Gunungsitoli,

Terkait laporan masyarakat tentang dugaan mark up sejumlah proyek Dinas Pendapatan Nias Selatan, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memanggil mantan Kepala Dinas Pendapatan Nias Selatan, FL.BA dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ASD.

Hal itu disampaikan Kajari Gunungsitoli melalui Kasi Intel, Frans Zebua, SH menjawab Waspada, Kamis (6/3), berkaitan tindak lanjut penanganan kasus dugaan mark up sejumlah proyek pada Dinas Pendapatan Nias Selatan.

Frans Zebua menjelaskan terkait kasus dugaan mark up sejumlah proyek Dinas Pendapatan Nias Selatan TA 2007, pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli telah mengeluarkan surat panggilan tertanggal 25 Februari 2008 yang ditandatangani langsung Kajari Gunungsitoli, Dade Ruskandar, SH, MH terhadap mantan Kadis Pendapatan Nisel berinisial FL, BA dan PPK, ASD.

Khusus surat panggilan kepada PPK, ASD disampaikan melalui Bupati Nias Selatan sebagai atasannya, sedangkan surat panggilan terhadap mantan Kadis Pendapatan Nisel, FL, BA langsung disampaikan kepada yang bersangkutan.

Pemanggilan kedua pejabat ini masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan dan data. Kejari Gunungsitoli berpendapat, kedua pejabat dinilai paling mengetahui kasus dugaan mark up sejumlah proyek. Menurut Frans, sejauh ini baru mantan Kadis Pendapatan, FL, BA yang memenuhi panggilan sedangkan oknum PPK, ASD belum memenuhi panggilan kejaksaan.

Karena panggilan pertama belum dipenuhi oknum PPK, ASD, pihak Kejari Gunungsitoli telah mengirim surat panggilan kedua melalui Bupati Nias Selatan agar stafnya bersedia menghadiri pengambilan keterangan oleh jaksa.

Kajari Gunungsitoli melalui Kasi Intel mengimbau kepada Bupati Nias Selatan lebih kooperatif dalam proses penegakan hukum dengan memberikan izin kepada stafnya yang mendapat panggilan dari Kejari demi tegaknya supremasi hukum. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah proyek pada Dinas Pendapatan Nias Selatan dengan sumber dana APBD TA 2007 diduga terjadi mark up.

Tiga paket proyek pembangunan los pekan terbuka yang diduga terjadi mark up berlokasi di Kecamatan Telukdalam Nisel masing-masing pembangunan Los Pekan Ikan Terbuka di Km 3 Jalan Lagundri dengan ukuran 6×9 meter senilai Rp205 juta. Los Pekan Ikan Terbuka di Jalan Lagundri, Desa Hilizihono senilai Rp212 juta dan Los Pekan Ikan Terbuka Jalan Pasir Putih Kelurahan Pasar Teluk Dalam senilai Rp127 juta.

Sekretaris Keluarga Putra-Putri Polri Kabupaten Nias Selatan, Yunarius Duha, SH mendukung pemanggilan para pejabat yang diduga terkait kasus dugaan mark up sejumlah proyek Dinas Pendapatan Nias Selatan oleh Kejari Gunungsitoli demi terciptanya pemerintahan yang bersih dari KKN. (a35) (aa) (Waspada, 10/03/08)

Facebook Comments