Bangunan Hanya Mampu Tahan 6,5 SR

Wednesday, February 27, 2008
By susuwongi

Banda Aceh, Kompas – Rumah bantuan korban gempa dan tsunami di seluruh anggroe Aceh Darussalam yang dibangun oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias hanya memiliki kemampuan untuk menahan gempa sampai 6,5 skala Richter saja. Rendahnya kualitas suplai bahan bangunan dan kemampuan kontraktor untuk memenuhi standar kualitas rumah tahan gempa menjadi kendala.

Juru Bicara Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD- Nias T Mirza Keumala, Senin (25/2) ketika dihubungi di Jakarta, mengakui, bangunan rumah yang dibangun memang hanya berkekuatan sampai 6,5 skala Richter saja. Namun, permasalahan kondisi struktur tanah dan kendala nonteknis lainnya menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas bangunan rumah-rumah tersebut.

”Memang kekuatannya hanya untuk 6,5 skala Richter. Di seluruh Aceh,” katanya.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada Direktur Program Perumahan dan Infrastruktur BRR NAD Nias Wisnu Broto Santosa, dia enggan menjelaskan angka pastinya. ”Rumah bantuan itu kami buat untuk tahan gempa. Tentang angkanya, saya tidak berwenang untuk mengatakannya. Di luar tugas saya,” kata Wisnu.

Wisnu mengakui, pelaksanaan tugas di tingkat pengawasan sangat lemah. Meski ada beberapa tingkatan pengawasan, baik internal BRR terhadap para kontraktor dan juga di tingkat kontraktor itu sendiri, hal itu tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam setiap proyek, baik infrastruktur maupun perumahan yang dilaksanakan oleh BRR, terdapat lembaga konsultan pengawas. Lembaga tersebut, katanya, berperan terhadap kinerja kontraktor di tingkat teknis pekerjaan lapangan.

”Yang terjadi adalah konsultan pengawas bahkan tidak bekerja untuk satu pihak saja, melainkan beberapa pihak. Bahkan, mutu pelaksana tugas dibawah standar yang diinginkan,” katanya.

Dia mengatakan, setidaknya petugas pengawas lapangan yang disewa atau dipekerjakan oleh konsultan memiliki pendidikan minimal diploma tiga dalam bidang struktur bangunan. Akan tetapi, kenyataannya, konsultan pengawas hanya mempekerjakan pelaksana teknis lapangan yang memiliki pendidikan setingkat sekolah menengah atas atau sekolah teknik mesin.

”Jumlah pengawas lapangan sangat terbatas, sementara proyek-proyeknya sangat banyak. Ribuan. Ini yang mengakibatkan tidak tertangani dengan baik pengawasannya,” kata Wisnu.

Dia menambahkan, dibandingkan dengan kualitas bangunan di wilayah pantai timur NAD, kualitas bangunan di pantai barat NAD lebih buruk. (MHD)

Sumber: http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.06342912&channel=2&mn=166&idx=166
 

One Response to “Bangunan Hanya Mampu Tahan 6,5 SR”

  1. 1
    Stadi Dachi Says:

    Yaahowu,mengenai bangunan rumah oleh BRR di Pulau Nias khususnya di NISEL,pemerintah pusat dimohonkan untuk melakukan obeservasi khususnya di pedesaan yang sampai sekarang ini….ada rumah yang dibangun namun tidak dipakai karena kualitas pembuatanya.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829