Gunungsitoli, (Analisa)

DPD-RI/MPR-RI pada prinsipnya sependapat Kabupaten Nias dimekarkan menjadi kotamadya Gunungsitoli, Kabupaten Nias Barat (Nibar) dan Kabupaten Nias Utara (Nisut) dengan terbitnya amanat Presiden (Ampres) No. R.04/Pres/02/2008 tertanggal 1 Februari 2008. Jika bisa Nias kelak menjadi sebuah provinsi, siapa itu yang tidak setuju berarti anti rakyat.

Demikian salah satu harapan panitia Ad Hoc I DPD-RI, Adnan NS kepada Analisa usai meninjau lokasi pembangunan Terminal tipe A yag direncanakan akan diserahterimakan, Kamis (28/2) oleh BRR kepada Pemkab. Nias di Dusun II Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Nias, Selasa (26/2).

Menurut penilaiannya setelah melihat dan mencermati berbagai sarana pendukung untuk pemekaran ternyata jumlah penduduk, keamanan yang terkendali, transportasi serta sarana lain yang memadai dirasakan telah cukup sebagai dasar pendukung pemekaran ke 3 kecamatan itu ujar Adnan.

Pihaknya menjelaskan jangan pernah ada yang merasakan rugi bila dilakukan pemekaran di suatu daerah, karena pemekaran itu mendatangkan kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bila menjadi anti rakyat berarti telah menjadi anti Tuhan, karena suara hati orang banyak itu adalah suara tuhan yang berbicara. Jadi, pada hakekatnya pemekaran induk tidak perlu ragu dan bukan ajang perceraian satu dengan yang lainnya.

Adnan juga berharap dana anggaran seperti DAK/DAU syaratnya jangan disamakan besarnya dengan Lensa JJB (Jakarta-Jawa-Bali) yang selama ini dana APBN untuk 23 Provinsi di Indonesia hanya diberikan 23 persen saja dari jumlah total dana. Sementara dana APBN itu asalnya dari masyarakat hendaknya kembali kepada masyarakat harapnya.

Ketika Analisa meminta komentarnya, tentang pembangunan terminal yang di tinjau, mengatakan “yah” inilah dia pembangunan yang menunjang fasilitasi pemekaran Nias, jadi tinggal Tahap 3 untuk penyempurnaan taman dan lampu penerangan agar segera PLN mengalirkan arus listrik sebagai faktor yang penting untuk penerangan bila terminal itu dioperasikan, berarti arus transportasi darat yang sulit selama ini dapat lancar harap Adnan NS mengakhiri.

Pada hari pertama kunjungan panitia Ad Hoc I DPD RI ke Nias sebelumnya disambut dengan adat Nias dengan pemberian sekapur sirih oleh Tari Bola SMUN I Gunungsitoli, Nias.

Panitia, Bupati Nias, Wakil Bupati Nias beserta Unsur Muspida dan kepada instansi melakukan kunjungan pada RSU Gunungsitoli yang dibangun kerja sama NGO pasca-gempa, Pelabuhan Dermaga Gunungsitoli, pembangunan rumah toko (Ruko) Ya’ahowu di pusat pasar Gunungsitoli, kunjungan pada pembangunan baru gedung DPRD Nias dan Kantor Bupati Nias di Desa Ononamölö Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. (esp) (Analisa, 28/02/08)

Facebook Comments