PASADENA, California – Pengamatan baru oleh pesawat ruang angkasa mengindikasikan bahwa Rhea, bulan Saturnus kedua terbesar, mungkin dikelilingi oleh cincin-cincin. Jika benar, ini pertama kalinya sebuah sistem cincin ditemukan mengelilingi sebuah bulan.

Dalam sebuah penerbangan melintasi Rhea pada tahun 2005, pesawat ruang angkasa internasional Cassini mendeteksi apa yang kelihatannya merupakan sisa-sisa besar cakram di sekitar Rhea. Para ilmuwan memperkirakan bahwa aura (halo) ini mengandung partikel-partikel berukuran butiran hingga sebesar batu-batuan. Temuan ini disajikan dalam jurnal Science terbitan 7 Maret 2008.

Tidak seperti cincin-cincin di sekitar Saturnus, Jupiter, Uranus dan Neptunus, busur-busur yang tampak di sekitar Rhea tak kelihatan dan tidak pernah terlihat langsung. Para ilmuwan mengendus keberadaan cincin-cincin itu dari pengukuran-pengukuran Cassini, yang mendeteksi berkurangnya jumlah elektron di kedua sisi bulan itu, yang mengindikasikan adanya cincin-cincin yang menyerap elektron-elektron itu.

Para ilmuwan tidak dapat menjelaskan asal-usul cincin-cincin itu, tetapi sebuah penjelasan yang mungkin masuk akal ialah bawah mereka berasal dari tabrakan komet atau asteroid purba yang mengerahkan bahan-bahan itu di sekitar Rhea.

“Cincin-cincin itu mungkin telah terbentuk sejak pembentukan Rhea,” tulis Geraint Jones, fisikawan antariksa dari University College London.

Hingga kini, hanya planet yang diketahui memiliki cincin-cincin, kata Jones, yang memulai riset itu ketika berada di Planck Institute for Solar System Research di Katlenburg-Lindau, Jerman.

Misi penerbangan Cassini, yang didanai oleh badan-badan antariksa NASA, Erpopa dan Italia, diluncurkan pada than 1997 dan mencapai Saturnus pada tahun 2004. Misi itu dikelola oleh Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, Amerika.

Keterangan gambar: Konsepsi artis yang dikeluarkan oleh NASA ini menunjukkan cincin-cincin reruntuhan bahan yang mungkin mengitari Rhea (kiri). (NASA-JPL)

Facebook Comments