperkirakan benda purbakala itu hendak diselundupkan ke luar Nias. Kemudian, untuk memastikan apakah apakah benda-benda itu termasuk benda bersejarah, maka Polres Nias akan mendatangkan arkeolog sebagai saksi ahli termasuk mengundang tokoh-tokoh adat dari Lembaga Budaya Nias untuk meminta pendapat. Selain itu untuk mempertanyakan apakah benda-benda yang telah diamankan dilarang untuk diperjualbelikan atau tidak.

ERZ yang ditemui di ruang tahanan Mapolres mengaku benda-benda purbakala itu sudah biasa diperjualbelikan masyarakat. Dia mendapatkan benda-benda itu dengan cara membeli langsung dari warga di Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias dan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan sembari mengatakan pengiriman sudah keempat kalinya.(a35) (Waspada, 15/03/08)

Facebook Comments