* Tindakan nyata harus diambil segera

Washington – Negara-negara paling miskin akan menjadi korban utama dari perubahan iklim dan harus mulai segera beradaptasi untuk menghindari berbagai konsekuensi terburuk. Demikian peringatan Bank Dunia dalam laporan tahunannya tentang lingkungan yang dikeluarkan hari Rabu. Namun Bank Dunia juga mengatakan mengatasi masalah pemanasan global bisa menyediakan kesempatan bagi kemajuan ekonomi jangka panjang di negara-negara berkembang dengan meningkatkan efisiensi, perlindungan pantai dan peningkatan produksi pertanian.

The Environment Matters Review – artikel serial tahunan dan studi-studi kasus dampak-dampak lingkungan di berbagai belahan dunia – mengatakan pembangunan dan pemanasan global terkait sangat erat dan mendesak Negara-negara industri untuk memberikan bantuan lebih besar kepada daerah-daerah termiskin di dunia untuk menolong mereka menyesuaikan diri.

“Kita tidak boleh membiarkan perubahan iklim mengahambat kemajuan bagi negera-negara miskin ini,” Warren Evans, direktur lingkungan Bank Dunia mengatakan.

Para pemberi pinjaman global berencana mengeluarkan rencana aksi tentang upaya mengatasi efek perubahan iklim dan tindakan-tindakan penyesuaian pada perubahan tahunan bersama Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional pada bulan Oktober.

The Intergovernmental Panel on Climate Change – himpunan para ilmuwan terkemuka dunia – tahun lalu memperingatkan dalam serentetan laporan bahwa pemanasan global kini adalah hal yang pasti dan akan memiliki dampak yang merusak jika tidak dikendalikan, termasuk kekeringan yang berkepanjangan, kerusakan daerah-daerah rendah karena naiknya permukaan laut dan kepunahan ribuan spesies. (The Earth Times, 28 Feb 2008)

Facebook Comments